RS PKU Muhammadiyah Gombong Resmikan Gedung Isolasi COVID-19

RS PKU Muhammadiyah Gombong merupakan unit pelayanan kesehatan yang berdiri sejak tahun 1958 dan memiliki pelayanan kesehatan rawat jalan dan penunjang medik lainnya, di antaranya:

  • Poliklinik Umum
  • Poliklinik Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Poliklinik Spesialis Anak
  • Poliklinik Spesialis Saraf
  • Poliklinik Spesialis Mata
  • Poliklinik Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT)
  • Poliklinik Spesialis Kebidanan dan Kesehatan Kandungan
  • Poliklinik Spesialis Bedah (Umum, Tulang, Saraf)
  • Poliklinik Spesialis Kesehatan Jiwa
  • Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam
  • Poliklinik Spesialis Penyakit Paru-paru
  • Poliklinik Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
  • Poliklinik Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin
  • Poliklinik Fisioterapi
  • Konsultasi Psikologi
  • Konsultasi Gizi

Pada 3 November 2020, telah dilaksanakan peresmian Gedung Isolasi COVID-19 Terpadu Al Mumin RS PKU Muhammadiyah Gombong. Gedung isolasi COVID-19 diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, serta jajaran Forkompimda. Acara juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi IX, Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kejaksaan Negeri Kebumen, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Kapolres, serta Dandim dan pejabat daerah setempat. Selain Gedung isolasi COVID-19, RS PKU Muhammadiyah Gombong juga sekaligus meresmikan Instalasi Radioterapi dan Kemoterapi Terpadu serta Instalasi Hemodialisa Terpadu 70 Unit, bersamaan dengan peletakan batu pertama Klinik Utama PKU Muhammadiyah Tambak.

Selama ini, penanganan pasien COVID-19 di daerah selatan Jawa Tengah masih mengandalkan RSUD Margono dan beberapa rumah sakit di Cilacap dan sekitarnya. Karena terletak di antara Purwokerto dan Purworejo, maka masyarakat biasanya memilih untuk ke rumah sakit yang ada di Purwokerto atau Yogyakarta. Oleh karena itu, pembangunan gedung khusus penanganan pasien COVID-19 diharapkan bisa lebih optimal dalam memberikan fasilitas untuk masyarakat wilayah selatan Jawa Tengah dan membantu pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan. Tidak hanya untuk COVID-19, RSU PKU Muhammadiyah Gombong juga diharapkan bisa fokus pada penyakit lain seperti TBC dan penanganan kasus stunting, yaitu pertumbuhan tubuh dan otak anak terhambat karena kekurangan gizi yang kronis.

Menko PMK dan Menkes juga memberikan bantuan untuk RS PKU Muhammadiyah Gombong dan pemerintah daerah Kabupaten Kebumen. Bantuan yang diberikan berupa 1 Unit Ventilator (IPB), 1 Unit Ventilator ICU, APD Lengkap sebanyak 500 pcs, Masker Medis sebanyak 1.000 pcs, Masker N95 sebanyak 5.000 pcs dan Masker KF94 sebanyak 10.000 pcs. Bantuan diberikan langsung oleh Menkes kepada Direktur RS. Sedangkan bantuan untuk pemerintah daerah yang diterima langsung oleh Bupati Kebumen berupa 4 Unit Ventilator ICU, 9 Box APD (324 pcs), Masker N95 sebanyak 5.000 pcs, dan Masker KF94 sebanyak 10.000 pcs.

Dikutip dari ubahlaku.id, Menko PMK memberikan apresiasi terhadap RS PKU Muhammadiyah Gombong atas pembangunan ruang isolasi khusus COVID-19 yang sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan, yaitu pengadaan ruang isolasi pasien COVID-19 tidak boleh bercampur dengan ruangan pasien umum. Direktur Utama RS Ibnu Nasser menjelaskan, gedung isolasi ini memiliki kapasitas 9 tempat tidur di ruang ICU, 45 tempat tidur di lantai satu, dan 45 tempat tidur di lantai dua. Tempat ini juga dilengkapi dengan 10 ICU Covid, 3 Hemodealisa Covid, dan pemeriksaan penunjang yang lain seperti radiologi dan laboratorium khusus Covid serta pemulasaraan jenazah COVID-19. RS PKU Muhmamadiyah Gombong juga menjadi salah satu tempat bantuan Proyek Mentari dengan bantuan USAID yang difokuskan untuk penanganan TBC resisten obat.