Bagi Ibu Hamil, Penuhi Asupan Kalsium dengan Cavit D3

cavit d3

Saat sedang hamil, Anda memerlukan banyak asupan nutrisi yang lebih tinggi dari biasanya. Salah satu nutrisi penting yang Anda perlukan saat hamil adalah kalsium. Anda bisa meningkatkan asupan kalsium selama masa kehamilan dengan suplemen Cavit D3.

Suplemen ini ditujukan khusus untuk ibu hamil. Di dalam suplemen ini, terdapat kandungan kalsium yang bisa membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda. 

Selain itu, ada juga kandungan vitamin D di dalam suplemen ini. Vitamin D berfungsi untuk membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih maksimal. 

Apa itu suplemen Cavit D3?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, suplemen ini membantu ibu hamil untuk mendapatkan asupan kalsium. Ditambah lagi, ada kandungan vitamin D yang mendukung penyerapan kalsium Anda. 

Di masa kehamilan, Anda menjadi lebih rentan untuk kekurangan kalsium. Karena, kalsium yang ada pada tubuh Anda akan disalurkan ke bayi di dalam kandungan. Hal yang sama juga terjadi pada wanita menyusui.

Dalam banyak kasus, kurangnya kalsium bisa memicu hipertensi pada wanita hamil. Oleh sebab itu, penting sekali bagi Anda untuk meningkatkan asupan kalsium selama masa kehamilan.

Di sinilah peran dari suplemen Cavit D3. Anda bisa menggunakan suplemen ini untuk meningkatkan kebutuhan kalsium Anda selama masa kehamilan. 

Pentingnya kalsium bagi wanita hamil

Kalsium memiliki banyak manfaat bagi tubuh Anda, khususnya untuk ibu hamil. Manfaatnya bahkan bukan hanya bagi diri Anda, tapi juga untuk kesehatan janin.

  • Manfaat kalsium untuk bayi

Bagi bayi di dalam kandungan, kalsium berkontribusi dalam membentuk kesehatan tulang dan gigi. Bayi Anda sedang dalam proses pembentukan tulang selama masa kehamilan. Karena itu, bayi akan sangat memerlukan kalsium.

Selain itu, kalsium juga diperlukan sebagai sumber nutrisi untuk jantung, otot, saraf, serta hormon dalam tubuh bayi Anda. 

  • Manfaat kalsium untuk sang ibu

Untuk ibu yang sedang mengandung, kalsium bermanfaat untuk mencegah komplikasi. Komplikasi ini bisa terjadi apabila Anda kekurangan kalsium karena seluruh kalsium dalam tubuh Anda diserap oleh bayi.

Anda menjadi terancam mengalami osteoporosis nantinya. Ini bisa terjadi karena tulang Anda menjadi keropos. 

Baik sang ibu maupun bayi dalam kandungan sama-sama membutuhkan asupan kalsium. Oleh sebab itu, jangan remehkan penggunaan suplemen kalsium seperti Cavit D3.

Bayi akan terus menyerap kalsium dari dalam tubuh Anda, tak peduli berapa banyak kalsium yang tersisa. Jadi, teruslah tingkatkan asupan kalsium Anda sehari-hari. 

Sumber kalsium selain suplemen

Suplemen memang bisa menjadi salah satu sumber kalsium yang efektif. Akan tetapi, Anda juga bisa mendapatkan kalsium dari sumber-sumber lainnya, contohnya seperti: 

  • Produk susu

Produk susu sangat terkenal sebagai sumber makanan yang tinggi akan kalsium. Anda bisa mengonsumsi susu untuk meningkatkan kalsium, atau produk lainnya yang diolah dari susu, seperti keju atau yogurt.  

  • Sayuran

Beberapa jenis sayuran juga bisa Anda jadikan sebagai sumber kalsium. Contohnya seperti sayur kubis, tahu, dan sayur bok choy

  • Sumber lainnya

Selain produk susu dan sayuran, kalsium juga bisa Anda dapatkan dari makanan lain seperti salmon, sereal, sarden, dan jus jeruk.

Ingatlah untuk selalu meningkatkan asupan kalsium selama Anda berada di tengah masa kehamilan. Gunakan Cavit D3 sesuai anjuran pemakaian untuk memaksimalkan efek penggunaannya. Akan lebih baik lagi kalau Anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan.

Cara Tepat Memilih Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh

Jika Anda ingin terhindar dari penyakit, maka Anda harus memelihara sistem kekebalan tubuh Anda. Salah satu caranya dengan rutin mengonsumsi asupan vitamin untuk daya tahan tubuh.

Anda mungkin tahu bahwa mengonsumsi vitamin itu penting. Tapi, tahukah Anda bagaimana cara mengonsumsinya dengan cara yang tepat? 

Memilih vitamin untuk daya tahan tubuh

Ada orang yang memilih untuk meningkatkan asupan nutrisi dengan mengonsumsi suplemen vitamin kesehatan. Tapi, ada juga yang beranggapan bahwa suplemen sejenis itu tidak baik, sehingga lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi.

Sebenarnya, baik melalui makanan maupun melalui suplemen, sama-sama bisa berkontribusi dalam meningkatkan asupan nutrisi di tubuh Anda. Selama keduanya dilakukan dengan cara yang wajar. 

Akan lebih baik lagi kalau Anda bisa mengimbangi antara makanan sehat dengan suplemen vitamin. Ini akan membantu Anda untuk membentuk gaya hidup sehat, disertai dengan olahraga.

Agar Anda tidak salah pilih, cobalah perhatikan jenis-jenis vitamin untuk daya tahan tubuh berdasarkan kebutuhan berikut ini: 

  • Berusia di atas 50 tahun

Bagi Anda yang sudah berusia di atas 50 tahun, Anda akan memerlukan nutrisi tertentu. Di usia ini, tubuh mulai kehilangan kemampuan untuk menyerap vitamin D dan B12 akibat faktor pertambahan usia.

Oleh sebab itu, Anda perlu memperhatikan asupan vitamin D dan B12 secara khusus. Caranya bisa melalui konsumsi suplemen kesehatan maupun melalui makanan alami. 

  • Sedang atau akan hamil

Vitamin juga perlu dikonsumsi secara teratur bagi Anda yang sedang atau akan memasuki masa kehamilan. Ketika hamil, Anda mungkin akan sulit mendapatkan zat besi yang cukup dari makanan.

Ini bisa terjadi karena faktor hormonal, serta morning sickness yang membuat Anda muntah di pagi hari. Selain zat besi, tubuh Anda pun rentan kekurangan asam folat.

  • Di tengah program diet

Program diet kadang dilakukan sebagai upaya menurukan berat badan menjadi lebih sehat. Tapi, program diet yang dijalani dengan keliru akan membuat Anda kekurangan sejumlah nutrisi seperti vitamin B12 dan kalsium.

Kekurangan nutrisi ini bisa terjadi apabila Anda adalah seorang vegetarian atau memiliki alergi terhadap susu. Oleh sebab itu, bagi Anda yang sedang berdiet, vitamin untuk daya tahan tubuh yang Anda perlukan adalah vitamin B12 dan kalsium. 

  • Memiliki kondisi genetik tertentu

Vitamin untuk sistem kekebalan tubuh juga diperlukan bagi Anda yang memiliki kondisi genetik tertentu. Kondisi ini diwariskan oleh orang tua, dan mungkin akan membuat Anda kesulitan menyerap nutrisi.

Ini secara khusus bisa terjadi apabila kondisi yang Anda alami meliputi penyakit hati, gangguan autoimun, kanker, ketergantungan alkohol, mutasi gen tertentu, penyakit radang usus, dan lain-lain.

  • Mengalami gejala kekurangan nutrisi

Dalam beberapa kasus, Anda bisa menyadari apabila Anda mengalami kekurangan nutrisi tertentu. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala umum berupa kerontokan rambut yang ekstrim, nyeri tulang atau sendi, kelelahan yang serius, gangguan penglihatan, luka yang sembuh perlahan, dan lain-lain. 

Kekurangan nutrisi bisa terjadi apabila Anda menjadi seorang vegetarian selama bertahun-tahun. Kemungkinan besar, nutrisi yang tidak dimiliki dalam tubuh Anda berupa vitamin B12, vitamin D, serta kalsium.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk tahu lebih jauh apa saja vitamin untuk daya tahan tubuh yang diperlukan. Anda bisa meningkatkan asupan vitamin tersebut lewat makanan maupun melalui suplemen kesehatan.