Kenali Ragam Jenis Vaksin Pneumonia

Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyerang organ atau sistem pernapasan manusia. Kualitas hidup penderita akan menurun jika terserang pneumonia. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur ini membuat penderitanya kesulitan bernapas. Di Indonesia sendiri, salah satu upaya untuk mencegah terjadinya pneumonia adalah dengan pemberian vaksin pneumonia.

Vaksin pneumonia merupakan salah satu vaksin yang penting untuk diberikan kepada bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Hal ini dikarenakan seseorang yang belum mendapatkan vaksin tersebut akan rentan terkena berbagai penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, bahkan kematian.

Vaksin pneumonia adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi tubuh dari penyakit pneumonia dan penyakit infeksi lain yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae atau bakteri pneumokokus. Pemberian vaksin ini berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dalam menghasilkan antibodi atau daya tahan tubuh yang dapat melawan penyakit akibat infeksi bakteri pneumokokus.

Secara umum vaksin pneumonia hanya terdiri dari dua ragam jenis. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Ada vaksin-vaksin lain yang sebenarnya tidak dibuat khusus untuk pneumonia, tetapi jenis-jenis itu juga kerap digunakan sebagai penangkal pneumonia. Kondisi inilah yang seakan-akan menunjukkan bahwa ada banyak ragam vaksin untuk penumonia.

Untuk mengenal lebih jauh ragam vaksin pneumonia, berikut penjelasannya:

  • Pneumococcal conjugate vaccine (PCV) atau PCV13

Vaksin PCV adalah jenis vaksin pneumonia yang biasanya diberikan pada anak-anak yang berusia kurang dari 2 tahun. Vaksin ini juga dapat diberikan pada anak di atas 2 tahun dan orang dewasa yang berisiko terkena infeksi pneumokokus.

Vaksin PVC mampu melindungi anak-anak dan orang dewasa dari 13 jenis bakteri penyebab pneumonia.

  • Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV) atau PPSV23

PPV atau PPSV23 mengandung molekul polisakarida yang menyerupai bagian dari dinding sel bakteri pneumokokus. PPV adalah jenis vaksin yang diberikan pada lansia, orang dewasa, dan anak berusia lebih dari 2 tahun yang dianggap berisiko tinggi terkena infeksi pneumokokus.

Vaksin pneumonia jenis PPV memiliki efektivitas sekitar 50–70% dalam mencegah infeksi pneumokokus dan mampu melindungi penerimanya dari 23 jenis bakteri pneumokokus.

  • Penggunaan vaksin lain untuk tangkal pneumonia

Selain bakteri pneumokokus, pneumonia dan meningitis juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib). Bahkan di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia, bakteri ini adalah salah satu penyebab utama penyakit pneumonia dan meningitis.

Di Indonesia, vaksin Hib (dalam bentuk vaksin kombinasi DPT-HB-Hib) ini tergolong sebagai vaksin pneumonia yang termasuk dalam jenis vaksin yang perlu diberikan pada bayi dan anak-anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan pemberian vaksin Hib pada anak secara bertahap mulai usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan dosis pengulangan diberikan antara usia 15–18 bulan.

Selain vaksin Hib, vaksin Campak juga termasuk dalam vaksin untuk mencegah pneumonia. Pasalnya, pneumonia merupakan salah satu komplikasi dari penyakit campak.

Pneumonia juga bisa disebabkan oleh komplikasi penyakit lain seperti influenza, pertusis, dan cacar air. Oleh karena itu, vaksin lain, seperti vaksin influenza, vaksin DPT, dan vaksin varicella dapat digunakan sebagai vaksin pneumonia.

***

Itulah beberapa ragam jenis vaksin pneumonia—baik yang secara khusus diciptakan untuk tujuan itu, maupun yang secara “tidak sengaja” digunakan dalam upaya pencegahan masalah kesehatan yang menyerang organ pernapasan manusia ini.

Vaksin pneumonia adalah salah satu dari sekian jenis vaksin yang amat disarankan bagi tiap orang menerimanya. Sebab, fungsi dari vaksin ini cukup vital. Ia dapat melindungi seseorang dari berbagai macam kemungkinan masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus, termasuk virus corona seperti yang tengah melanda dunia saat ini.