Lakukan Apa Ketika Tulang Kering Sakit Saat Lari?

Lakukan Apa Ketika Tulang Kering Sakit Saat Lari?

Berlari jadi salah satu aktivitas olahraga yang banyak digemari khalayak. Mulai dari berlari di atas treadmill, hingga berlari di luar ruangan, sama-sama dinilai baik bagi kesehatan dan punya beragam manfaat lainnya. Namun, saat melakukan aktivitas ini, banyak orang mengeluhkan tulang kering sakit saat lari. Lantas bagaimana mengatasinya?

Meski tidak melulu, tapi hampir sebagian besar kasus tulang kering saat lari disebabkan oleh suatu kondisi yang disebut bidai tulang kering. Dalam istilah medis, kondisi ini punya nama medial tibial stress syndrome.

Berlari jadi aktivitas paling potensial bagi terjadinya bidai tulang kering, karena, ketika berlari tulang kering dan jaringan ikat yang ada di sekitarnya mengalami tekanan yang berulang-ulang sehingga tungkai bawah menjadi rusak. Terlebih jika seseorang tidak melakukan pemanasan yang cukup sebelum mulai berlari, maka kemungkinannya akan semakin besar.

Pada dasarnya, medial tibial stress syndrome bukanlah suatu kondisi kesehatan yang serius. Akan tetapi, kita tak bisa mengabaikannya begitu saja. Kita harus melakukan sesuatu agar kondisinya tidak semakin parah. Jika kamu merasakan tulang kering sakit saat lari, jangan dipaksakan. Segeralah lakukan upaya-upaya pertolongan pertama agar gejalanya bisa teratasi.

Lebih lanjut, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat merasakan tulang kering sakit saat lari:

  • Istirahat

Segeralah menepi dan istirahat sejenak ketika tiba-tiba tulang keringmu terasa sakit saat berlari. Setelah itu, hindari aktivitas fisik yang dapat memperparah rasa nyeri atau mengakibatkan bengkak dan rasa tidak nyaman. Namun, bukan berarti kamu tidak beraktivitas sama sekali.

Sembari menunggu rasa nyeri itu reda, kamu bisa melakukan pendinginan. Dalam tahap ini, kamu tetap dapat melakukan olahraga, khususnya low-impact, seperti berenang, yoga, dan bersepeda. Akan tetapi, hindari berlari selama kaki kamu masih nyeri karena hanya akan memperparah kondisinya.

  • Kompres es

Tempelkan kompres dingin pada area tulang kering kaki yang terasa sakit. Caranya, bungkus es dalam plastik dan lapisi dengan lap atau hamduk agar es tidak langsung menyentuh kulit. Kompres area yang nyeri selama 15-20 menit. Ulangi sebanyak 4-8 kali dalam sehari sampai terasa lebih baik.

  • Pereda nyeri

Jika sakit di bagian tulang keringmu sudah tidak tertahankan, kamu boleh saja mengambil dosis atau mengonsumsi pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol yang dapat kamu beli di warung atau toko obat. Meski sebagian besar obat pereda nyeri dapat ditebus tanpa resep dokter, tetapi ada baiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau setidak-tidaknya apoteker, ya.

Biasanya pengidap cedera yang menyerang tulang kering ini bisa pulih dalam waktu beberapa minggu. Intinya, seseorang tak boleh memberikan beban yang berat terhadap tulang keringnya selama masa recovery.

Di samping itu, kamu juga perlu menghindari HARM (heat, alcohol, rungging, and massage) selama beberapa hari pertama setelah cedera. Pasalnya, hal-hal di atas merupakan faktor yang bisa meningkatkan suplai darah ke daerah cedera. Nah, hal inilah yang nantinya bisa menyebabkan lebih banyak peradangan.

Untuk menjaga kondisi tulang kering tetap terjaga, kamu juga bisa memanfaatkan perban elastis (Tensor atau Ace) untuk membebat kakimu. Kamu juga bisa mengenakan pembungkus otot neoprene dimulai dari bawah lutut sampai pergelangan kaki. Perban elastis dan pembungkus otot berguna menyangga dan menghangatkan otot di sekitar tulang kering serta memadatkan tendon ke tulang kering agar tidak mengalami tekanan dan ketegangan.

Namun, jika tulang kering sakit saat lari yang dialami tempo hari tak kunjung sembuh meski sudah melakukan banyak upaya, jangan ragu minta bantuan profesional. Kamu bisa mendatangi dokter spesialis orthopedi atau fisioterapis. Yang terpenting, jangan biarkan sakit yang dialami kakimu terjadi berlarut-larut.

Cara Mengatasi Perut Bunyi

Perut bunyi, atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan borborygmic, merupakan sebuah fenomena normal yang dapat dialami oleh siapapun. Kondisi ini sering dihubungkan dengan rasa lapar, pencernaan yang tidak komplit, dan konsumsi makanan tertentu. Perut bunyi tidak selalu berasal dari lambung, namun juga dapat muncul dari usus kecil atau saluran pencernaan lainnya. 

Meskipun perut bunyi merupakan sebuah bagian normal pencernaan, ada kalanya perut bunyi menjadi suatu hal yang melakukan. Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini untuk menghentikan perut bunyi. 

  • Minum air

Minum segelas air putih dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi perut bunyi, terutama apabila mengonsumsi makanan tidak mungkin dilakukan. Air akan membantu proses pencernaan sekaligus mengisi lambung. Kedua aksi tersebut dapat membantu mencegah perut bunyi. Untuk hasil yang terbaik, air perlu diminum sedikit demi sedikit sepanjang hari. Terlalu banyak mengonsumsi air putih dalam waktu yang singkat malah akan membuat perut bunyi. 

  • Makan sesuatu

Setelah lambung kosong selama beberapa waktu, perut bunyi dapat menjadi pertanda bahwa Anda perlu makan lagi. Makan makanan dalam jumlah kecil atau ngemil dapat mencegah perut bunyi sementara. Memiliki makanan di dalam lambung juga dapat menurunkan volume suara perut bunyi. 

  • Mengunyah dengan perlahan

Pencernaan dimulai di mulut, lewat aktivitas fisik yang disebut mengunyah makanan. Perut bunyi yang disebabkan karena gangguan pencernaan dapat dicegah dengan mengunyah makanan dengan benar dan makan secara perlahan. Mengunyah makanan dengan baik juga dapat mengurangi jumlah udara yang ditelan, yang mana mencegah terjadinya gas dan gangguan pencernaan. 

  • Batasi gula, alkohol, dan makanan asam

Alkohol, makanan yang mengandung gula, dan makanan asam dapat memicu perut bunyi. Gula, seperti fruktosa dan sorbitol, perlu dihindari. Makanan asam, seperti buah sitrus dan kopi, juga dikenal dapat menyebabkan perut bunyi. Alkohol akan mengiritasi saluran pencernaan dan dapat menyebabkan perut bunyi. Alkohol juga meningkatkan produksi asam dan menyebabkan peradangan di lapisan lambung. Alkohol dosis tinggi dapat menunda pengosongan lambung dan menyebabkan sakit perut. 

  • Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan kentut

Beberapa makanan dan minuman dapat memproduksi gas lebih banyak dibandingkan dengan makanan lainnya. Apabila perut bunyi disebabkan oleh jumlah gas besar yang bergerak di dalam saluran pencernaan, makan menghindari konsumsi makanan dan minuman tersebut dapat mengatasi borborygmi. Beberapa makanan dan minuman yang dapat memproduksi gas di antaranya adalah kacang polong, beer, brokoli, Brussels sprouts, kubis, kembang kol, jamur, bawang bombai, soda, dan gandum utuh. Namun, sumber makanan tersebut mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Akan lebih baik apabila Anda kurangi konsumsi alih-alih menghindari konsumsi. 

  • Tetap aktif

Jalan kaki setelah makan terbukti dapat membantu proses pencernaan dan mempercepat pengosongan lambung. Pengosongan yang lebih cepat tersebut dapat mengurangi perut bunyi. Penelitian mengindikasikan bahwa berjalan selama 20 menit 15 menit setelah makan dapat mengurangi level gula pada orang-orang yang menderita diabetes tipe 2. Akan tetapi, aktivitas intensitas tinggi perlu dihindari seusai makan. 

Meskipun sebuah hal yang normal, perut bunyi dapat diatasi dengan melakukan beberapa langkah seperti makan dengan teratur, menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan perut bunyi, dan terus aktif. Namun, penting untuk menghubungi dokter apabila perut bunyi terus menerus terjadi, terutama apabila ditemani oleh gejala lain, karena hal ini dapat menjadi tanda adanya infeksi gastrointestinal atau kondisi yang lebih serius lainnya.

Penyebab Benjolan Di Leher Kanan Pada Anak

Orang mungkin menemukan benjolan abnormal (massa) di leher mereka. Terkadang, dokter menemukan benjolan di leher sebelah kanan atau kiri saat pemeriksaan. Benjolan leher mungkin terasa sakit atau tidak nyeri tergantung pada penyebabnya. Benjolan leher yang tidak menimbulkan rasa sakit mungkin ada dalam waktu lama sebelum orang menyadarinya.

Menemukan benjolan di leher anak Anda bisa mengkhawatirkan tetapi massa leher sangat umum terjadi pada anak-anak dan biasanya tidak berbahaya.

Benjolan di leher anak dapat disebabkan oleh berbagai hal

Bintik yang bengkak di leher sering kali merupakan kelenjar getah bening yang membesar, misalnya, tanda sistem kekebalan anak Anda sedang melawan infeksi.

Selalu periksakan benjolan, benjolan atau bengkak di leher anak Anda.

Dokter anak anak Anda akan memeriksa ukuran, lokasi, kekencangan benjolan, dan menanyakan tentang:

  • yang lama telah ada
  • apakah anak Anda sedang sakit atau mengalami gejala infeksi lainnya
  • apakah anak Anda pernah berada di dekat hewan peliharaan atau hewan lain, atau berada di luar negeri

Apa yang menyebabkan benjolan di leher?

Penyebab paling umum dari benjolan di leher adalah:

  • Kelenjar getah bening membengkak

Kelenjar getah bening adalah gumpalan kecil jaringan yang merupakan bagian dari sistem limfatik dan membantu melawan infeksi. Anda biasanya tidak melihat kelenjar getah bening kecuali jika bengkak. Orang terkadang menyebutnya “kelenjar bengkak”, tetapi kelenjar getah bening bukanlah kelenjar.

Penyebab umum pembengkakan kelenjar getah bening meliputi:

  • Infeksi tenggorokan (paling umum)
  • Mono (pada anak yang lebih tua dan remaja)
  • Infeksi HIV atau tuberkulosis (TB) (jarang)

Penyebab yang kurang umum dari benjolan leher adalah:

  • Kista (kantung berisi cairan)
  • Pembengkakan pada kelenjar di bawah lidah yang membuat air liur
  • Kanker seperti limfoma, leukemia, atau kanker tiroid (kanker jarang terjadi pada anak-anak)

Bagaimana dokter bisa mengetahui apa yang menyebabkan benjolan di leher sebelah kanan atau kiri ?

Jika anak Anda mengalami benjolan di leher selama beberapa minggu, dokter anak Anda mungkin:

  • Ambil usap tenggorokan untuk mencari infeksi tenggorokan
  • Lakukan tes darah untuk mono, masalah tiroid, atau leukemia
  • Lakukan tes kulit untuk TBC
  • Lakukan rontgen, ultrasound, CT scan, atau MRI

Jika tes ini tidak memberikan jawaban yang jelas, dokter mungkin:

  • Lakukan biopsi pada benjolan

Biopsi melibatkan pengangkatan sepotong kecil jaringan dengan jarum. Dokter kemudian melihat jaringan di bawah mikroskop.

Diagnosis dan pengobatan infeksi pada leher:

Infeksi leher yang paling umum adalah virus atau bakteri dan beberapa dapat diobati dengan antibiotik. Pada jenis infeksi leher “atipikal” atau tidak biasa tertentu, seorang anak mungkin tidak tampak begitu sakit tetapi benjolan yang terinfeksi tampaknya memburuk. Bisa juga perubahan warna dan konsistensi kulit di atasnya.

Jenis yang paling umum dari infeksi kelenjar getah bening atipikal adalah non-tuberculosis mycobacterium dan mungkin memerlukan pembedahan, atau butuh waktu berbulan-bulan untuk sembuh.

Jika anak Anda tidak merespons antibiotik atau tampak sangat sakit, mengalami demam tinggi atau berkepanjangan dan kemerahan pada kulit di atas benjolan, dokter anak Anda dapat merekomendasikan:

  • Antibiotik IV, yang mengobati infeksi lebih cepat karena langsung masuk ke aliran darah. Kunjungan ke unit gawat darurat atau tinggal di rumah sakit juga akan memudahkan pemantauan anak Anda.
  • Tes laboratorium atau pencitraan, seringkali berupa ultrasonografi atau tomografi komputer (CT scan), untuk menentukan seberapa parah infeksinya. Dalam kasus yang jarang terjadi, biopsi jarum juga dapat dilakukan untuk membantu mengidentifikasi penyebab infeksi.
  • Pengurasan secara bedah. Jika antibiotik saja tidak dapat menyembuhkan infeksi, terkadang infeksi perlu dikeringkan menggunakan jarum atau alat bedah seperti pisau bedah atau lancet.

Sebagai orang tua harus selalu memperhatikan kondisi tubuh pada anak, jika ada sesuatu yang aneh pada tubuh anak cobalah untuk segera memeriksakan ke dokter terlebih lagi jika terjadi benjolan di leher kanan atau kiri pada anak. Bisa menjadi penyebab beberapa penyakit serius.  

Tips Menghindari dan Menangani KIPI Vaksinasi Covid 19

Tips Menghindari dan Menangani KIPI Vaksinasi Covid 19

Efek samping vaksinasi atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) kerap menjadi sorotan akhir-akhir ini. Khususnya, banyak orang dengan serius memperhatikan dan mewaspadai KIPI vaksinasi Covid-19. 

Gejala efek samping dari pemberian vaksin Covid 19 sendiri sudah tergolong aman karena hanya bersifat lokal dan tidak serius, seperti pegal di otot lengan sampai rasa lelah dan mengantuk. Namun bagi sebagian kecil orang, KIPI yang cukup serius tetap mengintai dan perlu diwaspadai, seperti demam, alergi, pingsan, bahkan sampai sesak napas. 

KIPI memang merupakan reaksi tubuh atas masuknya virus yang sudah dilemahkan ataupun sudah mati ke dalam tubuh Anda. Namun, bukan berarti KIPI tidak bisa dicegah dan ditangani. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari dan menangani KIPI vaksinasi Covid 19. 

  1. Pastikan Tidak Sakit 

KIPI yang lebih serius bisa lebih mudah mendatangi Anda yang sedang dalam kondisi tidak fit. Karena itu, pastikan Anda divaksinasi ketika tubuh sehat dan tidak sedang mengalami keluhan apapun. Anda pun harus dengan jujur menjawab pertanyaan petugas vaksinasi yang melakukan screening. Jangan memaksakan diri untuk divaksinasi apabila ada beberapa syarat vaksinasi yang tidak Anda penuhi terkait kesehatan. 

  1. Perbanyak Minum Air

Memperbanyak mengonsumsi air putih sehabis vaksinasi Covid 19 sangat penting. Ini guna memastikan suhu tubuh tetap normal karena hidrasi yang berkecukupan. Tidak jarang KIPI berupa demam hadir pada orang-orang yang mengalami dehidrasi. Cara penanganannya pun sebenarnya tidak sulit dengan terus memperbanyak konsumsi air putih minimal 2,5 liter dalam sehari. 

  1. Konsumsi Makanan Bergizi

Saat menerima vaksinasi Covid 19, imunitas tubuh tetap harus dijaga agar reaksi yang tidak diharapkan tidak kejadian. Salah satu meningkatkan imunitas tubuh adalah memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Konsumsilah makanan bergizi dan penuhi kalori yang dibutuhkan. Pada saat ini, Anda perlu mengonsumsi makanan 4 sehat, mulai dari karbohidrat, lauk untuk bekal protein, sayur dan buah sebagai bekal vitamin dan nutrisi lain. 

  1. Jangan Beraktivitas Berat

Tidak ada salahnya mengurangi aktivitas harian Anda jika merasa kelelahan. Ini merupakan KIPI Covid 19 yang terjadi. Anda juga tidak disarankan melakukan aktivitas berat pasca imunisasi untuk mengurangi risiko KIPI yang lebih serius. 

  1. Tidur yang Cukup 

Tidur adalah salah satu cara yang ampuh untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh. Upayakan untuk mendapatkan tidur malam yang cukup sebelum memperoleh vaksinasi. Bahkan setelah diimunisasi, usahakan pula untuk mengambil waktu istirahat guna tidur memang merasakan KIPI berupa rasa kantuk yang cukup berat. Memilih tidur yang cukup bisa menghindari Anda dari efek samping imunisasi yang lebih serius. 

  1. Kompres Air Hangat

Salah satu KIPI Covid 19 yang paling sering dikeluhkan orang adalah rasa pegal dan nyeri di otot tangan yang menjadi area vaksinasi. Anda bisa menanganinya dengan melakukan kompres air hangat di lokasi tersebut. Mengompres air hangat bisa membuat otot lebih lentur sehingga rasa nyeri dapat berkurang. 

  1. Pergi ke Dokter 

Jangan ragu untuk pergi ke dokter apabila Anda merasakan keluhan KIPI semakin parah. KIPI yang bersifat serius, seperti gatal-gatal alergi dan sesak napas juga harus segera ditangani dokter untuk penanganannya. Jika memang bingung hendak ke dokter mana, Anda bisa langsung menghubungi kontak petugas vaksinasi Covid 19 yang diberikan dan meminta arahan.

Gejala dan Penyebab TOF

Tetralogy of Fallot, sering disingkat TOF, merupakan sebuah kondisi yang langka yang disebabkan karena kombinasi 4 cacat jantung yang muncul saat bayi dilahirkan (cacat jantung bawaan). Kondisi cacat tersebut, yang mana memengaruhi struktur jantung, menyebabkan darah kurang oksigen mengalir ke jantung dan seluruh tubuh. Bayi dan anak-anak yang menderita TOF biasanya memiliki kulit berwarna kebiruan karena darah mereka tidak membawa cukup oksigen. 

TOF sering didiagnosa saat bayi baru lahir ataupun setelahnya. Namun, dalam beberapa kasus, TOF tidak terdeteksi hingga seseorang menginjak usia dewasa, tergantung pada tingkat keparahan cacat dan gejala yang ditimbulkan. Dengan diagnosis awal yang diikuti dengan perawatan bedah medis yang tepat, kebanyakan anak dan orang dewasa yang menderita TOF akan memiliki hidup yang relatif normal, meskipun mereka akan tetap mendapatkan perawatan medis seumur hidup dan memiliki batasan tertentu dalam melakukan aktivitas olahraga. 

Gejala TOF bervariasi tergantung seberapa parah hambatan aliran darah keluar dari ventrikel kanan dan ke paru-paru. Tanda dan gejala yang paling umum dijumpai adalah warna biru pada kulit yang disebabkan karena darah yang sedikit mengandung oksigen atau disebut cyanosis, sesak napas dan napas yang cepat terutama saat Anda melakukan olahraga, hilangnya kesadaran atau pingsan, sulit bertambah berat badan, mudah lelah terutama sehabis olahraga, mudah marah, sering rewel, dan terus menerus menangis. 

Terkadang, bayi yang menderita TOF akan tiba-tiba memiliki kulit, kuku, dan bibir yang kebiruan setelah menangis atau makan, atau ketika gelisah dan rewel. Kondisi ini disebut dengan istilah “tet spells” dan disebabkan karena penurunan jumlah oksigen di dalam darah dengan cepat. Tet spells umum dijumpai pada bayi, sekitar 2-4 bulan. Balita dan anak dapat dengan tiba-tiba berjongkok saat mereka kehabisan napas. Jongkok dapat meningkatkan aliran darah ke paru-paru. Carilah bantuan medis secepatnya apabila Anda melihat bayi memiliki gejala seperti sulit bernapas, perubahan warna kulit yang menjadi lebih kebiruan, pingsan atau kejang, tubuh yang terasa lemah, dan rewel yang tidak biasa. 

Penyebab

TOF terjadi pada masa pertumbuhan janin, ketika jantung bayi sedang berkembang. Faktor seperti nutrisi ibu hamil yang kurang, penyakit virus, dan gangguan genetik dapat meningkatkan risiko kondisi Anda. Dalam kebanyakan kasus, penyebab TOF tidak diketahui. 4 ketidaknormalan yang masuk ke dalam TOF adalah:

  • Pulmonary valve stenosis. Kondisi ini adalah sebuah penyempitan katup paru, katup yang memisahkan ventrikel kanan jantung dengan pembuluh darah utama yang menuju ke paru (pulmonary artery). Penyempitan katup paru mengurangi aliran darah ke paru-paru. Penyempitan tersebut juga dapat memengaruhi otot di bawah katup paru.
  • Ventricular septal defect. Ini adalah lubang di dinding (septum) yang memisahkan bilik jantung. Lubang tersebut membuat darah tanpa oksigen di ventrikel kanan untuk mengalir ke ventrikel kiri dan bercampur dengan darah beroksigen segar dari paru. 
  • Overriding aorta. Aorta sedikit bergeser ke kanan dan berada di atas ventricular septal defect. 
  • Right ventricular hypertrophy. Ketika pacu pompa jantung bekerja terlalu keras, hal tersebut menyebabkan dinding otot di ventrikel kanan untuk menebal. Hal ini dapat menyebabkan jantung kaku, menjadi lemah, dan untuk akhirnya gagal. 

Meskipun penyebab utama TOF tidak diketahui, berbagai faktor dapat meningkatkan risiko bayi untuk terlahir dengan kondisi ini. Beberapa faktor risiko tersebut adalah penyakit akibat virus pada saat kehamilan (contohnya rubella), konsumsi alkohol saat hamil, nutrisi buruk saat hamil, ibu hamil yang berusia lebih dari 40 tahun, orang tua yang memiliki TOF, dan sindrom Down.

Apakah Rapid Antibodi Perlu Dilakukan?

Rapid antibodi adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dijalankan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah. Ketika terinfeksi corona, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian. Dalam penelitian, respons antibodi pada sebagian besar pasien Covid-19 baru muncul pada pekan kedua setelah infeksi. Kekuatan respons ini berbeda pada setiap orang. Faktor yang berpengaruh antara lain umur, nutrisi, tingkat keparahan penyakit, dan adanya penyakit penyerta.

Rapid antibodi ini akan dilakukan dengan menggunakan sampel darah. Di dalam sampel darah tersebut, akan dicari IgG dan IgM. IgG adalah singkatan dari Immunoglobulin G dan IgM adalah kependekan dari Immunoglobulin M. Keduanya merupakan bentuk dari antibodi atau bagian dari sistem kekebalan tubuh.

  • IgG

IgG adalah jenis antibodi yang paling banyak ada di darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi ini bertugas untuk melindungi tubuh dari infeksi dengan cara mengingat bakteri atau virus yang sebelumnya pernah terpapar di tubuh Anda. Sehingga, saat virus atau bakteri itu kembali, tubuh sudah tahu bahwa ia harus dilawan.

  • IgM

IgM adalah antibodi yang terbentuk saat Anda pertama kali terinfeksi oleh virus ataupun bakteri jenis baru. Bisa dibilang, IgM adalah garda terdepan pertahanan tubuh kita.

Saat tubuh merasa bahwa ada infeksi yang akan terjadi, maka kadar IgM di tubuh akan meningkat, sebagai persiapan melawan virus atau bakteri. Lalu, setelah beberapa saat, kadar IgM akan mulai menurun, digantikan oleh IgG yang akan melindungi tubuh dalam jangka waktu lebih lama.

Selain itu, ada potensi reaksi silang kemunculan antibodi akibat adanya jenis virus selain SARS-CoV-2. Sebab, rapid antibodi ini tidak secara spesifik memeriksa SARS-CoV-2. Artinya, hasil tes bisa jadi positif atau reaktif tapi bukan disebabkan oleh Covid-19. Meski begitu, Anda tetap harus memerhatikan hasil dari rapid antibodi. 

Jika Hasil Negatif

  • Anda akan diarahkan agar menjalani isolasi mandiri.
  • Bila gejala makin berat saat isolasi, harus langsung ke fasilitas kesehatan. Jika gejala tidak meningkat, harus test lagi sepuluh hari kemudian.
  • Bila setelah tes lagi hasil masih negatif, gejala yang muncul bukan Covid-19.
  • Bila setelah tes lagi hasil positif, peserta menjalani swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut
  • Bila hasil swab test RT-PCR negatif, berarti penyakit bukan Covid-19. Bila hasil positif, Anda menjadi pasien Covid-19.
  • Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah. Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Jika Hasil Positif

  • Peserta tes segera diminta mengikuti swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut.
  • Bila hasil swab test RT-PCR negatif, berarti penyakit bukan Covid-19. Bila hasil positif, peserta menjadi pasien Covid-19.
  • Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah. Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Rapid antibodi mungkin dapat memberikan hasil yang keluar dengan cepat. Namun, sebaiknya hasil dari tes ini tidak digunakan untuk mendiagnoisis infeksi aktif yang terjadi pada seseorang. 

Tes ini hanya digunakan untuk mendeteksi antibodi yang ada di dalam sistem kekebalan tubuh sebagai respon pada virus corona, dan bukan mengenai keberadaan virus itu sendiri. Memerlukan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu untuk antibodi agar dapat berkembang dan terdeteksi dalam hasil tes ini. Oleh sebab itu, jika Anda ingin langsung memastikan apakah terinfeksi virus corona atau tidak, sebaiknya langsung melakukan swab PCR saja.

Mengenal Penyakit Huntington yang Perlu Kamu Waspadai

Barangkali banyak yang belum mengetahui penyakit Huntington ini. Penyakit Huntington adalah penyakit menurun yang menyebabkan kerusakan sel-sel saraf pada otak yang progresif. Penyakit Huntington juga bisa dikatakan penyakit keturunan yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan dalam berpikir dan bergerak, serta gangguan kejiwaan. 

image Penyakit Huntington

Seseorang yang menderita penyakit Huntington akan mengalami kesulitan dalam beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara lain, penyakit Huntington akan memburuk secara bertahap dari waktu ke waktu dan dapat berakibat fatal setelah periode 20 tahun. Hal ini disebabkan karena penderitanya sering kali melakukan gerakan-gerakan tak terkendali yang terlihat seperti tarian yang menyentak.

Penyebab Penyakit Huntington

Penyakit Huntington disebabkan oleh kelainan gen yang diturunkan dari orang tua. Penyakit Huntington disebut juga penyakit autosomal dominan, yang artinya seseorang hanya membutuhkan satu salinan dari gen yang rusak untuk menderita penyakit tersebut. 

Salah seorang dari orang tua dengan gen yang rusak dapat meneruskan salinan gen yang rusak atau salinan yang sehat ke anak keturunannya. Sehingga, setiap anak dalam keluarga tersebut memiliki 50 persen kemungkinan mendapat kelainan gen dan menderita penyakit Huntington.

Penyakit Huntington dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Penderita penyakit Huntington pada akhirnya membutuhkan bantuan dalam perawatan dalam kehidupan sehari-hari karena berbagai keterbatasan, seperti kehilangan kemampuan berbicara ataupun gangguan makan karena sulit menelan.

Gejala Penyakit Huntington

Gejala yang terjadi pada penyakit Huntington biasanya terjadi rentang usia 30 hingga 50 tahun. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk terjadi lebih awal atau lebih lambat dari usia tersebut. Kondisi ini biasanya berakhir fatal sekitar 15 hingga 20 tahun setelah gejala dimulai. Di bawah ini, beberapa gejala penyakit Huntington yang perlu kamu waspadai: 

  • Kesulitan berkonsentrasi dan mengingat sesuatu;
  • Mengidap depresi;
  • Sering tersandung atau gangguan dalam berjalan dan nampak kikuk;
  • Gerakan menyentak atau gelisah dari anggota tubuh seperti lengan atau kaki yang tidak disadari;
  • Perubahan suasana hati dan kepribadian;
  • Gangguan menelan, berbicara, dan bernapas;
  • Kesulitan bergerak.

Dari gejala-gejala di atas yang timbul, penderita disarankan menemui dokter jika telah melihat perubahan dalam gerakan, seperti sulit berjalan lurus, keadaan emosi, atau kemampuan mental. Namun perlu dicatat, tanda-tanda dan gejala penyakit Huntington dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi lain di luar yang tertulis di artikel ini. Oleh karena itu, penting mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan rutin ke dokter juga sangat dianjurkan.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter seseorang mungkin memerlukan sesuatu agar konsultasi berjalan dengan lancar. Penderita bisa membantu dokter dengan membuat daftar yang mencakup hal-hal berikut ini:

  • Gejala yang dirimu alami;
  • Perubahan dalam gaya hidup atau stres yang terjadi di hidupmu;
  • Semua obat-obatan, termasuk suplemen makanan yang kamu konsumsi serta dosisnya;
  • Riwayat keluarga penyakit Huntington atau gangguan lain yang menyebabkan gangguan gerak atau kondisi kejiwaan.

Ketika berkonsultasi, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendiagnosis keadaanmu. Biasanya, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan yang ini:

  • Kapan dirimu mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejala dirimu datang terus-menerus atau sesekali?
  • Adakah ada anggota keluarga yang pernah didiagnosis menderita penyakit Huntington?
  • Adakah anggota keluarga yang pernah didiagnosis menderita gangguan gerakan atau gangguan kejiwaan lain?
  • Apakah dirimu mengalami kesulitan melakukan pekerjaan, tugas sekolah, atau tugas sehari-hari?
  • Pernahkah dirimu memperhatikan perubahan suasana hatimu secara umum?
  • Apakah dirimu merasa sedih sepanjang waktu?
  • Pernahkah di dalam benakmu berpikir tentang bunuh diri?

Ya, begitulah definisi, penyebab, gejala, dan waktu yang tepat ke dokter untuk penanganan penyakit Huntington. Informasi ini bisa dijadikan sebagai jalan awal mengenal kondisi medis langka ini lebih mendalam.

Bahaya Narkotika Sebabkan Meth Mouth dan Komplikasinya

Bahaya Narkotika Sebabkan Meth Mouth dan Komplikasinya

Narkotika memiliki banyak dampak merugikan pada tubuh, dan yang paling fatal adalah overdosis hingga kematian. Ada banyak jenis obat terlarang, salah satunya metamfetamin (meth) atau yang dikenal sebagai sabut.

Metamfetamin merupakan stimulan kuat yang sangat membuat ketagihan. Penggunaannya dapat menyebabkan kerusakan gigi dan mulut yang sangat serius. Kondisi ini disebut dengan meth mouth atau pembusukan gigi karena narkoba. 

Metamfetamin sangat mempengaruhi gigi dan mulut

Menurut American Dental Association (ADA), meth mouth bukanlah diagnosis klinis. Tapi ketika seseorang mengonsumsi sabu, ada tingkat kerusakan gigi dan penyakit periodontal yang terjadi diantara mereka.

Berdasarkan penelitian oleh ADA terhadap 571 pengguna sabu, ditemukan hasil sebagai berikut:

  • 96% mengalami kerusakan gigi
  • 31% kehilangan 6 gigi atau lebih
  • 23% partisipan masih memiliki semua gigi asli
  • 6% lansia pengguna sabu memiliki kurang dari 10 gigi

Bagaimana metamfetamin merusak gigi dan mulut?

Metamfetamin merusak gigi dengan beberapa cara:

  1. Bruxism

Penggunaan metamfetamin mengembangkan bruxism, kondisi dimana seseorang mengatupkan dan/atau menggeretakkan gigi secara berlebihan.

  1. Aditif pada sabu

Metamfetamin memiliki zat aditif seperti asam baterai, alkali, antibeku, asam klorida dan banyak lainnya yang bersifat asam. Kandungan asam tersebut dapat mengikis dan melemahkan gigi sehingga menjadi lebih mudah patah.

  1. Kurangnya kebersihan gigi

Efek dari konsumsi sabu bisa bertahan hingga 12 jam. Dalam rentang waktu tersebut pengguna biasanya tidak membersihkan gigi dengan baik, sehingga zat dari metamfetamin tertinggal di gigi.

  1. Pola makan yang buruk

Di bawah pengaruh sabu atau selama masa penarikan, pengguna seringkali mengidam makanan manis dan minuman berkarbonasi yang dapat merusak gigi.

  1. Xerostomia

Penggunaan stimulan seperti sabu-sabu dapat menyebabkan xerostomia, atau mulut kering. Air liru berfungsi melindungi gigi yang melindungi dari asam dan mengundang lebih banyak bakteri untuk menggerogoti enamel gigi. 

Gejala meth mouth

Gejala meth mouth berbeda-beda setiap orang karena terganggu pada tingkat kerusakan yang terjadi. Beberapa gejala mulut sabut yang paling umum antara lain:

  • Kerusakan gigi
  • Gigi patah
  • Gusi merah atau bengkak
  • Gigi menghitam dan busuk
  • Mulut kering
  • Radang gusi
  • Lesi karies
  • Bau mulut

Harus diobati sebelum terlambat

Penelitian yang dilakukan di China menemukan bahwa seseorang yang baru menggunakan sabu dan menyikat gigi minimal dua kali sehari berisiko lebih rendah terkena meth mouth

Namun meski begitu, sulit untuk mencegah kerusakan gigi seiring dengan meningkatnya penggunaan sabu. Kerusakan gigi yang tidak terlalu serius memang bisa diobati, tapi dalam kebanyakan kasus penggunaan sabu menyebabkan kerusakan gigi yang sangat parah.

Meth mouth tidak bisa diobati. Opsi perawatannya yang tersedia hanyalah mencabut gigi yang sudah rusak. Memelihara gigi yang rusak juga dapat menyebabkan komplikasi seperti sulit mengunyah, abses gigi, dan penurunan berat badan akibat kurangnya asupan makanan.

Jika Anda tidak ingin memiliki gigi ompong di masa muda, maka cara terbaik adalah dengan mengatasi kecanduan sabu-sabu. Prosesnya cukup panjang, dimana pengguna akan mendapatkan detoksifikasi medis bersama dengan terapi berkelanjutan dan dukungan sosial untuk mencegah kekambuhan. 

Tapi setelah Anda terlepas dari narkoba, Anda akan merasakan kualitas hidup yang lebih baik.

Catatan

Meski narkotika dilarang di Indonesia, ada saja beberapa pihak yang nakal menyalahgunakan obat-obatan tersebut. Selain meth mouth, sabu-sabu juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan otak, serta peningkatan risiko hepatitis dan HIV. 

Kesejahteraan hidup pengguna narkotika juga akan terganggu. Tak jarang mereka mengalami masalah psikologis seperti paranoia dan agresi. Untuk mengobati meth mouth dan masalah kecanduan, diskusikan dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya di App Store atau Google Play Store.

Mallet Finger, Cedera yang Membuat Jari Susah Diluruskan

Salah satu kelainan pada jari adalah mallet finger yang membuat jari tidak bisa bergerak dengan lurus. Kondisi ini disebabkan karena jari terbentur dengan sesuatu yang keras sehingga membuat tendon di belakang jari tangan robek atau terlepas dari tulang jari.

Umumnya, yang sering mengalami mallet finger adalah pemain basket dan baseball yang sering dibentur oleh bola. Namun, hal  lainnya yang berhubungan dengan benturan keras juga dapat mengakibatkan kondisi ini.

Bagaimana mallet finger dapat terjadi?

Tendon berbentuk seperti tali yang terbuat dari serat kolagen dan mengikat otot ke tulang. Ketika tendon mengalami benturan, jaringan tendok dapat robek atau menarik tendon dari tulang ujung jari. Pada beberapa kasus, fragmen tulang juga akan terlepas bersama tendon. Hal inilah yang membuat mallet finger dapat terjadi.

Mallet finger dapat menyebabkan rasa nyeri, bengkak, atau memar. Darah juga dapat bergumpal dibawah kuku, bahkan kuku juga bisa terlepas dari jari.

Diagnosis mallet finger

Untuk memulai pemeriksaan, dokter akan menanyakan seputar gejala yang dirasakan serta melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa jari yang dicurigai mengalami mallet finger dengan mendorong jari ke posisi yang lurus. Kemudian, jika jari tidak bisa lurus dengan sendirinya kemungkinan besar jari tersebut mengalami mallet finger. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Rontgen

Dokter akan mengambil gambar pada tulang jari melalui rontgen tangan. Rontgen dilakukan untuk melihat apakah terdapat tulang jari yang retak atau patah. Selain itu, melalui rontgen juga melihat apakah terdapat benda asing pada jari yang dicurigai mengalami mallet finger.

  • MRI dan USG

Selain rontgen, dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan dengan MRI atau USG. Tes ini guna melihat keparahan cedera pada tendon dan jari tangan.

Mengobati mallet finger

Pengobatan mallet finger akan dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya. Perawatannya dapat dilakukan mulai dari penanganan di rumah hingga operasi.

  • Penanganan di rumah

Ketika tangan mengalami cedera, pertolongan di rumah yang dapat dilakukan adalah:

Kompres dingin

Kompres jari yang cedera dengan es batu yang dilapisi handuk. Pastikan Anda untuk tidak menempelkan es batu langsung karena dapat menyebabkan radang dingin.

Mengangkat tangan

Untuk mengurangi pembengkakan, segera angkat tangan lebih tinggi dari posisi jantung.

Minum obat pereda nyeri

Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen. Ikuti aturan pakai pada kemasan untuk menghindari efek samping yang dapat terjadi.

  • Pemasangan bidai

Untuk menjaga jari tetap lurus hingga tendon sembuh, dokter akan menyarankan untuk menggunakan bidai. Umumnya bidai akan dikenakan sekitar enam hingga delapan minggu dan tidak dianjurkan untuk melepaskannya saat mandi. Selanjutnya, bidai dapat digunakan selama dua minggu saat tidur dan melakukan aktivitas berat. Setelah sembuh, dokter akan mengajari Anda untuk latihan gerakan di ujung jari.

  • Perawatan bedah

Perawatan bedah atau operasi akan dianjurkan oleh dokter ketika mallet finger dalam kondisi yang serius atau kompleks. Dokter akan memasukkan atau menyisipkan alat khusus ke dalam tendon dengan tujuan menjaga ujung jari tetap lurus hingga tendon sembuh.

Jika tidak ditangani dengan baik dan benar, mallet finger mungkin akan mengalami komplikasi. Jari dapat menjadi kaku hingga terjadi perubahan pada bentuk tulang. Pada anak-anak, mallet finger juga dapat menghambat pertumbuhan tulang jari yang mengakibatkan jari lebih pendek. 

Segera konsultasikan kepada dokter saat Anda mengalami cedera pada jari. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi dan menyembuhkan mallet finger dengan cara yang tepat.

Yang Sering Ditanyakan di Forum Gigi dan Mulut

Yang Sering Ditanyakan di Forum Gigi dan Mulut

Forum gigi dan mulut merupakan wadah daring yang disediakan untuk Anda bertanya kepada dokter ahli seputar masalah gigi dan mulut. Sebelum Anda memutuskan untuk pergi ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut, Anda bisa bertanya terlebih dahulu di sini mengenai keluhan yang Anda alami. nah, biasanya pertanyaan apa sih yang paling sering ditanyakan oleh orang-orang di forum gigi dan mulut?  Berikut ulasannya:

Sakit Gigi, Penyebab dan Pengobatan

Sakit Gigi

Sakit gigi termasuk topik yang paling sering ditanyakan dalam forum mulut dan gigi. Sakit gigi adalah kondisi medis yang ditandai oleh nyeri pada atau sekitar gigi. Sakit gigi ringan dapat disebabkan iritasi gusi, sedangkan sakit gigi lebih berat disebabkan masalah gigi dan mulut yang perlu penanganan dokter gigi lebih lanjut.

Penyebab

Peradangan pada bagian tengah gigi yang disebut pulpa bisa menjadi penyebab utama Anda merasakan sakit gigi, karena pulpa berisi ujung saraf yang sensitif terhadap rasa sakit. Hal lain yang bisa menjadi penyebab sakit gigi antara lain: gigi berlubang, abses gigi, tambalan gigi rusak, gigi rusak, peradangan pada akar gigi atau gusi

Pengobatan

Solusi yang ditanyakan di forum gigi dan mulut biasanya yang bisa dilakukan di rumah, seperti berkumur dengan air hangat dengan campuran garam, mengonsumsi obat seperti ibuprofen untuk meredakan nyeri, dan menggunakan dental floss untuk mengeluarkan plak di antara gigi. Jika sakit berlanjut Anda bisa segera ke dokter gigi untuk melakukan penambalan atau pencabutan gigi berlubang.

Gusi Bengkak, Penyebab dan Solusi

Gusi Bengkak

Saat membengkak, gusi akan menonjol, berwarna lebih merah, dan biasanya menutupi sebagian area gigi. Gusi bengkak merupakan salah satu masalah yang sering ditanyakan dalam forum gigi dan mulut. Infeksi bakteri yang tidak segera ditangani akan menyebabkan reaksi peradangan pada gusi sehingga timbul bengkak dan nyeri saat digunakan untuk mengunyah makanan.

Penyebab

Sisa makanan yang menumpuk di sela gigi dan gusi akibat tidak menyikat gigi dengan benar bisa menjadi penyebab paling sering gusi bengkak. Penyebab lainnya yaitu peradangan pada gusi, abses gusi, kekurangan asupan vitamin B dan C, infeksi mulut yang disebabkan jamur dan virus, serta iritasi terhadap produk kebersihan mulut seperti obat kumur atau pasta gigi.

Solusi

Biasanya solusi yang ditawarkan di forum gigi dan mulut, yaitu untuk mengobati gusi bengkak di rumah. Beberapa cara yang bisa Anda coba yaitu: berkumur dengan campuran air hangat dan garam, kompres area yang bengkak dengan air hangat, banyak minum air putih 2-3 liter per hari, dan hindari terlebih dahulu produk yang membuat gusi iritasi. Jika belum ada perubahan, Anda bisa hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Gigi Berlubang dan Cara Mengatasi

Gigi Berlubang

Gigi berlubang adalah kerusakan pada gigi yang berisiko menimbulkan karies, abses gusi, dan gigi goyang. Jika tidak segera diatasi, gigi yang awalnya hanya berlubang kecil bisa semakin membesar dan baru merasakan keluhan seperti nyeri dan susah mengunyah. Ketika lubang sudah membesar, bakteri akan semakin menumpuk dan bisa menimbulkan infeksi serta peradangan pada gusi dan gigi.

Penyebab

Penyebab gigi berlubang yang sering ditemui di forum gigi dan mulut yaitu terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula dan asam, kurang menjaga kebersihan mulut seperti tidak menyikat gigi dengan bersih dan benar, mulut kering, dan asam lambung yang sering kambuh. Asam lambung (refluks) yang mengalir ke mulut akan mengikis enamel gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang.

Solusi

Biasanya orang akan bertanya ke forum gigi dan mulut untuk meminta solusi yang bisa dilakukan di rumah. Pada gigi berlubang, jika masih tahap awal Anda bisa rutin menggosok gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Namun, jika lubang sudah membesar hingga mengenai lapisan yang paling dalam, maka Anda harus ke dokter gigi untuk mengatasinya. Ada beberapa cara yang akan dilakukan oleh dokter gigi tergantung seberapa besar lubang pada gigi yang ditimbulkan, mulai dari tambal gigi, pemberian mahkota pada gigi, perawatan saluran akar sampai pencabutan gigi.