Risiko Hamil Lagi Saat Masa Subur Setelah Nifas

Risiko Hamil Lagi Saat Masa Subur Setelah Nifas

Mempunyai masa subur setelah nifas jamak dialami para wanita yang sudah melahirkan, baik melahirkan anak pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

Kondisi ini terjadi karena sel telur dalam tubuh wanita akan terus melakukan ovulasi, yaitu keluar dari ovarium ke dalam rahim meskipun tidak ada aktivitas pembuahan sama sekali.

Ketika Anda mengalami masa tersebut tentunya Anda sudah harus tahu beberapa risiko yang mungkin terjadi dan bisa mempertimbangkannya terlebih dahulu dengan berkonsultasi kepada dokter yang telah menangani persalinan Anda.

Risiko Hamil Lagi Setelah Melahirkan

Risiko itu biasanya terjadi pada bayi yang Anda lahirkan juga pada Anda sendiri. Risiko-risiko yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

 Bayi lahir secara prematur. Hal ini berdasarkan sebuah studi yang menyatakan bahwa bayi yang lahir dari wanita yang mengandung kurang dari 6 bulan setelah melahirkan memiliki 40% peningkatan untuk lahir prematur.

  • Plasenta sebagian atau seluruhnya terlepas dari dinding bagian dalam rahim sebelum melahirkan
  • Memiliki berat badan yang rendah saat lahir. Hal ini juga berdasarkan penelitian, yaitu adanya  61% risiko peningkatan berat badan lahir rendah jika dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang mempunyai jarak kehamilan dari kelahiran pertama 18 bulan hingga 2 tahun.
  • Mempunyai kelainan bersifat bawaan
  • Gangguan kesehatan mental seperti skizofrenia
  • Secara psikologis akan memengaruhi hubungan antara anak dan orang tua karena jarak usia yang tidak terlalu jauh
  • Selain risiko di atas, risiko lainnya adalah anak akan mengalami autisme yang tentu saja akan memengaruhi tumbuh-kembang anak selanjutnya

Apa Risikonya Bagi Sang Ibu?

Bagi ibu dia tidak akan memiliki cukup waktu untuk memulihkan diri setelah persalinan pertama. Ibu yang demikian juga akan mengalami masalah kesehatan, yaitu peradangan pada saluran genital atau kewanitaan, serta anemia.

Yang Perlu Dilakukan untuk Menghilangkan Risiko

Risiko akibat mempunyai masa subur setelah nifas sebenarnya bisa dihilangkan dengan berbagai cara, yaitu:

  • Aktif menyusui setelah melahirkan karena hal ini akan dapat menghalangi ovulasi dalam tubuh, dan terbukti 98% efektif
  • Memakai alat kontrasepsi seperti IUD dan implan
  • Meminum pil KB atau pil kontrasepsi lainnya
  • Mengonsumsi vitamin-vitamin yang dapat mencegah kehamilan kembali
  • Mengonsumsi buah-buahan dan tanaman herbal yang membantu mencegah kehamilan
  • Merencanakan kehamilan berencana dalam rentang waktu 18-24 bulan supaya tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan

Adakah Juga Risiko Kehamilan dalam Jarak Jauh?

Selain risiko kehamilan dalam jarak dekat perlu diwaspadai, ternyata risiko kehamilan dalam jarak jauh juga perlu. 

Dilansir dari WebMD, hal tersebut malah dapat menyebabkan risiko preeklampsia yang dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi seperti kejang, tekanan darah tinggi, gagal ginjal, dan jantung.

Sehingga untuk kehamilan jarak jauh ini terutama pada wanita yang berusia 35 tahun ke atas harus menunggu jarak terbaik yaitu 12 bulan untuk hamil.

Bagaimanakah dengan Ibu yang Mengalami Keguguran?

Bagi Ibu yang mengalami keguguran tentunya tidak perlu mempertimbangkan lagi jarak kehamilan yang akan diambil sebab tidak akan ada risiko yang dialami.

Sebenarnya tidaklah masalah ketika Anda ingin hamil lagi dalam waktu cepat. Namun, Anda tetap perlu mempertimbangkan risiko komplikasi yang terjadi yang tentu saja akan berpengaruh pada kesehatan Anda dan buah hati pasca persalinan.

Demikian informasi mengenai risiko yang akan muncul di saat masa subur setelah nifas atau kehamilan kembali setelah melahirkan serta penanganannya untuk menghilangkan risiko-risiko yang tidak diinginkan sama sekali.

Apa yang Bisa Menyebabkan Keputihan Setelah Berhubungan Seks?

Keputihan mengacu pada campuran cairan yang keluar dari vagina atau penis. Orang mungkin memperhatikan keluarnya cairan sebelumnya, selama, atau setelah berhubungan. Beberapa keputihan dapat terjadi pada keduanya. 

Ada beberapa faktor penyebab mengapa keputihan setelah berhubungan seks bisa keluar. Nah, berikut beberapa penjelasan mengapa keputihan bisa terjadi. Berikut penjelasannya. 

Keputihan setelah berhubungan seksual

Keputihan yang sehat adalah cairan bening atau putih yang mengandung lendir servisk, cairan vagina, dan puing-puing sel. Beberapa perubahan dalam jumlah atau tampilan  keputihan dapat terjadi secara alami, sementara yang lain mungkin menunjukkan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Bagian ini menjelaskan beberapa penyebab umum keputihan setelah berhubungan seks. Meliputi:

  1. Gairah

Gairah seksual merangsang peningkatan aliran darah ke alat kelamin, pembuluh darah mengembang untuk menampung suplai darah yang meningkat. Pada wanita, hal ini menyebabkan pembengkakan di labia, klitoris, dan jaringan yang melapisi vagina. Selain itu, kelenjar di vagina mengeluarkan cairan bening dan encer yang melumasi vagina saat berhubungan seks. 

Kehadiran cairan ini dapat membuat keputihan semakin terlihat. Kotoran mungkin menjadi lebih kental dan memiliki tampilan bening atau putih susu. Jenis keputihan ini normal dan tidak menunjukkan kondisi medis yang mendasarinya. Nemun, jika kotoran yang lebih kental dan berbau busuk, itu bisa mengindikasi masalah kesehatan. 

  1. Ejakulasi wanita

Saat berhubungan seks, wanita bisa mengalami ejakulasi. Ini melibatkan pengeluaran cairan melalui uretra. Menurut tinjauan sistematis tahun 2013, para ilmuwan tidak yakin beraoa banyak wanita yang mengalami ejakulasi, tetapi mereka memperkirakan prevalensinya 10-54%. Bagi mereka yang mengalaminya, ejakulasi wanita adalah kejadian yang sehat dan alami. 

  1. Perubahan siklus menstruasi

Fluktuasi hormonal yang terjadi sepanjang siklus menstruasi mengubah kuantitas dan tampilan keputihan. Pada awal dan akhir siklus menstruasi, keluarnya cairan mungkin kental dan berwarna putih. Selama ovulasi, mungkin bening dan elastis. 

Di waktu lain sepanjang suklus, pelepasan mungkin jernih dan berair. Menjelang akhir siklus menstruasi, darah lama mungkin hadir dalam cairan yang keluar memberi warna cokelat. Semua ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. 

  1. Bakteri vaginosis

Bakcterial vaginosis (BV) dapat membuat keputihan setelah berhubungan seks lebih terlihat. Itu terjadi ketika pH vagina berubah, mengganggu kseimabngan bakteri yang sehat di vagina. Memiliki pasangan seksual baru, banyak pasangan, atau douching secara teratur masing-masing bisa meningkatkan risiko berkembangnya BV. 

BV dapat menyebabkan kotoran menjadi putih pucat atau abu-abu dan memiliki bau amis yang kuat. Mungkin lebih mudah untuk mengidentifikasi pelepasan BV setelah berhubungan seks. Gejala BV lainnya termasuk:

  • Sensasi gatal atau terbakar di vagina
  • Sensasi gatal atau terbakar di sekitar vulva
  • Buang air kecil yang menyakitkan
  1. Infkesi jamur

Keputihan yang berwarna putih dan menggumpal selama atau setelah berhubungan seks dapat mengindikasi infeksi jamur. Infeksi jamur terjadi ketika jamur Candida tumbuh terlalu cepat di bagian tubuh yang terkena. Candida secara alami hidup di mulut, tenggorokan, usus, vagina, dan permukaan kulit. Hingga 75% wanita mengalami setidaknya satu infeksi jamur vagina selama mereka hidup. Faktor berikut bisa meningkatkan risikonya dari infeksi jamur:

  • Kehamilan
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Penggunaan kontrasepsi dominan estrogen
  • Penggunaan antibiotik baru-baru ini
  • Sistem kekebalan yang melemah
  • Penggunaan dounche atau produk kebersihan vagina lainnya

Infeksi jamur menyebabkan berbagai gejala, termasuk:

  • Gatal di dalam atau di sekitar vagina
  • Bengkak, kemerahan, dan nyeri pada vulva dan vagina
  • Nyeri saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Keputihan berwarna putih tidak berbau yang terlihat mirip dengan keju cottage

Jadi, keluarnya keputihan setelah berhubungan seks adalah hal yang normal. Karena hal tersebut mungkin mengandung campuran lendir serviks dan cairan vagina. Keputihan biasanya terjadi selama aktivitas seksual. Jika cairan vagina berbau busuk atau berwarna tidak seperti biasanya, segera temui dokter. Gejala ini bisa menunjukkan kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti BV, infeksi jamur, atau infeksi menular seksual.

Tips Alami Cara Mengencangkan Payudara Tanpa Operasi Plastik

Cara Mengencangkan Payudara Tanpa Operasi

Memiliki tubuh sehat dan bentuk tubuh yang indah tentu merupakan keinginan semua orang, apalagi untuk wanita. Oleh karena itu, tak heran jika banyak yang melakukan apapun demi mendapatkan bentuk tubuh ideal yang diinginkan, termasuk memiliki bentuk payudara yang indah dan kencang. Padahal seiring berjalannya waktu, bentuk payudara dapat berubah dan bisa kendur. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tips alami mengencangkan payudara tanpa operasi plastik.

Sebelum itu, Anda perlu mengetahui bahwa bentuk payudara sangat bervariasi dan biasanya hal ini berkaitan dengan gen. Seiring pertambahan usia, bentuk payudara juga akan terus berubah dan berkembang. Bentuk asli payudara juga bisa kehilangan elastisitas dan terkulai, dan ini merupakan hal yang umum dan biasa terjadi.

Banyak hal yang memengaruhi bentuk payudara menjadi kendur, yaitu:

  • Gravitasi

Gravitasi bekerja dengan cara menarik Anda tetap menempel di bumi. Karena payudara menggantung di bagian dada wanita, dengan adanya gravitasi payudara bisa turun ke bawah, dan meregangkan ligamen payudara Anda.

  • Ukuran dan Bentuk

Bentuk payudara yang kecil dengan bagian bawah bulat cenderung mudah menahan bentuknya tetap seperti semula lebih baik daripada payudara yang besar. Ukuran payudara besar dapat dengan mudah tertarik oleh gaya gravitasi sehingga lebih mudah tampak kendur ke bawah daripada payudara yang kecil.

  • Indeks Massa Tubuh

Wanita yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi akan memiliki payudara lebih besar daripada wanita dengan indeks massa tubuh rendah.

  • Perubahan Berat Badan

Saat Anda mengalami kenaikan atau penurunan berat badan, hal ini dapat dengan cepat mengubah bentuk payudara. Perubahan berat badan dapat meregangkan atau mengecilkan kulit di sekitar payudara.

  • Kebiasaan Merokok

Efek negatif kebiasaan merokok pada kulit yaitu kulit menjadi kehilangan elastisitas. Oleh karena itu, perokok berisiko mengalami bentuk payudara kendur.

  • Genetika

Gen atau faktor keturunan yang Anda dapatkan dari keluarga juga berperan dalam ukuran dan bentuk payudara, kekuatan ligamen Cooper serta berat badan Anda.

  • Jumlah Kehamilan

Semakin banyak anak yang Anda miliki, risiko payudara menjadi kendur akan semakin tinggi.

  • Olahraga 

Sebaiknya Anda menggunakan bra sport atau bra khusus olahraga saat berolahraga. Hal ini karena saat olaharaga Anda akan melakukan banyak gerakan, sehingga payudara membutuhkan penyangga yang baik agar tidak kendur.

  • Usia

Payudara kendur merupakan bagian yang normal dari proses pertambahan usia, terutama setelah menopause karena perubahan hormon juga dapat memengaruhi struktur dan volume jaringan pada payudara.

Cara Mengencangkan Payudara Tanpa Operasi Plastik

Tidak semua orang memiliki keberanian dan kemampuan untuk mengencangkan payudara dengan operasi plastik. Anda bisa menggunakan pilihan alternatif yaitu tips alami cara mengencangkan payudara tanpa operasi plastik yang bisa kamu coba mulai sekarang, yaitu:

Olahraga

Olahraga memang tidak dapat mengencangkan jaringan pada payudara, karena payudara tidak memiliki otot. Tapi, di bawah payudara terdapat jaringan ikat fibrosa dan otot yang dapat membuat tampilan payudara jadi kencang dengan melakukan olahraga. Anda bisa melakukan gerakan latihan dada seperti push up, renang, bench press, dan arm curls.

Diet dan Nutrisi Seimbang

Atur pola makan Anda agar mendapatkan nutrisi atau gizi yang seimbang, yang dapat menutrisi kulit agar tetap sehat, kuat dan elastis lebih lama.

Penting juga untuk mempertahankan berat badan yang ideal untuk tubuh Anda. Kelebihan berat badan dapat memberi tekanan pada jaringan kulit, dan dapat menambah beban tambahan pada payudara Anda yang dapat menyebabkan kendur.

Anda juga dapat mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok. Hal ini karena merokok berbahaya bagi kulit dan kesehatan tubuh. Merokok juga berkontribusi membuat bentuk payudara menjadi kendur.

Pastikan Anda terhidrasi dengan baik dengan cukup minum air putih sepanjang hari. Minum air putih yang cukup akan membuat kulit Anda kuat dan meningkatkan kekencangan serta kekuatan jaringan payudara secara keseluruhan.

Postur tubuh

Postur tubuh yang buruk seperti membungkuk dapat menyebabkan payudara menjadi menggantung karena beratnya sendiri, serta menambah tekanan dan ketegangan pada jaringan payudara.

Jaga punggung dan bahu belakang tetap lurus, agar berat badan bisa ditopang  dan didistribusikan oleh tubuh dengan rata sehingga meminimalisir risiko payudara menjadi kendur.

Pemilihan Bra yang Tepat

Pilih bra yang berkualitas dan memberi penopang tambahan yang kuat untuk mengurangi ketegangan dan tekanan pada jaringan serta otot pendukung payudara. Jika Anda mengalami perubahan berat badan, segera ganti bra dan pilih sesuai dengan kondisi Anda sekarang.

Itu tadi tips alami cara mengencangkan payudara tanpa operasi plastik. Jika Anda selalu merawat tubuh secara keseluruhan dengan lebih baik, maka akan meminimalisir payudara menjadi kendur.

Hipomastia, Kondisi yang Membuat Bentuk Payudara Kiri dan Kanan Berbeda

Hipomastia, Kondisi yang Membuat Bentuk Payudara Kiri dan Kanan Berbeda

Pernahkah Anda mendengar istilah hipoplasia payudara (hipomastia)? Kondisi ini terjadi ketika jaringan payudara yang tidak berkembang, dan tidak memiliki jaringan kelenjar yang memadai, melainkan hanya terdiri dari jaringan lemak saja.

Salah satu tanda Anda mengalami hipomastia yaitu bentuk payudara kiri dan kanan berbeda

Selain pada payudara, hipoplasia bisa terjadi pada hampir semua bagian tubuh, mulai dari enamel gigi, testis, ovarium, rahim, usus besar, usus halus, dan esofagus. 

Yuk kenali hipoplasia payudara agar bisa menemukan solusi yang tepat, berikut ini. 

Tanda Hipoplasia Payudara

Sebenarnya, payudara hipoplastik tidak selalu terkait dengan payudara berukuran kecil ataupun besar.

Istilah hipoplastik ini sebenarnya lebih merujuk pada tidak adanya jaringan kelenjar pada payudara, sehingga hal yang lebih berpengaruh adalah bentuk, posisi, dan asimetri.

Adapun tanda-tanda Anda mengalami hipoplasia payudara, diantaranya: 

  • Bentuk payudara kiri dan kanan berbeda, salah satu payudara tampak jauh lebih besar. Bahkan, payudara bisa terpisah jauh satu sama lain (lebih dari 1,5 inci)
  • Bentuk payudara tubular (menyerupai kantung yang kosong). 
  • Areola yang berukuran besar, tapi tak proporsional
  • Munculnya stretch mark pada payudara tanpa diikuti pembesaran payudara (baik pada saat pubertas maupun saat hamil).

Selain itu, seorang wanita dengan hipoplasia payudara tidak adanya perubahan pada payudara baik saat hamil, setelah melahirkan, maupun keduanya

Penyebab Hipoplasia Payudara 

Bagi ibu yang tengah berada dalam fase menyusui bayi, hipoplasia adalah salah satu ancaman yang mungkin memengaruhi suplai air susu. 

Sementara bagi para wanita yang tengah tidak menyusui, kondisi ini bisa memengaruhi kepercayaan diri sehingga operasi mungkin menjadi pilihan untuk memperbaiki bentuk payudara ini.

Sementara itu, beberapa penyebab hipoplasia pada payudara, yaitu: 

  • Gangguan hormon
  • Kelainan kromosom atau genetik
  • Paparan pestisida atau zat kimia tertentu seperti dioksin
  • Sedang menyusui

Cara Mengatasi Bentuk Payudara Kiri dan Kanan Berbeda Akibat Hipoplasia 

Hipoplasia payudara perlu diatasi jika disebabkan oleh gangguan hormonal. Namun, jika wanita sudah lewat masa pubertas dan payudara mengalami hipoplasia, akan sulit mengatasinya agar payudara dapat tumbuh dengan normal.

Hipoplasia payudara bisa sembuh atau tidaknya tergantung dari kondisi masing-masing individu.  Pada ibu menyusui dengan kondisi payudara hipoplastik sangat dianjurkan melakukan konsultasi dengan dokter anak atau konselor laktasi sedini mungkin untuk mengetahui manajemen ASI yang tepat.

Namun, satu-satunya penanganan hipoplasia pada wanita yang tidak sedang menyusui adalah lewat jalan operasi pembesaran salah satu atau kedua payudara yang mengalaminya.

Anda juga harus mengetahui risiko operasi koreksi hipoplasia yaitu:

  • Terjadinya perdarahan
  • Jaringan parut bekas luka sayatan
  • Infeksi
  • Kelainan bentuk payudara. 

Oleh karena itu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai penanganan terhadap risiko-risiko tersebut sebelum menjalani prosedurnya.

Apalagi operasi ini tidak wajib dilakukan dan bersifat kosmetik karena hipoplasia adalah kondisi yang tidak membahayakan nyawa Anda ataupun bayi. 

Itulah informasi mengenai hipoplasia payudara. Sebenarnya, ada penyebab lain yang membuat bentuk payudara kiri dan kanan berbeda. Salah satunya adalah keturunan atau genetik. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan ukuran payudara yang asimetris, ada kemungkinan Anda pun akan mengalaminya. 

Kemudian, asupan nutrisi selama masa pertumbuhan nyatanya juga memengaruhi bentuk tubuh seseorang. Jika asupan nutrisi dalam tubuh kurang, maka pertumbuhan fisik tentunya juga dapat terganggu. 

Maka dari itu, asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak-anak dan remaja sangat penting guna mencegah bentuk payudara kiri dan kanan berbeda.

Sebelum Menggunakan KB Suntik Sebaiknya Ketahui Manfaat dan Efek Sampingnya

KB suntik merupakan salah satu jenis metode kontrasepsi yang dapat Anda pilih untuk mencegah terjadinya kehamilan. KB suntik berjenis hormonal dan dapat memberikan efek samping pada penggunannya. Meski demikian, efek samping yang umumnya muncul merupakan hal wajar dan normal. Hal tersebut dikarenakan progestin (menyerupai hormon progesteron) yang disuntikkan ke dalam tubuh akan menyebabkan timbulkan berbagai efek samping tersebut. Selain itu, KB suntik terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan jadwal penyuntikannya. Apa saja manfaat dan efek samping KB suntik 3 bulan? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Jenis-jenis KB suntik 

Metode KB suntik dilakukan dengan cara menyuntikkan pada otot gluteus maximus atau otot deltoideus. Penyuntikan dilakukkan pada saat 7 hari pertama haid atau 6 minggu setelah persalinan (suntikan KB pertama). Setelah itu, suntikan akan diulang dengan hitungan waktu yang disesuaikan dengan jenis KB suntik yang dipilih. KB suntik terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan jadwal penyuntikannya yaitu:

  1. KB suntik 3 bulan

KB suntik 3 bulan yang mengandung Depo Medrozyprogesterone Acetate (DPMA). Kandungan tersebut merupakan hormon progesteron dan efektif mencegah kehamilan dalam waktu 13 minggu. 

  • KB suntik 1 bulan

KB suntik 1 bulan yang mengandung kombinasi Medroxyprogesterone Acetate (progesteron dan Estradiol Cypionate). Kandungan tersebut merupakan hormon esterogen dan efektif mencegah kehamilan dalam waktu 30 hari. 

Manfaat KB suntik 

Dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya, KB suntik memberikan manfaat seperti berikut ini. 

  1. Tingkat efektivitas tinggi

Penggunaan KB suntik sebagai alat kontrasepsi dianggap cukup efektif dengan tingkat kehamilan 0,3 kehamilan pada setiap 100 perempuan dalam 1 tahun pertama. Tingkat efektivitas KB suntik mencapai 99,7% keberhasilan. Selain itu, KB suntik dapat mencegah kehamilan jangka menengah yaitu 1 sampai 3 bulan. 

  • Mudah penggunaannya

KB suntik dapat digunakan pada perempuan dengan usia lebih dari 35 tahun hingga wanita yang sudah mendekati menopause. Selain itu, menggunakan KB suntik cukup mudah sebab Anda tidak perlu mengingat setiap hari seperti pada penggunaan pil KB. Penggunaan KB suntik juga tidak memerlukan prosedur medis berupa pemeriksaan panggul, tidak berpengaruh pada hubungan seksual, serta aman bagi kualitas dan kuantitas ASI ibu menyusui. 

  • Mencegah beberapa penyakit

Penggunaan KB suntik juga diyakini dapat membantu mencegah beberapa jenis penyakit. Beberapa penyakit yang dapat dicegah menggunakan KB suntik yaitu kehamilan ektopik, kanker rahim, serta beberapa penyebab penyakit radang panggul. 

Kekurangan KB suntik

Meski memberikan banyak manfaat dan kelebihan terutama jika dibandingkan dengan kontrasepsi jenis lain, KB suntik ternyata juga memiliki kekurangan. Berikut ini beberapa kekurangan KB suntik. 

  • Tidak dapat mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS)
  • Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu
  • Kesuburan dapat kembali namun membutuhkan waktu dari penghentian KB suntik
  • Harus kembali ke tempat suntik sesuai jadwal untuk penggunaannya

Efek samping KB suntik 

KB suntik dapat memunculkan efek samping yang wajar dan normal dialami oleh penggunanya. Anda tidak perlu khawatir dengan efek samping normal yang terjadi sebab tidak berbahaya. Beberapa efek samping tersebut yaitu: 

  • Berat badan mengalami kenaikan karena nafsu makan meningkat. 
  • Perubahan siklus menstruasi (bisa menjadi lebih pendek atau lebih panjang). 
  • Sakit kepala
  • Perubahan mood
  • Nyeri payudara
  • Berkurangnya kepadatan tulang 
  • Munculnya jerawat 

Selain itu, efek samping berbahaya mungkin dialami meski hal tersebut jarang terjadi. Beberapa efek samping berbahaya tersebut yaitu pendarahan pada vagina, mual dan muntah yang sering, kemampuan seksual menurun, sakit tulang, hingga depresi yang semakin parah. Apabila Anda mengalami berbagai efek samping tersebut maka sebaiknya segera hubungi dokter agar dapat diberikan penanganan medis. 

Selain KB suntik, terdapat beberapa metode lain yang dapat dipilih untuk menunda kehamilan seperti IUD, implan, dan pil KB. Untuk memilih kontrasepsi jenis mana yang paling tepat digunakan maka sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Anda juga dapat berkonsultasi seputar kesehatan lainnya dengan bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang juga di Play Store atau App Store.