Tak Hanya Cedera Kepala, Berikut 7 Penyebab Koma

Tak Hanya Cedera Kepala, Berikut 7 Penyebab Koma

Kondisi seseorang tak sadarkan diri berkepanjangan disebut dengan koma. Koma berbeda dengan tidur panjang. Seseorang yang koma tidak bisa dibangunkan, tidak akan merespon rangsangan yang diberikan termasuk cahaya atau suara. Mereka juga cenderung membutuhkan alat bantu pernapasan agar bisa bernapas secara normal. 

Koma kerap kali dikaitkan dengan trauma kepala atau terluka parah akibat kecelakaan, karena kesadaran seseorang diatur oleh bagian otak tertentu. Tapi koma juga bisa disebabkan oleh kondisi medis.

Penyebab koma

Penyebab utama koma adalah cedera otak. Cedera otak disebabkan oleh adanya tekanan, pendarahan, kurangnya oksigen, atau penumpukan racun di otak. Cedera bisa bersifat sementara dan dapat disembuhkan, tapi juga bisa permanen. 

Lebih dari 50% koma terkait dengan trauma kepala atau gangguan pada sistem peredaran darah di otak. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan koma:

  1. Kekurangan oksigen

Oksigen sangat penting agar seluruh tubuh dapat berfungsi secara normal. Kurangnya kadar oksigen di otak selama beberapa menit saja bisa menyebabkan kematian sel pada jaringan otak, sehingga memicu koma. Kondisi ini disebut hipoksia atau cedera otak anoksia.

Serangan jantung, cedera kepala atau trauma, tenggelam, tersedak, overdosis obat, atau keracunan dapat menyebabkan kurangnya oksigen di otak.

  1. Trauma kepala

Cedera kepala, misalnya akibat terbentur benda keras, dapat menyebabkan pembengkakan jaringan otak dan pendarahan. Saat pembengkakan atau pendarahan terjadi, batang otak akan tertekan dan merusak RAS (Reticular Activating System) yang bertanggung jawab terhadap kesadaran. 

Pembengkakan dan pendarahan tak hanya terjadi akibat trauma kepala. Kekurangan oksigen, ketidakseimbangan elektrolit atau hormon dapat menyebabkan pembengkakan. Hipertensi, aneurisma serebral, dan tumor merupakan penyebab pendarahan otak non-traumatis.

  1. Stroke

Kurangnya aliran darah ke seluruh bagian otak, terutama batang otak, dapat menyebabkan stroke. Ini akan memicu pembengkakan otak sehingga berakhir pada koma. 

  1. Kadar gula darah tidak normal

Penderita diabetes dapat mengalami koma jika kadar gula darah sangat tinggi (hiperglikemia) dalam waktu lama. Kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) juga bisa menyebabkan koma. Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan koma berkepanjangan.

  1. Infeksi sistem saraf pusat

Infeksi yang terjadi pada sistem saraf pusat, seperti meningitis atau ensefalitis, dapat menyebabkan koma. 

  1. Penumpukan racun 

Mengonsumsi obat-obatan dalam dosis besar atau kebiasaan alkoholik akan menyebabkan penumpukan racun di hati, darah, dan ginjal. Secara terus menerus ini dapat mengganggu fungsi neuron di otak sehingga menyebabkan koma. 

  1. Kejang

Kejang yang terjadi secara terus menerus (epilepsi) dapat mencegah otak pulih dengan benar, sehingga berakhir pada kondisi tidak sadar dan koma berkepanjangan. 

Mengatasi koma

Ketika seseorang koma, orang terdekat pasien harus memberikan informasi lengkap untuk menentukan kemungkinan penyebabnya. Pasien koma akan dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dan diberikan tindakan tergantung pada kondisi yang mendasarinya. 

Misalnya, jika koma disebabkan infeksi maka diperlukan antibiotik. Pasien diabetes yang mengalami syok diabetes akan diberikan glukosa. Jika koma disebabkan tumor, operasi akan dilakukan untuk mengurangi tekanan pada otak.

Pasien koma juga akan diberikan respirator atau alat bantu napas selagi dokter mengobati penyebab utama koma. Perawatan suportif lainnya, seperti cairan infus juga disediakan sesuai kebutuhan. 

Catatan

Peran keluarga dan kerabat dekat sangat penting bagi seseorang yang mengalami koma, karena mereka seringkali membutuhkan bantuan seumur hidup sampai kondisi mereka membaik. 

Diskusikan mengenai perawatan dan pemulihan pasien pasca koma dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *