Ketahui Prosedur Laparoskopi di RS Siloam Mataram

Laparoskopi adalah suatu prosedur diagnostik bedah yang digunakan untuk memeriksa organ yang ada di di dalam perut. Prosedur medis ini memiliki risiko rendah, dan hanya butuh prosedur invasif minimal yaitu dengan sayatan kecil. Jika Anda membutuhkan prosedur laparoskopi, Anda bisa mendapatkannya di rumah sakit, termasuk RS Siloam Mataram.

Laparoskopi menggunakan suatu alat yang disebut laparoskop untuk melihat organ perut. Laparoskop adalah tabung tipis panjang dengan cahaya berintensitas tinggi dan kamera beresolusi tinggi di bagian depan. Instrumen tersebut dimasukkan melalui sayatan di dinding perut. Saat bergerak, kamera mengirimkan gambar ke monitor video.

Laparoskopi memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam tubuh secara real time, tanpa harus melakukan operasi terbuka. Dokter juga dapat memperoleh sampel biopsi selama prosedur laparoskopi ini.

Manfaat Prosedur Medis Laparoskopi 

Bekerja dengan metode laparoskopi yang bisa dilakukan di RS Siloam Mataram ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan operasi tradisional. Hal ini karena melibatkan lebih sedikit pemotongan atau sayatan pada tubuh. Berikut manfaat melakukan prosedur medis laparoskopi:

  • Anda memiliki bekas luka yang lebih sedikit.
  • Anda keluar dari rumah sakit lebih cepat.
  • Anda akan merasakan lebih sedikit rasa sakit saat bekas luka sembuh, dan sembuh lebih cepat.
  • Anda bisa kembali menjalankan aktivitas normal sehari-hari Anda lebih cepat.
  • Anda mungkin memiliki lebih sedikit jaringan parut internal daripada dibandingkan cara tradisional lain.

Dengan metode tradisional, Anda mungkin menghabiskan waktu selama seminggu atau lebih di rumah sakit untuk operasi usus, dan harus pemulihan total yang bisa memakan waktu 4 hingga 8 minggu. Jika Anda menjalani operasi laparoskopi, Anda mungkin hanya tinggal 2 malam di rumah sakit dan pulih dalam 2 atau 3 minggu. Selain itu, biaya rawat inap yang lebih pendek biasanya lebih murah.

Risiko Prosedur Medis Laparoskopi

Risiko paling umum yang terjadi akibat prosedur medis laparoskopi seperti yang salah satunya dilakukan oleh RS Siloam Mataram adalah pendarahan, infeksi, dan kerusakan organ yang ada di perut. Meski begitu, kejadian tersebut sebetulnya langka terjadi.

Jika setelah melakukan prosedur laparoskopi Anda memperhatikan tanda-tanda munculnya infeksi, segera hubungi dokter. Berikut tanda-tanda infeksi yang harus Anda perhatikan:

  • demam atau kedinginan
  • sakit perut yang menjadi lebih intens dari waktu ke waktu
  • muncul warna kemerahan, pembengkakan, pendarahan di tempat sayatan
  • mual atau muntah secara terus menerus
  • batuk terus-menerus atau tidak kunjung sembuh
  • sesak napas
  • tidak mampu untuk buang air kecil
  • pusing

Selain itu, ada risiko kecil kerusakan pada organ yang diperiksa selama melakukan prosedur laparoskopi. Darah dan cairan lain bisa bocor ke tubuh jika ada organ yang tertusuk. Dalam hal ini, Anda akan memerlukan operasi lain atau operasi tambahan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Risiko yang jarang terjadi akibat melakukan prosedur laparoskopi meliputi:

  • komplikasi dari penggunaan anestesi 
  • radang dinding perut
  • terbentuk gumpalan darah yang dapat menyebar ke panggul, kaki, atau paru-paru

Dalam beberapa kondisi khusus, ahli bedah kemungkinan percaya bahwa risiko laparoskopi diagnostik terlalu tinggi untuk menjamin manfaat menggunakan teknik invasif minimal. Situasi ini sering terjadi pada saat menjalani operasi perut sebelumnya, yang meningkatkan risiko pembentukan perlengketan antara struktur di perut. Melakukan prosedur laparoskopi dengan adanya risiko perlengketan akan memakan waktu lebih lama dan meningkatkan risiko cedera organ. 

Oleh karena itu, sebaiknya semua prosedur medis yang akan dilakukan termasuk prosedur laparoskopi yang salah satunya bisa dilakukan di RS Siloam Mataram tersebut harus diawali dengan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Selain itu, Anda juga bisa menanyakan mengenai risiko yang akan timbul dan gejala yang akan terjadi sehingga Anda bisa menjadi lebih waspada dan bisa mengetahui secara cepat jika ada infeksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *