Duduk Terlalu Lama? Apa Saja Bahayanya?

Masih saja ada segelintir orang yang berpikir duduk bisa menyehatkan karena mencegah tubuh mengalami kelelahan yang berat. Di satu sisi, posisi duduk memang dapat membuat Anda lebih rileks sehingga terhindar dari kelelahan. Namun jika duduk terlalu lama, bukan kesehatan yang Anda dapat, melainkan risiko berbagai masalah kesehatan yang tidak sepele. 

Rata-rata duduk terlalu lama baru menimbulkan efek dalam jangka panjang bagi kesehatan. Karena itulah, jangan heran jika belakangan kampanye untuk bergerak lebih dan menghindarkan diri dari posisi duduk terlalu lama terus digencarkan. 

Memang apa saja bahaya dari kebiasaan duduk terlalu lama? Berikut ini beberapa penyakit yang sangat mungkin menimpa Anda jika memiliki kebiasaan tersebut. 

  1. Obesitas 

Duduk terlalu lama membuat tubuh hanya bergerak sedikit. Kondisi ini membuat molekul lipoprotein yang berfungsi memproses lemak dan gula menjadi sulit dilepaskan. Alhasil, orang-orang yang terbiasa duduk terlalu lama memiliki risiko sindrom metabolik yang memperbesar risiko obesitas. Harus diingat, obesitas tidak sebatas berat badan yang berlebih. Obesitas bisa menjerumuskan Anda ke berbagai potensi penyakit serius yang berhubungan dengan saraf dan pembuluh darah. 

2. Penyakit Jantung 

Risiko terkena penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular akan lebih besar menimpa Anda yang terbiasa duduk terlalu lama. Dalam sebuah penelitian ditemukan fakta mengejutkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan duduk terlalu lama memiliki risiko 140 persen lebih tinggi terkena serangan jantung dibandingkan orang-orang yang aktif bergerak. 

3. Stroke 

Terlalu lama duduk juga bisa menjebak Anda ke berbagai masalah pembuluh darah. Yang paling parah, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena stroke. Ini karena terlalu lama duduk membuat lemak lebih mudah terbentuk di pembuluh darah, tidak terkecuali pembuluh yang berfungsi mengalirkan darah dari dan ke otak. Apabila lemak tersebut semakin banyak dan menghalangi aliran darah dan oksigen ke dan dari otak, Anda pun akan lebih mudah terkena serangan stroke. 

4. Demensia 

Demensia merupakan penurunan fungsi memori pada otak Anda. Kebiasaan duduk terlalu lama disebut membuat risiko penyakit ini lebih rentan menyerang Anda. Pasalnya, kurangnya pergerakan pada tubuh akan membuat fungsi otak akan ikut terganggu, tidak terkecuali di bagian penangkapan dan pengingat memori. 

5. Diabetes 

Diabetes tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan makan manis berlebih. Kebiasaan duduk terlalu lama juga dapat menjadi pemicu naiknya kadar gula darah dalam tubuh. Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan, orang-orang yang terbiasa duduk lama memiliki risiko terkena diabetes 112 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang bergerak aktif. Ini karena tidak banyak bergerak akan membuat resistensi insulin meningkat, yang menjadi awal dari kondisi diabetes yang dialami seseorang. 

6. Varises 

Duduk terlalu lama bisa membuat darah mengumpul di bagian kaki sehingga memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah. Kondisi ini akan memicu pembuluh darah di bagian kaki mengalami pembengkakan dan pemelintiran. Kondisi inilah yang menjadi awal mula varises yang Anda alami. Meskipun umumnya tidak membahayakan dirinya sendiri, pembuluh darah yang membengkak dan terlihat ini bisa jadi tidak sedap dipandang. Dalam kasus yang jarang terjadi, mereka dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius, seperti pembekuan darah. 

7. Depresi 

Hubungan antara depresi dan duduk terlalu lama memang sulit dibayangkan. Namun kebanyakan orang yang terbiasa duduk terlalu lama lebih sulit mengelola stres ataupun merasa bahagia. Ini karena produksi hormon endorfin yang menimbulkan rasa senang akan berkurang sebab tubuh tidak aktif bergerak. Anda pun akan menjadi lebih mudah cemas dan berujung pada masalah mental yang lebih parah. 

***

Jangan biarkan duduk terlalu merusak kesehatan Anda, baik fisik maupun mental. Mulai sekarang, mulailah mengurangi waktu duduk Anda dan alihkan ke kegiatan olahraga yang lebih menyehatkan tentunya.