Vaksin Pneumonia Untuk Menangkal Penyakit Bagi Bagi dan Orang Dewasa 

Penggunaan vaksin untuk menangkal penyakit memang sangat diperlukan bagi tubuh. Meski anda merupakan jenis orang yang suka berolahraga, namun penggunaan vaksin tetap diperlukan untuk melindungi diri dari serangan-serangan berbagai macam benda asing yang tidak anda ketahui. Selain vaksin sinovac dan astrazeneca untuk melawan COVID-19, jangan lalai dengan adanya penyakit pneumonia. 

Penyakit pneumonia merupakan jenis penyakit yang menyerang daerah paru-paru. enyakit ini menimbulkan berbagai macam gejala penyakit dari rendah ke ke berat. Umumnya, penyakit pneumonia akan menyerang pasien dan membuat tubuh jadi demam, sesak nafas, serta batuk berdahak. 

Nama lain pneumonia sendiri adalah batuk berdahak. Di kondisi ini, pasien akan alami sesak nafas, serta mudah lunglai karena paru-paru basah. Ini karena, penumonia menyebabkan penderitanya alami peradangan di alveoli. Akibatnya, kantong udara pun dipenuhi oleh cairan nanah. Penderita pun kesusahan untuk bernapas. 

Salah satu penyebab penyakit ini adalah bakteri dan virus yang bersarang. Nah, di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, penyakit pneumonia bisa saja timbul akibat hantaman virus corona. Banyak peneliti pun harus memutar otak. Akhirnya, vaksin pneumonia pun digunakan untuk melindungi diri dari bahaya COVID-19. Untuk kondisi sekarang, virus COVID-19 pun sudah bermutasi menjadi varian baru, membuat vaksin pneumonia pun kurang efektif untuk memproteksi diri dari corona. 

Nah, vaksin ini terbagi menjadi beberapa jenis:

1. PCV13 

Bagi anak-anak dengan usia di bawah 2 tahun, disarankan untuk menggunakan vaksin pneumonia tipe PCV13. Tipe ini dipakai untuk melawan bakteri yang memicu terjadinya pemenuhan nanah pada bagian kantong udara. 

2. PPSV23

Nah, untuk orang dewasa, vaksin pneumonia yang diberikan adalah PPSV23. Tipe ini mampu melindungi tubuh dari infeksi pneumokokos sebesar 70%.

Vaksin Pneumonia Bisa Diberikan Ke Siapa Saja?

Umumnya, semua orang boleh menggunakan vaksin pneumonia, kecuali ibu hamil dan menyusui. Mereka yang sedang mengalami demam pada saat itu juga tidak dianjurkan mengambil vaksin pneumonia. Vaksin ini dianjurkan digunakan untuk beberapa golongan tertentu, seperti:

  1. Mereka yang punya kelainan darah
  2. Mereka yang memiliki riwayat operasi sebelumnya
  3. Mereka yang perokok aktif
  4. Mereka yang memiliki kelainan bawaan aktif semacam jantung bawaan. 
  5. Golongan yang memiliki tingkat imunitas rendah, semacam penderita HIV, anak-anak serta lansia. 

Apakah Vaksin Pneumonia Bisa Dipakai Untuk Melawan Virus Corona?

Tidak, vaksin pneumonia tidak efektif untuk melawan virus corona tipe baru. Memang, dulunya di awal persebaran virus corona, ramai-ramai peneliti menguji coba efektifitas vaksin ini untuk menangkal virus. 

Hasilnya, memang terdapat penurunan kasus di beberapa negara yang sudah menyuntikkan vaksin pneumonia. Negara yang tidak membiasakan suntikan pneumonia mengalami lonjakan kasus yang tinggi. 

Seiring berjalannya waktu, varian COVID-19 bermutasi menjadi tipe baru,  membuat efektifitas vaksin pneumonia untuk hadapi virus ini tidak lagi terlalu mempan. Diperlukan vaksin sinovac, astrazeneca atau Pfizer untuk mengatasi penyebaran virus corona. Namun, bagi anda yang ingin mengurangi gejala terusan virus corona seperti sesak nafas karena lendir yang bersarang di dalam tubuh, boleh ambil suntikan vaksin pneumonia. 

Efek Samping Apa yang Didapat Dari Vaksin Pneumonia?

Setiap vaksin selalu memberikan efek samping, termasuk vaksin pneumonia. Gejala semacam demam, linu di bagian bekas vaksin merupakan salah satu efek yang umum di derita. Efek samping yang berat jarang diderita mereka yang sudah pernah mendapatkan suntik pneumonia. Untuk itu, anda tidak perlu khawatir untuk mendapatkan suntikan pertama. 

Kenali Ragam Jenis Vaksin Pneumonia

Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyerang organ atau sistem pernapasan manusia. Kualitas hidup penderita akan menurun jika terserang pneumonia. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur ini membuat penderitanya kesulitan bernapas. Di Indonesia sendiri, salah satu upaya untuk mencegah terjadinya pneumonia adalah dengan pemberian vaksin pneumonia.

Vaksin pneumonia merupakan salah satu vaksin yang penting untuk diberikan kepada bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Hal ini dikarenakan seseorang yang belum mendapatkan vaksin tersebut akan rentan terkena berbagai penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, bahkan kematian.

Vaksin pneumonia adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi tubuh dari penyakit pneumonia dan penyakit infeksi lain yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae atau bakteri pneumokokus. Pemberian vaksin ini berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dalam menghasilkan antibodi atau daya tahan tubuh yang dapat melawan penyakit akibat infeksi bakteri pneumokokus.

Secara umum vaksin pneumonia hanya terdiri dari dua ragam jenis. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Ada vaksin-vaksin lain yang sebenarnya tidak dibuat khusus untuk pneumonia, tetapi jenis-jenis itu juga kerap digunakan sebagai penangkal pneumonia. Kondisi inilah yang seakan-akan menunjukkan bahwa ada banyak ragam vaksin untuk penumonia.

Untuk mengenal lebih jauh ragam vaksin pneumonia, berikut penjelasannya:

  • Pneumococcal conjugate vaccine (PCV) atau PCV13

Vaksin PCV adalah jenis vaksin pneumonia yang biasanya diberikan pada anak-anak yang berusia kurang dari 2 tahun. Vaksin ini juga dapat diberikan pada anak di atas 2 tahun dan orang dewasa yang berisiko terkena infeksi pneumokokus.

Vaksin PVC mampu melindungi anak-anak dan orang dewasa dari 13 jenis bakteri penyebab pneumonia.

  • Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV) atau PPSV23

PPV atau PPSV23 mengandung molekul polisakarida yang menyerupai bagian dari dinding sel bakteri pneumokokus. PPV adalah jenis vaksin yang diberikan pada lansia, orang dewasa, dan anak berusia lebih dari 2 tahun yang dianggap berisiko tinggi terkena infeksi pneumokokus.

Vaksin pneumonia jenis PPV memiliki efektivitas sekitar 50–70% dalam mencegah infeksi pneumokokus dan mampu melindungi penerimanya dari 23 jenis bakteri pneumokokus.

  • Penggunaan vaksin lain untuk tangkal pneumonia

Selain bakteri pneumokokus, pneumonia dan meningitis juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib). Bahkan di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia, bakteri ini adalah salah satu penyebab utama penyakit pneumonia dan meningitis.

Di Indonesia, vaksin Hib (dalam bentuk vaksin kombinasi DPT-HB-Hib) ini tergolong sebagai vaksin pneumonia yang termasuk dalam jenis vaksin yang perlu diberikan pada bayi dan anak-anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan pemberian vaksin Hib pada anak secara bertahap mulai usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan dosis pengulangan diberikan antara usia 15–18 bulan.

Selain vaksin Hib, vaksin Campak juga termasuk dalam vaksin untuk mencegah pneumonia. Pasalnya, pneumonia merupakan salah satu komplikasi dari penyakit campak.

Pneumonia juga bisa disebabkan oleh komplikasi penyakit lain seperti influenza, pertusis, dan cacar air. Oleh karena itu, vaksin lain, seperti vaksin influenza, vaksin DPT, dan vaksin varicella dapat digunakan sebagai vaksin pneumonia.

***

Itulah beberapa ragam jenis vaksin pneumonia—baik yang secara khusus diciptakan untuk tujuan itu, maupun yang secara “tidak sengaja” digunakan dalam upaya pencegahan masalah kesehatan yang menyerang organ pernapasan manusia ini.

Vaksin pneumonia adalah salah satu dari sekian jenis vaksin yang amat disarankan bagi tiap orang menerimanya. Sebab, fungsi dari vaksin ini cukup vital. Ia dapat melindungi seseorang dari berbagai macam kemungkinan masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus, termasuk virus corona seperti yang tengah melanda dunia saat ini.