4 Manfaat Tanaman Keladi Tikus, Diantaranya Antikanker, Antibakteri, dan Antioksidan

Keladi tikus (typhonium flagelliforme) termasuk keluarga dari Araceae dan tergolong tanaman obat, serta merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak ditemukan di Pulau Jawa dan tumbuh dengan baik pada ketinggian 1-300 m di atas permukaan laut. Keladi tikus merupakan tanaman herbal yang memiliki agen detoksifikasi. Tanaman ini ditemukan memiliki potensi untuk obat antikanker, antibakteri, mengobati luka di lambung, serta menangkal radikal bebas. Bagian tanaman yang mengandung antikanker adalah seluruh bagian tanaman, yaitu akar, batang, daun dan bunga. Keladi tikus adalah tanaman herbal yang dapat tumbuh hingga 30 cm. Tanaman ini hidup tersebar di Asia terutama di tempat lembab dan gelap. Apa saja 4 manfaat tanaman keladi tikus ini : 

  • Sebagai antikanker 

Keladi tikus merupakan tanaman obat yang bermanfaat dalam mengobati penyakit kanker diantaranya kanker payudara, usus, kelenjar prostate, hati, leukemia dan leher rahim. Aktivitas antikanker dari ekstrak keladi tikus pernah diujikan secara in vitro pada dua jenis sel kanker mencit, yaitu P388 lymphocytic leukemia dan lymphoid cell line. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak non polar dari keladi tikus berhasil memperlihatkan aktivitas antiproliferatif yang baik namun senyawa anti-proliferatif tersebut belum diidentifikasi dengan jelas. Aktivitas anti kanker pada tanaman keladi tikus diujikan pada sel kanker payuadara manusia t47d untuk melihat kemampuan tanaman keladi tikus sebagai agen kemoterapi untuk kanker payudara dan efeknya jika dikombinasikan dengan tamoxifen (TAM). 

  • Menangkal radikal bebas

Antioksidan adalah zat yang dapat melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas. Kerusakan radikal bebas dapat menyebabkan kanker. Antioksidan berinteraksi dengan dan menstabilkan radikal bebas dan dapat mencegah beberapa kerusakan yang mungkin disebabkan oleh radikal bebas. Berdasarkan penelitan Universitas Pancasila “Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Ekstrak Daun Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme),”  bahwa daun keladi tikus memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan memiliki aktivitas antibakteri. Ekstrak metanol daun keladi tikus memiliki aktivitas antioksidan tertinggi. 

  • Sebagai anti bakteri 

Keladi tikus memiliki zat antibiotik yang bisa mencegah serta menyembuhkan penyakit seperti flu dan batuk. Zat aktif yang berfungsi sebagai antibakteri yaitu asam laurat dan asam kaprat. Asam laurat memiliki fungsi untuk menangkal bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Kemudian, asam kaprat berfungsi membunuh bakteri yang telah masuk ke dalam tubuh. 

  • Mengobati Tukak Lambung

Tukak lambung merupakan penyakit yang diderita cukup banyak

jumlah orang di seluruh dunia. Faktor etiologi dari

gangguan ini antara lain: stres, merokok, gizi

defisiensi, infeksi, penggunaan yang sering dan sembarangan

obat antiinflamasi non steroid. Penelitian dari Universita Malaya, Kuala Lumpur, dan Cyberjaya University College of Medical Science, Selangor Penelitian kami mengungkapkan bahwa ekstrak daun keladi tikus bisa

secara signifikan melindungi mukosa lambung terhadap etanol-

cedera mukosa lambung yang diinduksi. Perlindungan seperti itu

ditunjukkan dengan pasti dengan pengurangan area ulkus lambung

dinding dan pengurangan atau penghambatan edema dan leukosit

infiltrasi lapisan submukosa, dan perlindungan paling banyak

menonjol pada dosis 500 mg / kg ekstrak daun. Data

diperoleh konfirmasi indikasi tradisional untuk ramuan ini

dan menyajikan pilihan terapeutik baru untuk pengobatan

penyakit lambung. 

Walaupun sudah melalui serangkaian uji terkait denga keladi tikus. Tentunya manfaat dari tanaman ini dalam penggunaannya harus dengan berkonsultasi dengan dokter, apabila sebagai pelengkap pengobatan medis. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *