Ice Pack dan Tips Menyimpan ASI Perah

Dahulu, mungkin orang tidak pernah berpikir bahwa ketika seorang ibu bekerja, anak bisa tetap memperoleh haknya mendapatkan air susu ibu (ASI). Namun saat ini, dengan adanya teknologi pompa yang bisa memerah ASI, Anda dapat menyajikan ASI untuk sang buah hati, meskipun sibuk bekerja ataupun berkegiatan di luar rumah tiap harinya. 

Ice pack membantu mengawetkan ASI agar tidak mudah basi

Yang Anda butuhkan hanya konsistensi untuk rajin memerah dan memompa ASI. Selain itu, Anda juga perlu ice pack sebagai senjata utama menjaga ASI agar tidak basi ketika Anda tidak bisa langsung menaruhnya dalam lemari es saat berada di luar ruangan. 

Namun tentunya selain ice pack, Anda juga memerlukan beberapa tips supaya ASI perah tidak rusak dan dapat diberikan kepada si kecil dengan kualitas terbaik. Berikut ini adalah tips penyimpanan ASI perah yang mesti Anda ketahui. 

Jangan Isi Penuh 

Saat menaruh ASI perah dalam wadah, jangan mengisinya sampai penuh. Setidaknya, beri ruang kosong sekitar 2—3 sentimeter. Pasalnya saat didinginkan dan membeku, ASI cenderung mengembang. Mengisi ASI hingga penuh bisa merusak kemasan wadah dan membuat isinya menjadi tidak ideal lagi untuk diberikan kepada sang buah hati. 

Pilih Kantong Kecil 

Seberapa besar wadah penyimpanan ASI perah yang Anda miliki? Sering kali seseorang menaruh ASI perah di wadah yang cukup besar hingga ketika pemberian kepada si kecil, ASI akan bersisa di dalamnya. Sayangnya, sisa ASI tersebut tidak bisa digunakan lagi dalam jangka waktu 2 jam. Sebaiknya Anda menaruh ASI perah dalam wadah-wadah kecil. Ukuran ideal untuk menaruh ASI berkisar 100—200 mililiter agar bisa segera habis dalam sekali konsumsi. Lebih baik memberi si kecil tambahan ASI dari wadah daripada harus membuang sisa ASI perah yang tidak terpakai, bukan? 

 Dinginkan Sesegera Mungkin 

ASI perah hanya mampu bertahan maksimal 4 jam di suhu kamar untuk digunakan. Jika tidak, ia akan langsung basi dan tidak layak diberikan kepada si kecil. Karena itulah, penting untuk segera menaruh kemasan ASI perah langsung ke lemari atau tas pendingin yang berisi ice pack untuk menjaga agar ASI tersebut tetap bisa digunakan si kecil dalam jangka agak panjang. 

Selalu Beri Label 

ASI perah memiliki batas waktu penyimpanan sesuai tempat menaruhnya. Paling lama, ASI perah bisa bertahan hingga 12 bulan jika ditaruh dalam freezer satu pintu yang tidak bergabung dengan lemari pendingin. Karena itulah, menjadi sangat penting untuk memberi label pada tiap wadah ASI yang Anda taruh. Ini untuk mengetahui apakah ASI perah yang Anda ambil masih layak dan aman untuk diberikan kepada buah hati tercinta atau tidak. Jangan sampai karena tidak ada label, ASI perah yang sudah ada pompa dengan susah payah sudah terlalu lama tersimpan dan tidak bisa diberikan lagi kepada si kecil. 

Taruh di Freezer Bagian Dalam 

ASI perah yang sudah membeku sebaiknya dihindarkan dari perubahan suhu yang ekstrim jika memang belum mau dipakai. Karena itu, hindari meletakkan wadah ASI di pintu freezer atau kulkas. Karena pada bagian inilah, perubahan suhu akan selalu terjadi setiap Anda membuka dan menutup pintu freezer atau kulkas. Sebaiknya, Anda menaruh wadah berisi ASI perah di bagian dalam freezer untuk meminimalkan terjadinya perubahan suhu. 

Fist in First Out 

Supaya tidak ada kekecewaan karena ada ASI perah yang sudah kadaluarsa dan tidak bisa dipakai, selalu terapkan konsep first in first out dalam manajemen ASI perah Anda. Pastikan memakai terlebih dahulu ASI perah dengan tanggal perah yang lama, baru kemudian bisa disusul dengan wadah ASI dengan label pemerahan yang lebih baru. Hal ini akan membuat manajemen penyimpanan ASI akan lebih efektif. 

Ice Pack untuk Perjalanan  

Apakah bisa membawa ASI perah untuk perjalanan tanpa membuatnya basi? Tentu saja bisa asal Anda memanfaatkan ice pack. ASI perah yang ditaruh di tas pendingin berisi ice pack mampu tetap beku hingga 24 jam. Tentunya begitu sampai tempat tujuan, Anda mesti segera menaruh ASI perah ke dalam freezer kembali. 

Ice pack sangat berguna untuk penyimpanan ASI perah Anda? Tentu saja! Namun tentunya, perlu dilakukan strategi lainnya supaya penyimpanan ASI perah dapat berlangsung efektif.

5 Alasan Perlu Memberi Anak Susu Chill School

Pemberian susu bagi anak yang masih di bawah usia 12 tahun sangatlah penting. Salah satu susu yang sangat patut Anda pertimbangkan untuk diberikan kepada si kecil adalah susu Chill School. Pasalnya, susu ini memiki beragam kandungan gizi dan mineral yang mampu mendukung tumbuh kembang sang buah hati. 

Namun, Anda mungkin masih ragu untuk membeli susu Chill School ataupun jenis susu lainnya buat anak. Ada saja pikiran bahwa sebenarnya kandungan dari susu bisa diperoleh dari beragam jenis makanan lainnya. Tentu saja itu tidak salah, namun tidak bisa ditampik pula susu adalah produk praktis yang dapat membuat anak mendapatkan segala kebutuhannya dalam sekali teguk. 

Nah, sebenarnya manfaat apa saja yang bisa langsung didapatkan oleh anak ketika Anda memberikan susu Chill School kepadanya? Berikut ini adalah 5 alasan kuat yang membuat susu Cill School patut diberikan untuk si kecil. 

  1. Memenuhi Kebutuhan Energi 

Kebutuhan kalori anak terus bertambah dari waktu ke waktu. Pada usia 3 tahun, kebutuhan kalori anak per hari sudah mencapai 1.125 kilokalori. Lalu pada usia 12 tahun, kebutuhan kalori harian anak sudah berkisar 2.000-2.100 kilokalori. Jika kebutuhan kalori tersebut tidak terpenuhi, anak akan merasa lemas sampai perkembangan dan kinerja organ tubuhnmya menjadi terhambat. 

Susu Chill School merupakan minum kalori bagi anak. Tiap takaran sajinya mengandung 200 kilokalori. Tingginya kalori tersebut dapat mendukung asupan energi yang mungkin saja belum terpenuhi dari makanan sehari-hari yang mereka konsumsi. 

  1. Mengatasi Susah Makan 

Usia 3—12 tahun adalah masa-masa di mana anak menjadi sangat aktif dan tidak jarang pula menjadi sangat selektif. Sering kejadian, orang tua dibuat pusing tujuh keliling karena anak menjadi malas makan dan memilih untuk bermain terus. Anda bisa menyiasati kondisi ini dengan memberikan anak susu Chill School. 

Selain tinggi kalori, susu Chill School juga memiliki kandungan prebiotik dan probiotik yang baik untuk pertahanan saluran cerna. Khususnya untuk probiotik, susu Chill School pada akhirnya mampu meningkatkan nafsu makan anak karena bakteri jahat di dalam usus bisa ditekan jumlahnya oleh bakteri baik yang didukung pertumbuhannya oleh probiotik. 

  1. Menunjang Pembentukan dan Kinerja Otak 

Periode emas anak masih terus berlangsung sampai ia berusia 12 tahun! Jadi, jangan lepas untuk memberikannya makanan dan minuman yang mengandung berbagai nutrisi pendukung pembentukan dan kinerja otak. Susu Chill School adalah salah satunya. Susu Chill School memiliki kombinasi kandungan asam linoleat, kolin, dan zat besi. 

Asam linoleat berperan dalam pembentukan AA dan DHA yang membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Sementara itu, kolin punya peran besar untuk memperkuat daya ingat otak. Lalu zat besi bagaimana? Nutrisi yang satu ini ternyata juga berperan penting untuk meningkatkan konsentrasi dalam proses belajar anak.

  1. Menguatkan Daya Tahan Tubuh 

Anda tentu tidak ingin si kecil mudah sakit, bukan? Anda bisa memberikan susu Chill School untuk membuat daya tahan tubuhnya lebih kuat. Ini karena susu Chill School memiliki kandungan lactoferin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi, serangan penyakit seperti batuk, pilek, ataupun demam bisa ditepis. 

Lactoferin sendiri merupakan bagian dari sel darah putih yang berfungsi untuk membunuh kuman. Cara kerja nutrisi ini adadalah menghancurkan dinding tiap kuman maupun bakteri yang masuk ke tubuh. Jadi, anak Anda menjadi tidak mudah sakit. 

  1. Untuk Tulang dan Gigi Kuat 

Susu adalah makanan terbaik untuk tulang dan gigi anak. Tentu saja ini termasuk susu Chill School. Ini karena kebanyakan susu mengandung kombinasi kalsium, vitamin D, dan magnesium. 

Jangan membayagkan bahwa kandungan tersebut hanya akan membuat anak Anda lebih tinggi. Nyatanya, mencukupi kebutuhan kalsium, vitamin D, sampai magnesium anak adalah upaya untuk mengurangi risiko masalah pengeroposan tulang anak pada masa tuanya. Tercukupinya kebutuhan untuk tulang dan gigi tersebut bahkan bisa mengurangi risiko sakit kepala dan obesitas pada anak!

*** 

Jadi, tidak ragu lagi untuk memberikan susu Chill School pada anak, bukan? Tentu saja selain susu, pemberian makanan dengan gizi seimbang tetap diperlukan.

Kenali Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi

cara mengatasi pilek pada bayi

Ketika bayi jatuh sakit, sebagai orang tua Anda tentu akan khawatir. Apalagi jika bayi mengalami pilek. Tapi, sebenarnya Anda tidak perlu khawatir, karena ada cara mengatasi pilek pada bayi dengan mudah dan efektif.

Mengobati pilek pada bayi memang harus dilakukan dengan hati-hati. Karena, tidak seperti anak-anak dan orang dewasa, bayi masih rentan terhadap berbagai efek samping negatif dari berbagai macam metode pengobatan. 

Mengetahui penyebab pilek pada bayi

Sebelum mencari cara mengatasi pilek pada bayi, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui penyebab bayi Anda mengalami pilek. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, seperti:

  • Menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus pilek
  • Melakukan kontak langsung dengan orang lain yang menderita pilek
  • Penderita pilek batuk atau bersin di depan bayi
  • Penderita pilek mencium bayi Anda

Pada dasarnya, pilek terjadi akibat infeksi bakteri atau virus. Bakteri dan virus ini bisa ada dimana saja, di lingkungan Anda dan juga bayi Anda. 

Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas, pilek pada bayi juga bisa terjadi karena penyakit lain. Penyakit itu seperti pneumonia, infeksi telinga, dan sakit tenggorokan. 

Cara mengatasi pilek pada bayi

Untuk mengetahui penyebab pilek, Anda bisa membawa bayi Anda untuk menjalankan pemeriksaan ke dokter. Dokter bisa membantu menentukan faktor penyebab, serta cara mengatasi pilek pada bayi yang paling tepat sesuai penyebab tersebut.

Anda bisa memberikan upaya perawatan di rumah untuk bayi yang menderita pilek. Perawatan di rumah meliputi: 

  • Melembabkan udara menggunakan humidifier. Konsultasikan dulu pada dokter mengenai jenis humidifier yang aman bagi bayi.
  • Menggunakan larutan garam atau atau saline drops dan suction bulb untuk menghisap lendir pilek keluar dari hidung bayi.
  • Meningkatkan asupan cairan pada bayi, bisa melalui ASI, air mineral, maupun susu formula. Tapi, air mineral sebaiknya hanya diberikan pada bayi di atas usia 6 bulan.
  • Memandikan bayi dengan air hangat. Jangan meninggalkan bayi ketika sedang mandi.

Langkah-langkah diatas adalah langkah perawatan di rumah sebagai cara mengatasi pilek pada bayi. 

Cara mengatasi pilek pada bayi dengan obat

Meskipun Anda bisa melakukan perawatan di rumah untuk meredakan pilek, terkadang dokter tetap menganjurkan bayi Anda untuk mengonsumsi obat pilek yang aman. Obat yang paling umum untuk mengobati pilek adalah obat.

Contoh obat yang aman untuk bayi Anda adalah ibuprofen dan acetaminophen. Kedua obat ini bisa meringankan gejala demam dan sakit tenggorokan. Tapi, ingatlah untuk selalu mengkonsultasikan hal ini terlebih dahulu pada dokter Anda. 

Karena, umumnya pemberian obat  tidak dianjurkan untuk bayi di bawah usia enam bulan. 

Anda bisa mendapatkan obat pilek serta saline drop bagi bayi Anda dengan membelinya secara bebas di apotek. Meskipun tidak memerlukan resep dokter, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Anda tidak perlu cemas bila bayi mengalami pilek. Seiring berjalannya waktu, pilek akan sembuh dan mereda dengan sendirinya. Hal ini berlaku juga untuk orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar. 

Jadi, jika bayi mengalami pilek, lakukanlah upaya perawatan di rumah sebagai pertolongan pertama. Cara mengatasi pilek pada bayi di rumah bisa membantu penyembuhan yang lebih cepat dan efektif, khususnya saat dilakukan bersamaan dengan konsumsi obat dari apotek.