Atasi Gejala Pilek dengan Obat Antivirus untuk Flu

Pilek dan flu adalah salah satu penyakit yang terjadi akibat infeksi virus. Karena disebabkan oleh virus, maka salah satu cara pengobatan yang efektif adalah menggunakan obat antivirus untuk flu.

Perlu diketahui, flu bukanlah satu-satunya penyakit yang disebabkan oleh virus. Jadi, jika Anda ingin menggunakan obat untuk virus, penting untuk memilih obat virus yang memang ditujukan untuk penderita flu atau pilek.

Pengertian obat antivirus untuk flu

Obat untuk antivirus adalah obat yang diresepkan untuk melawan virus flu dalam tubuh Anda. Obat ini bisa hadir dalam berbagai macam bentuk, mulai dari pil, cairan, bubuk, larutan infus, dan lain sebagainya. 

Biasanya obat ini tidak dijual secara bebas. Obat-obat flu yang dijual secara bebas bukanlah obat antivirus yang memang dirancang untuk melawan infeksi flu.

Banyak orang mengira bahwa obat untuk antivirus sama dengan antibiotik. Namun, perlu diketahui, kedua obat ini memiliki efek dan cara kerja yang berbeda. 

Penggunaan obat untuk antivirus bisa digunakan baik sebagai upaya pencegahan maupun pengobatan. Akan tetapi, obat ini akan bekerja dengan lebih baik lagi apabila digunakan sekitar 48 jam setelah merasakan gejala pilek pertama kali.

Obat untuk flu ini bekerja dengan cara mengingat pertumbuhan virus penyebab flu, sehingga virus tidak akan mereproduksi. Gejala flu Anda pun akan menjadi lebih ringan, serta durasi pilek yang dialami menjadi lebih singkat.

Selain itu, pada anak-anak, penggunaan obat flu juga bisa mencegah komplikasi yang lebih serius. Contohnya seperti infeksi telinga, komplikasi pada pernapasan, pneumonia, dan lain sebagainya. 

Bagi orang-orang yang memiliki risiko tinggi untuk menderita flu atau pilek, maka obat antivirus juga bisa digunakan sebelum merasakan gejala, sebagai upaya pencegahan. 

Cara tepat mengatasi flu dengan obat antivirus

Jika Anda ingin mengobati gejala flu dengan maksimal, berikut ini hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menggunakan obat antivirus dengan tepat:

  • Waktu pemakaian

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, obat flu akan bekerja dengan sangat baik jika digunakan dalam waktu 48 jam atau dua hari setelah gejala pertama dirasakan. Namun, bukan berarti obat ini tidak lagi bisa bekerja dengan efektif bila dikonsumsi melewati waktu tersebut.

  • Jenis obat yang dipakai

Perlu diketahui, ada berbagai macam jenis obat untuk antivirus yang ditujukan untuk mengobati gejala flu. Setiap jenis mengandung bahan yang berbeda-beda serta dikonsumsi dengan dosis yang berbeda-beda pula.

Konsultasikan pada dokter Anda mengenai jenis obat yang paling sesuai untuk kondisi Anda. Karena obat untuk antivirus memerlukan resep dokter, maka Anda perlu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter, sekaligus menanyakan jenis obat yang Anda perlukan.

  • Durasi maksimal penggunaan obat

Tidak semua jenis obat boleh digunakan dalam jangka panjang. Maksimal durasi pemakaian obat tergantung pada jenis obat untuk antivirus yang Anda gunakan. 

Rata-rata obat diresepkan untuk pemakaian selama 5 hari sampai dengan satu minggu. Biasanya, gejala flu atau pilek Anda seharusnya sudah jauh membaik dalam durasi tersebut. 

Apabila gejala belum membaik, tanyakan pada dokter apakah Anda boleh membeli tambahan dosis obat. Bisa saja, dokter justru menganjurkan jenis obat lain agar pengobatan lebih efektif.

Anda bisa menggunakan obat antivirus untuk mengatasi gejala flu dengan cepat, sekaligus mencegah komplikasi. Ingatlah bahwa jenis obat akan disesuaikan dengan kondisi Anda. 

Menderita Gangguan Saraf? Atasi dengan Obat Saraf

Tahukah Anda, penyakit saraf adalah salah satu penyakit yang bisa menimbulkan rasa nyeri paling parah? Rasa nyeri yang disebabkan oleh penyakit saraf disebut sebagai nyeri yang kronis. Jika sudah seperti ini, maka Anda mungkin memerlukan pengobatan saraf, salah satunya dengan mengonsumsi obat saraf.

Perlu diketahui, sistem saraf Anda terlibat dalam segala hal yang dilakukan oleh tubuh Anda. Hal ini meliputi mengatur pernapasan, mengontrol otot, merasakan suhu panas dan dingin, dan lain sebagainya.

Ketika Anda mengalami gangguan pada saraf, maka fungsi di dalam tubuh Anda akan ikut mengalami masalah. Hal ini bisa berakibat fatal apabila tidak segera ditangani dengan tepat. 

Kapan perlu menggunakan obat saraf?

Penggunaan obat untuk saraf bisa dilakukan apabila Anda mengalami kondisi saraf tertentu. Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda memiliki masalah pada saraf Anda. Hal ini biasanya baru bisa dideteksi setelah melakukan pemeriksaan ke dokter. 

Tapi, Anda mungkin perlu mewaspadai gejala gangguan saraf sejak dini. Ini penting supaya Anda bisa segera melakukan pemeriksaan begeitu merasakan adanya gejala-gejala tersebut. Gejala untuk masalah pada saraf meliputi:

  • Nyeri saraf yang tajam dan menusuk
  • Terasa seperti ada sengatan listrik di bawah permukaan kulit
  • Sensasi panas atau terbakar
  • Kesemutan yang parah dan menusuk

Gejala-gejala di atas merupakan gejala dari masalah saraf yang masih ringan. Jika mengalami hal ini, mungkin Anda perlu mengatasinya dengan obat saraf.

Selain gejala yang sudah disebutkan di atas, ada juga gejala atau tanda-tanda yang akan muncul dalam kasus yang lebih parah. Apabila gangguan saraf Anda lebih serius, maka tanda-tandanya meliputi:

  • Keringat berlebihan
  • Sakit kepala ringan
  • Mata dan bibir kering
  • Disfungsi kandung kemih
  • Disfungsi seksual
  • Sembelit

Jika sudah merasakan gejala tambahan seperti di atas, maka Anda harus lebih waspada. Jangan menunda waktu konsultasi dengan dokter agar Anda bisa segera mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Apa saja obat saraf yang umumnya digunakan?

Penggunaan obat untuk saraf biasanya dilakukan apabila dokter mendiagnosa adanya gangguan pada saraf Anda. Obat jenis ini bisa dibeli secara bebas maupun memerlukan resep dari dokter. 

Ada beberapa jenis obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi masalah pada saraf. Obat-obat tersebut terdiri atas: 

  • Obat pereda nyeri

Ini adalah obat yang secara khusus ditargetkan untuk meredakan nyeri yang Anda rasakan. Obat jenis ini biasanya bisa meredakan nyeri serta gejala lain. 

Ada banyak sekali jenis obat pereda nyeri yang dijual di apotek. Beberapa jenis mungkin bisa dibeli secara bebas. Namun ada juga jenis obat pereda nyeri yang berdosis lebih berat, sehingga pembeliannya hanya bisa dilakukan melalui resep dokter. 

  • Obat antidepresan

Tahukah Anda bahwa obat antidepresan juga merupakan sejenis obat saraf? Obat ini mungkin secara khusus ditujukan untuk mengatasi depresi. Namun, kandungan di dalamnya juga bisa meredakan berbagai macam permasalahan pada saraf. 

Namun, perlu diperhatikan, obat antidepresan juga memiliki efek samping. Efek samping ini meliputi mual-mual, bibir kering, konstipasi, rasa lelah yang parah, serta penurunan nafsu makan. 

  • Obat antikejang

Seringkali, salah satu gejala yang muncul ketika mengalami gangguan saraf adalah kejang. Kejang ini bisa diatasi dengan penggunaan obat kejang. 

Anda bisa mengonsultasikan kondisi Anda kepada dokter terlebih dahulu. Setelah itu, dokter bisa memberikan anjuran obat saraf yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kondisi Anda.

Obat Batuk Siladex yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

obat batuk siladex

Ibu hamil dan menyusui memiliki kekebalan tubuh yang lebih rendah dibandingkan perempuan lainnya. Ketika Anda sakit, ada kemungkinan besar bayi Anda ikut terpengaruh oleh penyakit yang diderita maupun pengobatan yang sedang dijalani, sehingga penanganannya menjadi lebih rumit. 

Jika biasanya batuk atau flu mudah ditangani dengan obat dekongestan yang dijual bebas, sekarang Anda tidak bisa sembarangan karena bisa menyebabkan masalah bagi bayi. Ibu harus pintar memilih mana yang aman dikonsumsi dan yang harus dihindari. 

Salah satu yang terbilang aman bagi ibu hamil dan menyusui adalah obat batuk siladex. Siladex juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena bebas kandungan gula dan alkohol. 

Obat batuk yang boleh dan harus dihindari

Dua belas minggu pertama kehamilan adalah waktunya perkembangan organ vital bayi, sehingga ibu disarankan untuk menghindari semua jenis obat dalam masa tersebut. 

Jika Anda mengalami flu dan batuk, pilihan pengobatan ini aman untuk dicoba dalam dua trimester berikutnya:

  • Balsem mentol untuk dioleskan di dada, pelipis, atau di bawah hidung.
  • Nasal strip atau strip hidung.
  • Obat batuk dengan kandungan dextromethorphan dan dextromethorphan-guaifenesin.
  • Acetaminophen untuk meredakan sakit tenggorokan dan sakit kepala akibat batuk dan pilek.
  • Antihistamin chlorpheniramine dan cetirizine untuk meredakan gejala pilek akibat flu musiman. Penggunaannya harus sesuai rekomendasi dokter.
  • Semprotan hidung saline.
  • Semprotan hidung ipratropium bromide 0,06 %.
  • Ekspektoran guaifenesin.
  • Dekongestan pseudoephedrine.
  • Semprotan hidung steroid yang mengandung budesonide, beclomethasone, dan fluticasone.

Adapun obat yang sebaiknya dihindari antara lain:

  • Antihistamin fexofenadine.
  • Aspirin.
  • Beberapa jenis antibiotik, seperti bactrim.
  • Naproxen.
  • Kodein.

Rekomendasi obat batuk untuk ibu hamil dan menyusui

Berikut ini obat batuk siladex yang aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui:

  • Siladex Cough & Cold

Obat batuk siladex cough & cold mengandung dextromethorphan hbr, pseudoephedrine HCl, dan doxylamine succinate yang berkhasiat meringankan batuk dan pilek. 

Untuk orang dewasa konsumsi 2 sendok takar ata 10 ml sebanyak 3 kali sehari atau sesuai petunjuk penggunaan. 

  • Siladex Mucolytic & Expectoran

Siladex Mucolytic & Expectorant adalah ekspektoran sirup untuk meredakan batuk berdahak dan memudahkan pengeluaran dahak. Tiap 5 ml obat mengandung bromhexine HCl 10 mg dan guaifenesin 50 mg.

Konsumsi 3×1 sendok takar (5 ml) per hari setelah makan. 

  • Siladex Antitussive

Obat batu siladex antitussive mengandung dua zat aktif yaitu dextromethorphan HBr dan chlorphenamine maleate yang digunakan untuk mengurangi batuk kering yang disertai alergi. 

Minum obat siladex 1 sendok takar sebanyak 3 kali sehari setelah makan. Kocok sebelum digunakan, dan simpan pada suhu di bawah 30°C.

  • Siladex DMP

Siladex DMP adalah sirup obat batuk untuk meredakan batuk tidak berdahak atau batuk kering yang disertai alergi. Karena efek kantuknya, disarankan untuk mengonsumsi obat di malam hari atau menjelang istirahat. 

Konsumsi 3x sehari dengan dosis 2 sendok takar (10 ml) atau menurut petunjuk dokter. 

Catatan

Obat batuk siladex tergolong obat golongan bebas yang bisa dikonsumsi tanpa resep dokter. Namun obat ini tidak cocok dikonsumsi oleh beberapa kalangan. Utamanya ibu hamil tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat jenis apapun.

Efek samping yang dihasilkan pun perlu diwaspadai, termasuk kantuk, mual, sembelit, dan gangguan pencernaan. 

Jika efek samping berlanjut, hentikan penggunaan obat dan segera menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Xonce, Seberapa Banyak Anda Perlu Konsumsi Vitamin C?

Vitamin C adalah nutrisi yang larut dalam air yang memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh Anda. Vitamin C dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu produksi kolagen dan pemulihan luka, serta bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Vitamin C juga dikenal dengan sebutan asam ascorbic. Berbeda dengan hewan lainnya, manusia tidak dapat mensintesis vitamin C sendiri. Oleh karena itu, Anda perlu mendapatkannya dari makanan atau suplemen seperti Xonce untuk menjaga kesehatan tubuh yang baik. 

Xonce Tablet  harga terbaik 9240

Berapa banyak perlu konsumsi vitamin C?

The Institute of Medicine (IOM) telah mengembangkan nilai referensi untuk level asupan nutrisi tertentu, termasuk salah satunya adalah untuk vitamin C. Salah satu petunjuk tersebut dikenal dengan sebutan tunjangan diet yang direkomendasikan (RDA) dan menganggap asupan nutrisi harian rata-rata baik dari makanan ataupun suplemen seperti Xonce. Misalnya, rekomendasi RDA untuk vitamin C bagi anak usia 1-3 tahun adalah 15 mg, anak 4-8 tahun 25 mg, anak usia 9-13 tahun 45 mg, remaja usia 14-18 tahun adalah 65-75 mg, wanita dewasa 75 mg, pria dewasa 90 mg, wanita hamil 85 mg, dan wanita menyusui 120 mg. 

Sebagai tambahan rekomendasi RDA untuk vitamin C, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) juga mengeluarkan nilai harian yang direkomendasikan (DV). DV dikembangkan untuk label makanan dan suplemen seperti Xonce. DV dapat membantu Anda menentukan persentase nutrisi dalam satu sajian makanan, dibandingkan dengan kebutuhan harian. Dalam label makanan, hal ini akan ditampilkan sebagai %DV. Untuk saat ini, rekomendasi DV vitamin C untuk dewasa dan anak-anak usia 4  ke atas adalah 90 mg, baik untuk pria dan wanita. 

Bermanfaat untuk beberapa kondisi

Vitamin C sangat penting untuk kesehatan dan kebaikan tubuh, dan nutrisi ini dapat memiliki manfaat khusus untuk kondisi tertentu. Vitamin C khususnya sangat bermanfaat untuk kesehatan sistem kekebalan tubuh, karena vitamin C mendukung fungsi sel sistem kekebalan tubuh. Faktanya, suplemen vitamin C seperti Xonce juga dapat membantu mencegah infeksi, mengingat defisiensi vitamin C dapat membuat seseorang lebih rentan dalam menderita infeksi. 

Misalnya, beberapa penelitian menyatakan bahwa meskipun asupan vitamin C teratur mungkin tidak dapat mencegah Anda menderita demam atau flu, asupan tersebut dapat mengurangi seberapa lama Anda sakit serta mengurangi tingkat keparahan gejala yang dirasakan. Sebuah tinjauan 31 studi menemukan bahwa konsumsi 1-2 gram vitamin C setiap hari dapat mengurangi durasi demam sebesar 18 persen pada anak-anak, dan 8 persen pada orang dewasa. Selain itu, telah diketahui bahwa suplemen vitamin C seperti Xonce dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Sehingga, seseorang yang menderita defisiensi zat besi dapat mengambil manfaat dari peningkatan asupan vitamin C mereka. 

Saat Anda mencari suplemen vitamin C seperti Xonce, Anda akan melihat bahwa nutrisi yang terkandung di dalamnya memiliki bentuk yang berbeda, seperti asam ascorbic, mineral ascorbate seperti sodium ascorbate dan calcium ascorbate, serta asam ascorbic dengan bioflavonoid. Memilih suplemen yang mengandung asam ascorbic biasanya merupakan pilihan yang baik, karena produk tersebut memiliki level “bioavailabilitas” yang tinggi, dalam arti tubuh Anda dapat menyerapnya dengan lebih mudah. Selain itu, mengingat kebanyakan multivitamin mengandung asam ascorbic, memilih multivitamin yang tepat tidak hanya akan meningkatkan asupan vitamin C Anda saja, tetapi juga asupan nutrisi lainnya.

Yuk, Kenali Beberapa Produk Obat dari Kalbe

Kalbe

Siapa yang tidak kenal dengan Kalbe? Mungkin hampir semua orang mengenal apa itu Kalbe. Ya, merupakan salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Berbagai produk kesehatan telah mereka telurkan. 

Tak terkecuali produk obat yang mereka hasilkan. Tentu saja banyak sekali produk yang dihasilkan oleh perusahaan farmasi tersebut, dan beberapa di antaranya bisa Anda dapatkan di toko ini. Yuk, simak lebih jelasnya!

Kalbe consumer health

Kalbe consumer health adalah akun resmi yang menjual atau menyediakan berbagai produk bebas (yang tidak membutuhkan resep dokter), vitamin, dan suplemen dari Kalbe. Produk-produk yang berasal dari Kalbe tentu saja memiliki beragam manfaat dan kegunaan. 

Misalnya saja seperti Cerebrofort sebagai vitamin anak, Kalpanax-K krim sebagai obat jamur pada kulit, Promag sebagai obat untuk mengatasi asam lambung, Fatigon Spirit sebagai multivitamin dewasa, Handy Clean sebagai hand sanitizer, dan beragam produk lainnya. 

Tips merawat diri selama pandemik

Meskipun Kalbe memiliki banyak sekali produk yang dapat meredakan beberapa gejala penyakit ringan, namun ada baiknya untuk tetap menjaga kesehatan. Nah, berikut ada beberapa tips bagaimana merawat diri dan menjaga kesehatan selama pandemik. 

  • Makan secara teratur. Hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi mendapatkan nutrisi yang cukup memberi kita energi yang kita butuhkan untuk menjalani hari-hari, berpikir jernih dan cepat, dan tidur lebih nyenyak di malam hari. Jika makan teratur sulit untuk Anda lakukan, coba sediakan makanan ringan yang sehat dan kaya protein. 
  • Terus bergerak. Meskipun Anda tidak memiliki waktu untuk berolahraga seperti biasa, melakukan aktivitas fisik selama 15 menit dapat meningkatkan kualitas tidur dan membantu mengurangi stres. Lakukan olahraga semaksimal mungkin, seperti naik turun tangga, mengajak binatang peliharaan jalan-jalan, jogging, dan bersepedah.
  • Prioritaskan tidur atau istirahat Anda. Pertahankan waktu tidur Anda dalam suatu hal yang penting dari perawatan dan menjaga kesehatan Anda. Hindari menonton televisi atau menggunakan gawai mendekati waktu tidur Anda. Hal tersebut dapat mempengaruhi waktu tidur yang telah Anda terapkan. Waktu tidur Anda merupakan bagian penting untuk memulihkan pikiran dan tubuh Anda, serta berguna untuk mengisi ulang energi untuk hari berikutnya. 
  • Seimbangkan asupan mental Anda. Ada banyak hal yang terjadi pada hidup Anda dan sekitar Anda. Meskipun mendapatkan informasi adalah hal yang baik dan bermanfaat, namun berhati-hatilah untuk tidak membebani diri dengan informasi yang tidak perlu untuk Anda pikirkan. Luangkan waktu untuk melepaskan diri dan fokus pada hal-hal yang baik untuk Anda dan bisa menimbulkan efek positif bagi diri Anda. 
  • Periksa diri Anda sendiri. Luangkan waktu sepanjang hari untuk menghentikan apa yang Anda lakukan untuk memperhatikan apa yang terjadi di dalam dan di sekitar Anda. Cobalah untuk menjadi ingin tahu dan tidak menghakimi dengan apa pun yang muncul saat Anda mempertimbangkan apa yang Anda rasakan dan apa yang mungkin Anda butuhkan saat ini. 

Menjaga kesehatan diri sendiri adalah hal penting yang perlu Anda lakukan dan menjadi prioritas utama Anda. Semoga beberapa cara di atas dapat membantu Anda menjaga kesehatan tubuh maupun mental selama pandemik ini. 

Jangan lupa juga untuk tetap mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Jika makanan Anda tidak cukup memenuhi nutrisi, mineral dan vitamin harian Anda, mungkin Anda bisa mengonsumsi multivitamin untuk memenuhinya. Namun, penting untuk Anda mengonsultasikan vitamin apa pun yang akan Anda konsumsi, terlebih lagi jika Anda memiliki penyakit dan masih mengonsumsi beberapa obat.

Obat Farsifen, Apa Saja Kegunaan dan Manfaatnya?

Obat penurun demam dan pereda nyeri cukup banyak jenisnya, salah satunya adalah farsifen. Obat ini memiliki kandungan ibuprofen. Farsifen memiliki 3 jenis yaitu kaplet, suspensi, dan forte. Ketiganya sama-sama memiliki fungsi untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam. Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu pada dokter terkait kondisi medis Anda. Beberapa kondisi medis seperti adanya penyakit tertentu perlu berhati-hati dalam penggunaan farsifen. Ibu hamil dan menyusui juga membutuhkan rekomendasi dokter jika ingin menggunakan farsifen. 

Manfaat farsifen

Obat farsifen bersifat analgesik atau antinyeri, antiradang atau anti inflamasi, serta menurunkan demam atau antipiretik. Berbagai kondisi yang dapat ditangani dengan farsifen yaitu: 

  • Nyeri akibat sakit gigi dan sakit kepala
  • Kondisi dismenore yang menyakitkan
  • Arthritis
  • Demam pada anak-anak maupun dewasa
  • Nyeri otot
  • Sakit dan nyeri ringan karena flu

Mekanisme kerja farsifen

Farsifen mengandung ibuprofen yang merupakan golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Mekanisme kerja obat ini yaitu dengan menghambat enzim yang berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin yang bernama enzim siklooksigenase. Prostaglandin merupakan senyawa yang menyebabkan peradangan dan terbentuk ketika terjadi luka sehingga muncul rasa sakit dan nyeri. Saat enzim sikooksigenase mampu dihambat oleh farsifen maka prostaglandin yang muncul lebih sedikit dan rasa nyeri pun berkurang. Berdasarkan informasi mekanisme kerja tersebut maka farsifen memiliki status berupa: 

  • Metabolisme: dimetabolisme di hati. 
  • Distribusi: memasuki ASI. Pengikatan protein plasma sekitar 90-99%. 
  • Absorpsi: diserap dari saluran pencernaan. Asupan makanan dapat mengurangi tingkat penyerapan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma selama 1-2 jam. 
  • Ekskresi: terutama melalui urine dan feses dalam bentuk metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam. 

Petunjuk penggunaan farsifen

Saat menggunakan obat farsifen, maka Anda perlu membaca petunjuk yang ada di kemasan terlebih dahulu. Anda juga dapat menggunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dan anjuran dari dokter. Dosis obat farsifen untuk dewasa yaitu diminum sebanyak 3-4 kali sehari. Untuk keluhan peradangan nyeri sebanyak 400mg dan untuk nyeri diminum sebanyak 20-400mg. Dosis maksimal harian untuk dewasa yaitu 2400mg/hari. Sedangkan untuk anak-anak, perlu diperhatikan usianya dalam pemberian dosis. Pada anak usia 1-2 tahun maka dosis farsifen yang diberikan 50 mg sebanyak 3-4 kali/hari. Pada anak usia 3-7 tahun maka dosis farsifen yang diberikan 100mg sebanyak 3-4 kali/hari. Pada anak usia 8-12 tahun maka dosis farsifen yang diberikan 200mg sebanyak 3-4 kali/hari. 

Efek samping farsifen

Penggunaan farsifen sama seperti obat lain yang dapat memunculkan beberapa risiko efek samping. Beberapa efek samping obat ini yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Pendarahan lambung 
  • Perut kembung 
  • Ruam kulit
  • Bronkospasme
  • Trombositopenia
  • Ketajaman penglihatan menurun
  • Limfopenia
  • Telinga berdenging
  • Turunnya nafsu makan 
  • Pusing dan gugup

Terjadinya overdosis penggunaan farsifen dapat dipicu oleh penggunaan dengan dosis terlalu tinggi tanpa atau intensitas terlalu sering. Beberapa tanda overdosis obat ini yaitu lesu, sakit kepala, mual, muntah, nyeri perut, apnea, hiperkalemia, tinnitus, hipotensi, fibrasi atrium, kejang, gagal napas, hingga koma. Jika kondisi tersebut muncul setelah mengonsumsi obat farsifen, segera datangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai obat farsifen, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.

Mengenal Manfaat dan Bahaya Bromocriptine

Mengenal Manfaat dan Bahaya Bromocriptine

Obat ini mungkin tidak terlalu familiar di telinga Anda karena bukan merupakan jenis obat bebas yang dapat diperjualkan di mana saja. Akan tetapi bagi pasien mastitis, bromocriptine kerap dijadikan resep untuk menurunkan kadar prolaktin guna sementara mengurangi produksi air susu yang tidak mampu keluar akibat adanya gumpalan bakteri di payudara. 

Tidak hanya bisa memengaruhi produksi air susu ibu (ASI), jenis obat yang satu ini juga kerap dijadikan pilihan untuk berbagai masalah kesehatan. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang gejalanya dapat diringankan dengan mengonsumsi bromocriptine.  

  • Parkinson 

Bromocriptine menjadi salah satu resep obat yang kerap diberikan kepada pasien parkinson. Ini karena bromocriptine mampu mengurangi tremor maupun ketidakstabilan pasien dalam bergerak. Penggunaan obat ini ke pasien parkinson juga mampu mengurangi jumlah kekakuan atau ketidakmampuan bergerak seseorang. 

  • Tumor 

Obat ini ternyata juga ampun menghambat perkembangan sel tumor. Bromocriptine bahkan bisa mengecilkan ukuran tumor dalam beberapa kondisi. Hanya saja, tidak semua tumor dapat diobati dengan bromocriptine. Tumor yang bisa dihambat perkembangannya oleh obat ini hanya jenis yang memengaruhi kadar hormon prolaktin. 

  • Diabetes 

Bromocriptine kadang pula diberikan dokter kepada pasien diabetes tipe 2. Pasalnya, obat ini mampu menurunkan kadar gula darah. Akan tetapi, penggunaannya perlu berhati-hati sebab penurunan kadar gula darah dengan obat ini agak sulit dikendalikan sehingga memicu potensi hipoglikemia. 

Perlu diingat, bromocriptine hanyalah mengurangi gejala berbagai penyakit di atas karena obat ini memengaruhi produksi hormon prolaktin. Akan tetapi, bromocriptine tidak mampu menyembuhkan penyakit tersebut.

Selain itu, penggunaan bromocriptine mesti selalu dikonsultasikan ke dokter. Ini karena obat tersebut tidak hanya menghadirkan manfaat, melainkan juga menimbulkan potensi bahaya dari berbagai efek sampingnya. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umum dialami oleh pasien yang menggunakan bromocriptine. 

  • Penglihatan Kabur 

Penggunaan bromocriptine yang berlebihan dapat mengganggu penglihatan saja. Pasalnya ketika Anda menggunakan obat ini, kadar gula Anda bisa sangat turun. Kadar gula darah yang terlalu rendah pada akhirnya akan membuat penglihatan kabur, bahkan bisa menimbulkan risiko kebutaan. 

  • Pusing 

Selain menurunkan kadar gula darah, bromocriptine pun cenderung mampu membuat tekanan darah Anda menurun. Jika dikonsumsi oleh orang yang memiliki tekanan darah cenderung tinggi, penurunan drastis yang ditimbulkan oleh bromocriptine bisa menimbulkan rasa pusing. Sakit kepala umumnya akan Anda rasakan saat berubah posisi dari berdiri ke duduk atau berbaring maupun sebaliknya. 

  • Halusinasi 

Ketika mengonsumsi jenis obat ini, Anda mungkin akan mengalami halusinasi. Anda bisa saja merasa orang-orang sedang membicarakan Anda atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak. Kondisi tersebut terjadi karena bromocriptine memengaruhi produksi hormon di otak. Namun biasanya, halusinasi hanya akan Anda alami secara temporer. 

  • Serangan Jantung 

Efek samping yang satu ini memang tidak umum terjadi, namun perlu diantisipasi. Pasalnya ketika Anda mengonsumsi bromocriptine, detak jantung bisa bergerak lebih lambat atau lebih cepat. Penggunaan obat ini pada pasien dengan gangguan irama jantung akan membuat gejala semakin parah dan mengarah pada serangan jantung. 

  • Perubahan Suasana Hati 

Kerja bromocriptine yang memengaruhi produksi hormon di otak juga bisa berpengaruh pada kondisi perasaan Anda. Penggunaan obat ini bisa membuat Anda tiba-tiba merasa sedih ataupun senang dalam seketika. Penggunaan bromocriptine yang sembarangan bahkan bisa mengganggu mental Anda. 

*** 

Manfaat bromocriptine memang cukup ampuh untuk mengurangi beberapa gejala penyakit. Namun dengan mempertimbangkan efek samping obat ini, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter mengenai riwayat kesehatan Anda sebelum mengonsumsi bromocriptine.

Atorvastatin, Obat Kolesterol

Atorvastatin, Obat Kolesterol

Atorvastatin termasuk dalam kelompok obat yang disebut statin. Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter dan tersedia sebagai tablet, termasuk tablet kunyah untuk orang yang mengalami kesulitan menelan.

Atorvastatin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kolesterol jika Anda telah didiagnosis dengan kolesterol darah tinggi. Selain itu, obat ini juga diambil untuk mencegah penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan stroke. Dokter Anda mungkin meresepkan atorvastatin jika Anda memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, atau kondisi kesehatan jangka panjang seperti diabetes tipe 1 atau tipe 2 atau rheumatoid arthritis.

Meskipun obat untuk menurunkan kolesterol, atorvastatin digunakan bersama dengan diet yang tepat untuk membantu menurunkan kolesterol “jahat” dan lemak (seperti LDL, trigliserida) dan meningkatkan kolesterol “baik” (HDL) dalam darah Anda. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat oleh hati Anda. Menurunkan kolesterol “jahat” dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol “baik” menurunkan resiko penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.

Selain makan makanan yang tepat, seperti diet rendah kolesterol atau rendah lemak, perubahan gaya hidup lain yang dapat membantu obat ini bekerja lebih baik termasuk berolahraga, menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan, dan berhenti merokok. Anda disarankan untuk konsultasikan dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Ingatlah bahwa dokter Anda telah meresepkan atorvastatin karena dia menilai bahwa manfaatnya bagi Anda lebih besar daripada resiko efek samping. Banyak orang yang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping yang serius. Berikut beberapa efek samping yang mungkin muncul saat Anda menggunakan atorvastatin:

  1. Sejumlah kecil orang yang memakai atorvastatin mungkin mengalami masalah memori ringan atau kebingungan. Jika efek langka ini terjadi, bicarakan dengan dokter Anda.
  2. Meskipun jarang, atorvastatin bisa menyebabkan atau memperburuk diabetes. Bicarakan dengan dokter Anda tentang manfaat dan resikonya.
  3. Obat ini jarang menyebabkan masalah otot (yang jarang menyebabkan kondisi yang sangat serius yang disebut rhabdomyolysis dan miopati autoimun). Beri tahu dokter Anda segera jika Anda mengembangkan salah satu gejala ini selama pengobatan dan jika gejala ini terus berlanjut setelah dokter Anda menghentikan obat ini, seperti: 
  • Nyeri otot 
  • Kelemahan (terutama dengan demam atau kelelahan yang tidak biasa)
  • Tanda-tanda masalah ginjal (seperti perubahan jumlah urin).
  1. Obat ini jarang menyebabkan masalah hati. Jika Anda melihat salah satu dari efek samping yang jarang tetapi serius berikut ini, segera beritahu dokter Anda, seperti: 
  • Mata atau kulit menguning
  • Urin gelap
  • Sakit perut
  • Mual atau muntah yang terus-menerus.
  1. Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera dapatkan pertolongan medis jika Anda melihat gejala reaksi alergi yang serius, termasuk: 
  • Ruam
  • Gatal atau bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan)
  • Pusing parah
  • Kesulitan bernafas

Atorvastatin tidak mengganggu perut, jadi Anda bisa meminumnya dengan atau tanpa makanan. Telan tablet atorvastatin utuh dengan segelas air. Jika Anda telah diberi tablet kunyah, Anda bisa mengunyah atau menelannya utuh dengan segelas air.

Biasanya Anda akan minum atorvastatin sekali sehari, Anda dapat memilih untuk mengambilnya kapan saja, selama Anda tetap pada waktu yang sama setiap harinya. Terkadang dokter mungkin merekomendasikan meminumnya di malam hari, hal ini karena tubuh Anda menghasilkan kolesterol paling banyak di malam hari. Jika Anda tidak yakin kapan harus minum obat Anda, mintalah nasehat apoteker atau dokter Anda.

Phenobarbital dan Obat Epilepsi Lainnya

Epilepsi dapat menyebabkan otak mengirim sinyal tidak normal yang dapat mengakibatkan kejang. Ada beberapa jenis kejang epilepsi, yang kebanyakan dapat diatasi dengan obat-obatan anti-kejang seperti phenobarbital. Obat-obatan yang digunakan untuk merawat kejang disebut obat antiepilepsi (AED). Menurut Institut Gangguan Neurologis dan Stroke Nasional, ada lebih dari 20 obat AED resep yang tersedia. Pilihan perawatan yang Anda dapatkan akan bergantung pada usia, gaya hidup, jenis kejang yang dimiliki, dan seberapa sering Anda mengalami kejang. Apabila Anda berjenis kelamin perempuan, pilihan obat yang diberikan juga akan tergantung pada apakah Anda berencana atau sedang hamil. 

Ada dua jenis obat kejang, AED spektrum sempit dan AED spektrum luas. AED spektrum sempit didesain untuk jenis kejang tertentnu. Obat ini digunakan jika kejang Anda terjadi pada bagian otak khusus dan secara teratur. Contoh AED spektrum sempit adalah:

  • Phenobarbital

Phenobarbital merupakan salah satu obat kejang tertua dan pertama ditemukan. Obat ini masih digunakan untuk merawat epilepsy. Phenobarbital dapat merawat kejang tonic-clonic, sebagian, dan umum. Phenobarbital adalah obat sedative yang bertindak lambat dengan aksi anticonvulsant. Obat sedative dapat membuat Anda merasa ngantuk. 

  • Eslicarbazepine acetate 

Obat ini digunakan untuk merawat kejang partial-onset. Obat ini bekerja dengan cara menghambat saluran sodium, memperlambat saraf yang menyebabkan kejang. 

  • Divalproex

Obat ini digunakan untuk merawat absence seizure, multiple seizure, partial seizure, dan complex partial seizure. Divalporex meningkatkan ketersediaan asam gamma-aminobutyric (GABA), sebuah neurotransmitter penghambat yang dapat memperlambat sirkuit saraf. Efek ini akan membantu mengontrol kejang. 

  • Gabapentin

Gabapentin digunakan untuk merawat partial seizure. Efek samping obat ini lebih ringan dibandingkan dengan efek samping yang bisa Anda dapatkan dari AED lain. Beberapa efek samping yang umum dijumpai adalah pusing dan kelelahan. 

  • Lacosamide

Obat ini digunakan untuk merawat partial seizure. Lacosamide hadir dalam bentuk tablet oral, larutan oral, dan suntikan IV. Suntikan IV hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional. 

Jika Anda memiliki lebih dari satu jenis kejang, AED spektrum luas dapat menjadi pilihan terbaik untuk mengatasi kondisi yang dimiliki. Obat jenis ini didesain untuk mencegah kejang pada lebih dari satu bagian otak. Contoh dari AED spektrum luas di antaranya adalah:

  • Clonazepam

Obat ini adalah sebuah benzodiazepine kerja panjang yang digunakan untuk merawat berbagai jenis kejang, seperti myoclonic, absence seizure, dan akinetic. 

  • Clorazepate

Clorazepate adalah sebuah benzodiazepine yang digunakan untuk perawatan tambahan partial seizure. 

  • Felbamate

Felbamate digunakan untuk merawat hampir semua jenis kejang pada orang-orang yang tidak memberikan respon terhadap perawatan lain. Felbamate dapat digunakan sebagai terapi khusus atau dikombinasikan dengan obat lain. Felbamate hanya digunakan apabila obat lain tidak efektif mengatasi kejang. Namun, felbamate dapat menyebabkan efek samping serius, seperti anemia dan gagal hati. 

  • Lorazepam

Digunakan untuk merawat status epilepticus. Lorazepam merupakan salah satu jenis benzodiazepine. 

  • Asam valproic

Asam valproic adalah AED spektrum luas yang umum dijumpai. Obat ini disetujui penggunaannya untuk merawat berbagai jenis kejang. Asam valproic dapat digunakan sendiri atau dalam perawatan kombinasi. Asam valproic dapat meningkatkan ketersediaan GABA. Dengan lebih banyak GABA akan membantu menenangkan saraf yang menyebabkan kejang. 

Sebelum mengonsumsi AED seperti phenobarbital, felbamate, atau obat-obatan yang disebutkan di atas, konsultasikan terlebih dahulu mengenai efek samping apa yang dapat terjadi. Beberapa AED dapat membuat kejang berubah menjadi parah pada sebagian orang.