Apa Saja Makanan untuk Rambut Rontok?

Apa Saja Makanan untuk Rambut Rontok?

Rambut rontok bisa menjadi masalah yang sangat menyebalkan. Pasalnya, rambut rontok tidak hanya sangat mengganggu, tetapi juga dapat mengakibatkan penipisan rambut atau kebotakan. Untuk mengatasi masalah rambut rontok, Anda bisa merawatnya dari luar atau dari dalam dengan mengonsumsi makanan untuk rambut rontok.

Sebenarnya, sangat wajar jika rambut akan rontok sekitar 50 sampai 100 helai per harinya. Sebab, rambut akan tumbuh setiap harinya dan akan bertahan selama 2-6 tahun. Namun, ada kalanya seseorang mengalami kerontokan yang tidak normal dan sangat banyak.

Makanan sehat untuk rambut yang lebih kuat

Penyebab rambut rontok bisa beragam, salah satunya adalah gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Maka dari itu, selain menggunakan produk perawatan rambut rontok, mengatasi kerontokan rambut juga bisa dengan meningkatkan asupan nutrisi dari makanan untuk rambut rontok.

Lalu, apa saja makanan untuk rambut rontok? Dan, manfaat apa saja dari mengonsumsi makanan tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

1. Sayuran hijau

Anda bisa mendapatkan asupan nutrisi dari makanan untuk rambut rontok seperti sayuran hijau. Bayam, bokchoi, seledri, atau brokoli merupakan sayuran hijau yang kaya akan zat besi. Jika mengonsumsi sayuran hijau secara rutin ke menu diet, Anda dapat merasakan manfaat rambut yang lebih sehat dan bebas rontok.

Zat besi tidak hanya bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah dan merangsang pertumbuhan rambut sehat. Zat besi juga berguna untuk menyuburkan dan memperkuat rambut. Selain itu, rambut rontok merupakan salah satu gejala anemia yang dihubungkan dengan kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi juga mengakibatkan turunnya kadar ferintin sehingga membuat rambut rentan mengalami kerontokan. Feritin merupakan protein yang menunjukkan jumlah total cadangan zat besi dalam tubuh. 

2. Ikan berlemak

Ikan berlemak seperti salmon, herring, dan mackerel dapat menjadi sumber makanan untuk rambut rontok. Sebab, ikan berlemak memiliki nutrisi yang dapat meningkatkan pertumbuhan rambut karena memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang sangat baik.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh National Institutes of Health dan melibatkan 120 wanita menemukan bahwa mengonsumsi suplemen asam lemak omega 3 dan omega 6 serta antioksidan dapat mengurangi kerontokan rambut dan meningkatkan kepadatan rambut.

Studi lainnya juga menemukan bahwa mengonsumsi suplemen minyak ikan secara signifikan dapat mengurangi kerontokan rambut dan meningkatkan pertumbuhan rambut pada perempuan dengan rambut yang menipis.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa penelitian mengenai asam lemak omega 3 dan pertumbuhan rambut perlu dikaji lebih lanjut. 

Sementara itu, ikan berlemak juga merupakan sumber protein, selenium, vitamin D3, dan vitamin B. Kandungan-kandungan tersebut merupakan nutrisi yang dapat membantu mempromosikan rambut kuat dan sehat.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan tidak hanya enak, tetapi juga bisa menjadi makanan untuk rambut rontok. Sebab, kacang mengandung berbagai nutrisi yang dapat meningkatkan pertumbuhan rambut. Satu ons almond atau sekitar 28 gram bahkan dapat menyediakan 37% kebutuhan vitamin E harian.

Terlebih lagi, mereka juga memiliki kandungan berbagai macam vitamin B, zinc, dan asam lemak esensial. Kekurangan salah satu nutrisi ini telah dikaitkan dengan kerontokan rambut. Kacang juga telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan lainnya selain pertumbuhan rambut, termasuk mengurangi peradangan dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Itulah beberapa makanan untuk rambut rontok yang gampang ditemui. Anda bisa menambahkan bahan-bahan ini pada menu diet Anda. Selain ketiga makanan di atas, terdapat makanan untuk rambut rontok lainnya, seperti biji-bijian, ubi, paprika, tiram, dan banyak lagi.

Cara Mengatasi Ketombe dengan Fungasol SS

Cara Mengatasi Ketombe dengan Fungasol SS

Kalau kamu punya masalah dengan ketombe membandel, coba atasi dengan Fungasol SS. Munculnya ketombe memang jadi salah satu hal yang mengganggu penampilan.

Tapi di sisi lain, munculnya ketombe bisa juga jadi salah satu indikator infeksi yang terjadi pada tubuh kamu. Sehingga perlu perhatian dan penanganan khusus.

Sebab ketombe akibat infeksi jamur tidak cukup diatasi dengan shampoo anti ketombe. Masalah ini butuh perawatan lebih, salah satunya adalah obat dengan kandungan aktif.

Apa itu Fungasol SS?

Fungasol adalah obat dengan kandungan aktif yaitu ketoconazole yang diformulasikan khusus untuk mengatasi ketombe di kulit kepala.

Produk ini juga mendapatkan label biru yang artinya bisa kamu beli di apotek atau toko obat terdekat tanpa memerlukan resep dokter.

Obat ini berbentuk cairan dan hanya boleh dioleskan di area kulit yang bermasalah dan membutuhkan penanganan.

Apa itu ketoconazole?

Ketoconazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur, salah satunya ketombe. Obat ini mengandung ketoconazole sebesar 2 persen yang aman untuk digunakan di area kulit kepala. 

Ketoconazole bekerja dengan cara membunuh dan menghentikan pertumbuhan jamur yang menjadi pemicu infeksi.

Ketoconazole memang umum dimasukkan ke dalam produk-produk untuk mengatasi ketombe atau dermatitis seboroik. Ada yang berupa shampoo, foam, larutan, dan gel.

Mengenal jenis ketombe

Munculnya partikel-partikel di kulit kepala bukan hanya tanda ketombe biasa. Ada juga penyakit lain yang memunculkan gejala yang mirip. Seperti dermatitis seboroik dan juga cradle crap. 

Setiap jenisnya punya penyebab dan penanganan yang berbeda. Berikut penjelasan beberapa jenis ketombe yang harus kamu tahu.

1. Dandruff

Dandruff ini merujuk pada jenis ketombe biasa yang bisa terjadi pada siapapun. Penyebabnya adalah produksi minyak atau sebum yang berlebih pada kult kepala.

Jamur kulit lipofilik yang dikenal sebagai Malassezia furfur mampu memakan kelebihan sebum tersebut dan menjadi penyebab utama, atau kontributor munculnya ketombe.

2. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik atau Seborrheic Dermatitis (SD) ini juga masih disebabkan oleh jamur yang sama yakni Malassezia furfur, namun lebih kronis

Kondisi ini cenderung menurun dan lebih sering terjadi pada orang yang stress, jarang keramas, dan sering melakukan aktivitas outdoor.

SD menyebabkan kulit bersisik dan berwarna kekuningan, berminyak, menimbulkan rasa gatal. Tak hanya kulit kepala, SD juga bisa muncul di area tubuh lain yang memiliki rambut.

3. Cradle cap

Cradle cap biasanya terjadi pada bayi dan cenderung tidak berbahaya. Kondisi ini ditandai dengan kulit kepala bayi yang ditutupi sisik tebal, berkerak, dan memiliki warna kuning atau kecoklatan.

Selain itu, cradle cap juga menyebabkan gatal. Penggunaan obat mengandung ketoconazole seperti Fungasol SS pada bayi harus sesuai dengan anjuran atau resep dokter ya.

Cara mengatasi ketombe dengan Fungasol SS

Obat dengan kandungan ketoconazole efektif dan aman digunakan untuk mengatasi jenis ketombe biasa maupun dermatitis seboroik pada orang dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun. 

Produk Fungasol yang mengandung ketoconazole hanya boleh digunakan di kulit dan tidak boleh dikonsumsi secara oral.

Oleskan obat pada kulit kepala sekali hingga 2 kali per hari selama 2 hingga 4 minggu. Atau ikuti petunjuk yang ada pada label produk atau sesuai dengan resep dokter.

Itulah ulasan mengenai penggunaan obat Fungasol SS untuk mengatasi ketombe. Semoga bermanfaat!