Tips Menghindari dan Menangani KIPI Vaksinasi Covid 19

Tips Menghindari dan Menangani KIPI Vaksinasi Covid 19

Efek samping vaksinasi atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) kerap menjadi sorotan akhir-akhir ini. Khususnya, banyak orang dengan serius memperhatikan dan mewaspadai KIPI vaksinasi Covid-19. 

Gejala efek samping dari pemberian vaksin Covid 19 sendiri sudah tergolong aman karena hanya bersifat lokal dan tidak serius, seperti pegal di otot lengan sampai rasa lelah dan mengantuk. Namun bagi sebagian kecil orang, KIPI yang cukup serius tetap mengintai dan perlu diwaspadai, seperti demam, alergi, pingsan, bahkan sampai sesak napas. 

KIPI memang merupakan reaksi tubuh atas masuknya virus yang sudah dilemahkan ataupun sudah mati ke dalam tubuh Anda. Namun, bukan berarti KIPI tidak bisa dicegah dan ditangani. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari dan menangani KIPI vaksinasi Covid 19. 

  1. Pastikan Tidak Sakit 

KIPI yang lebih serius bisa lebih mudah mendatangi Anda yang sedang dalam kondisi tidak fit. Karena itu, pastikan Anda divaksinasi ketika tubuh sehat dan tidak sedang mengalami keluhan apapun. Anda pun harus dengan jujur menjawab pertanyaan petugas vaksinasi yang melakukan screening. Jangan memaksakan diri untuk divaksinasi apabila ada beberapa syarat vaksinasi yang tidak Anda penuhi terkait kesehatan. 

  1. Perbanyak Minum Air

Memperbanyak mengonsumsi air putih sehabis vaksinasi Covid 19 sangat penting. Ini guna memastikan suhu tubuh tetap normal karena hidrasi yang berkecukupan. Tidak jarang KIPI berupa demam hadir pada orang-orang yang mengalami dehidrasi. Cara penanganannya pun sebenarnya tidak sulit dengan terus memperbanyak konsumsi air putih minimal 2,5 liter dalam sehari. 

  1. Konsumsi Makanan Bergizi

Saat menerima vaksinasi Covid 19, imunitas tubuh tetap harus dijaga agar reaksi yang tidak diharapkan tidak kejadian. Salah satu meningkatkan imunitas tubuh adalah memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Konsumsilah makanan bergizi dan penuhi kalori yang dibutuhkan. Pada saat ini, Anda perlu mengonsumsi makanan 4 sehat, mulai dari karbohidrat, lauk untuk bekal protein, sayur dan buah sebagai bekal vitamin dan nutrisi lain. 

  1. Jangan Beraktivitas Berat

Tidak ada salahnya mengurangi aktivitas harian Anda jika merasa kelelahan. Ini merupakan KIPI Covid 19 yang terjadi. Anda juga tidak disarankan melakukan aktivitas berat pasca imunisasi untuk mengurangi risiko KIPI yang lebih serius. 

  1. Tidur yang Cukup 

Tidur adalah salah satu cara yang ampuh untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh. Upayakan untuk mendapatkan tidur malam yang cukup sebelum memperoleh vaksinasi. Bahkan setelah diimunisasi, usahakan pula untuk mengambil waktu istirahat guna tidur memang merasakan KIPI berupa rasa kantuk yang cukup berat. Memilih tidur yang cukup bisa menghindari Anda dari efek samping imunisasi yang lebih serius. 

  1. Kompres Air Hangat

Salah satu KIPI Covid 19 yang paling sering dikeluhkan orang adalah rasa pegal dan nyeri di otot tangan yang menjadi area vaksinasi. Anda bisa menanganinya dengan melakukan kompres air hangat di lokasi tersebut. Mengompres air hangat bisa membuat otot lebih lentur sehingga rasa nyeri dapat berkurang. 

  1. Pergi ke Dokter 

Jangan ragu untuk pergi ke dokter apabila Anda merasakan keluhan KIPI semakin parah. KIPI yang bersifat serius, seperti gatal-gatal alergi dan sesak napas juga harus segera ditangani dokter untuk penanganannya. Jika memang bingung hendak ke dokter mana, Anda bisa langsung menghubungi kontak petugas vaksinasi Covid 19 yang diberikan dan meminta arahan.

Upaya Diri Agar Masuk Daftar Penerima Vaksin Covid-19

Penyuntikan vaksin Sinovac di lengan Joko Widodo pada Rabu, 13 Januari 2021, kemarin menjadi gong dimulainya program vaksinasi di Indonesia. Selain Jokowi, acara yang digelar di Istana Negara, Jakarta itu juga melibatkan beberapa nama beken yang masuk daftar penerima vaksin covid-19 tahap perdana, termasuk Raffi Ahmad.

Program ini akan berjalan sepanjang tahun hingga seluruh masyarakat yang masuk ke dalam kriteria kebagian jatah. Prosesnya bertahap dan disesuaikan dengan seberapa besar peran masing-masing kriteria dalam penanganan pandemi covid-19 ini.

Seperti yang sudah ramai diberitakan, tenaga kesehatan adalah kriteria utama dalam program ini. Jika sesuai rencana, pemerintah akan melakukan vaksinasi massal kepada 1,46 juta orang tenaga kesehatan hingga Februari 2021. Tenaga kesehatan menjadi prioritas karena mereka merupakan ujung tanduk dalam pemberantasan covid-19.

Setelah nakes, pemerintah akan membuka program vaksinasi untuk pekerja di pelayanan publik. Sebagai prioritas terakhir barulah kemudian program ini akan dibuka untuk masyarakat umum. Kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, daftar penerima vaksin covid-19 ini akan dirilis sesuai dengan tahapan yang tengah berjalan, “Listnya nanti di belakang, sesudah health workers, kemudian public workers, baru kemudian masyarakat. Jadi sabar saja.”

Mekanisme itu seperti tertera dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Dalam beleid peraturan pelaksana vaksin virus corona tersebut dijelaskan, sasaran pelaksanaan vaksinasi Covid-19 merupakan masyarakat kelompok prioritas penerima vaksin sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Tentu saja untuk saat ini, daftar penerima vaksin covid 19 baru tersedia bagi para tenaga kesehatan. Mereka sudah bisa mengakses nama masing-masing melalui website yang disiapkan khusus sebagai sarana informasi. Pemerintah juga melakukan pengiriman pesan singkat massal (SMS blast) untuk menyiarkan soal daftar penerima vaksin covid 19.

Kendati demikian dalam praktiknya, masih banyak tenaga kesehatan yang belum terdaftar. Kondisi ini terjadi terkait dengan kelengkapan basis data yang dimiliki. Data tenaga kesehatan didapatkan dari daftar Direktorat PPSDM Kesehatan, sehingga besar sekali potensi kekurangan atau kekeliruan data di sana.

Sebagai bentuk reaksi pemerintah dalam mengatasi masalah ini, Budi Gunadi menyarankan kepada para tenaga medis yang belum terdaftar bisa melakukan upaya agar namanya masuk ke dalam daftar penerima vaksin covid 19. Para tenaga kesehatan yang belum terdaftar itu bisa menghubungi 119 dan mendaftarkan diri secara manual.

“Kami minta agar mereka call 119 sehingga kita bisa melakukan verifikasi ulang yang belum ada. Itu dipakai sebagai dasar, dan mereka bisa daftar, daftarnya bisa lewat SMS atau Whatsapp, website atau aplikasi, kalau yang belum terdaftar, bisa call 119,” ujarnya.

Hingga saat ini setidaknya tak kurang dari 30 ribu tenaga kesehatan yang belum masuk dalam daftar penerima vaksin covid 19. Menkes yang baru dilantik beberapa waktu lalu itu sadar, pembukaan pendaftaran manual memang memungkinkan terjadinya ledakan atau kelebihan data. Namun, dia terpaksa mengambil langkah itu demi terciptanya program vaksinasi yang efektif.

“Tidak masalah jika datanya berlebih, tetapi berbahaya jika kekurangan karena vaksinasi bisa tidak efektif. Inilah yang membuat Kemenkes membuka jalur manual sebagai sarana perbaikan data,” kata Budi.

Jadi, jika Anda merupakan prioritas utama, dalam hal ini nakes, tetapi belum masuk daftar penerima vaksin covid 19, Anda sebaiknya segera melakukan apa yang diarahkan Menkes Budi Gunadi. Program ini harus berjalan dengan lancar, dan salah satu kriteria yang dapat dijadikan ukuran adalah tepat sasaran.