Apa yang Bisa Menyebabkan Keputihan Setelah Berhubungan Seks?

Keputihan mengacu pada campuran cairan yang keluar dari vagina atau penis. Orang mungkin memperhatikan keluarnya cairan sebelumnya, selama, atau setelah berhubungan. Beberapa keputihan dapat terjadi pada keduanya. 

Ada beberapa faktor penyebab mengapa keputihan setelah berhubungan seks bisa keluar. Nah, berikut beberapa penjelasan mengapa keputihan bisa terjadi. Berikut penjelasannya. 

Keputihan setelah berhubungan seksual

Keputihan yang sehat adalah cairan bening atau putih yang mengandung lendir servisk, cairan vagina, dan puing-puing sel. Beberapa perubahan dalam jumlah atau tampilan  keputihan dapat terjadi secara alami, sementara yang lain mungkin menunjukkan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Bagian ini menjelaskan beberapa penyebab umum keputihan setelah berhubungan seks. Meliputi:

  1. Gairah

Gairah seksual merangsang peningkatan aliran darah ke alat kelamin, pembuluh darah mengembang untuk menampung suplai darah yang meningkat. Pada wanita, hal ini menyebabkan pembengkakan di labia, klitoris, dan jaringan yang melapisi vagina. Selain itu, kelenjar di vagina mengeluarkan cairan bening dan encer yang melumasi vagina saat berhubungan seks. 

Kehadiran cairan ini dapat membuat keputihan semakin terlihat. Kotoran mungkin menjadi lebih kental dan memiliki tampilan bening atau putih susu. Jenis keputihan ini normal dan tidak menunjukkan kondisi medis yang mendasarinya. Nemun, jika kotoran yang lebih kental dan berbau busuk, itu bisa mengindikasi masalah kesehatan. 

  1. Ejakulasi wanita

Saat berhubungan seks, wanita bisa mengalami ejakulasi. Ini melibatkan pengeluaran cairan melalui uretra. Menurut tinjauan sistematis tahun 2013, para ilmuwan tidak yakin beraoa banyak wanita yang mengalami ejakulasi, tetapi mereka memperkirakan prevalensinya 10-54%. Bagi mereka yang mengalaminya, ejakulasi wanita adalah kejadian yang sehat dan alami. 

  1. Perubahan siklus menstruasi

Fluktuasi hormonal yang terjadi sepanjang siklus menstruasi mengubah kuantitas dan tampilan keputihan. Pada awal dan akhir siklus menstruasi, keluarnya cairan mungkin kental dan berwarna putih. Selama ovulasi, mungkin bening dan elastis. 

Di waktu lain sepanjang suklus, pelepasan mungkin jernih dan berair. Menjelang akhir siklus menstruasi, darah lama mungkin hadir dalam cairan yang keluar memberi warna cokelat. Semua ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. 

  1. Bakteri vaginosis

Bakcterial vaginosis (BV) dapat membuat keputihan setelah berhubungan seks lebih terlihat. Itu terjadi ketika pH vagina berubah, mengganggu kseimabngan bakteri yang sehat di vagina. Memiliki pasangan seksual baru, banyak pasangan, atau douching secara teratur masing-masing bisa meningkatkan risiko berkembangnya BV. 

BV dapat menyebabkan kotoran menjadi putih pucat atau abu-abu dan memiliki bau amis yang kuat. Mungkin lebih mudah untuk mengidentifikasi pelepasan BV setelah berhubungan seks. Gejala BV lainnya termasuk:

  • Sensasi gatal atau terbakar di vagina
  • Sensasi gatal atau terbakar di sekitar vulva
  • Buang air kecil yang menyakitkan
  1. Infkesi jamur

Keputihan yang berwarna putih dan menggumpal selama atau setelah berhubungan seks dapat mengindikasi infeksi jamur. Infeksi jamur terjadi ketika jamur Candida tumbuh terlalu cepat di bagian tubuh yang terkena. Candida secara alami hidup di mulut, tenggorokan, usus, vagina, dan permukaan kulit. Hingga 75% wanita mengalami setidaknya satu infeksi jamur vagina selama mereka hidup. Faktor berikut bisa meningkatkan risikonya dari infeksi jamur:

  • Kehamilan
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Penggunaan kontrasepsi dominan estrogen
  • Penggunaan antibiotik baru-baru ini
  • Sistem kekebalan yang melemah
  • Penggunaan dounche atau produk kebersihan vagina lainnya

Infeksi jamur menyebabkan berbagai gejala, termasuk:

  • Gatal di dalam atau di sekitar vagina
  • Bengkak, kemerahan, dan nyeri pada vulva dan vagina
  • Nyeri saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Keputihan berwarna putih tidak berbau yang terlihat mirip dengan keju cottage

Jadi, keluarnya keputihan setelah berhubungan seks adalah hal yang normal. Karena hal tersebut mungkin mengandung campuran lendir serviks dan cairan vagina. Keputihan biasanya terjadi selama aktivitas seksual. Jika cairan vagina berbau busuk atau berwarna tidak seperti biasanya, segera temui dokter. Gejala ini bisa menunjukkan kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti BV, infeksi jamur, atau infeksi menular seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *