Mengenal Manfaat Whole Grain dalam Fitbar untuk Diet

fitbar untuk diet

Whole grain mungkin memang masih asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Padahal whole grain ini punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu makanan sehat dari whole grain ini yang bisa Anda coba adalah Fitbar untuk diet

Mengenal Whole Grain

Istilah whole grain merujuk pada makanan seperti roti atau tepung yang terbuat dari olahan biji-bijian utuh. Biji-bijian ini tidak mengalami proses pengolahan atau penggilingan lagi. Jadi biji tersebut tetap utuh sehingga memiliki banyak nutrisi. 

Contoh makanan yang mengandung whole grain adalah:

  • Beras merah
  • Quinoa
  • Whole oat
  • Oatmeal
  • Tepung gandum
  • Barley atau jali-jali
  • Rye flour
  • Whole wheat
  • Jagung
  • Millet atau jawawut
  • Soba
  • Bulgur

Makanan-makanan yang termasuk whole grain ini terkandung banyak sekali nutrisi yang baik untuk kesehatan. Serat yang terkandung di dalam gandum utuh itu baik untuk pencernaan dan dapat menurunkan kolesterol jahat. 

Millet juga mengandung serat alami dan gluten. Selain itu, makanan ini juga banyak mengandung mineral seperti mangan, potassium, zinc, zat besi, vitamin B, dan serat.

Manfaat Whole Grain untuk Kesehatan

1. Mencegah kadar gula darah mengalami kenaikan

Berbagai produk dari whole grain ini butuh waktu yang lebih lama untuk dicerna. Hal ini membuat kadar gula darah dan insulin dalam tubuh jadi lebih terjaga. Itulah kenapa produk dari whole grain seperti Fitbar untuk diet cocok untuk dikonsumsi sebagai cemilan sehat menurunkan berat badan dan dikonsumsi penderita diabetes.

2. Mengontrol berat badan

Orang yang mengonsumsi makanan dari whole grain yang rutin cenderung tidak mengalami kenaikan berat badan dibanding mereka yang mengonsumsi refined grain. Refined grain ini adalah biji-bijian yang sudah diolah dan digiling sebelum dibuat menjadi produk. Jadi, produk seperti Fitbar untuk diet akan membantu program penurunan berat badan Anda.

3. Mengurangi kadar kolesterol dan tekanan darah

Kebaikan mengonsumsi makanan dari whole grain ini adalah kaya akan antioksidan dan serat, sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. 

Menurut sebuah studi, konsumsi oat rutin selama 3 minggu berturut-turut bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah sekitar 8-9 mg/dL.

Angka kematian juga disebut menurun seiring dengan jumlah konsumsi produk whole grain yang meningkat. 

4. Melindungi tubuh dari sindrom metabolik

Orang-orang yang mengonsumsi makanan whole grain cenderung terhindar dari sindrom metabolik. Sindrom ini merupakan kondisi yang bisa meningkatkan risiko tubuh terkena kolesterol, tekanan darah tinggi, dan stroke. 

5. Mengurangi risiko terkena penyakit kronis

Ketika risiko terkena sindrom metabolik berkurang, maka risiko terkena berbagai penyakit kronis seperti stroke, jantung, diabetes, dan kanker pun berkurang. 

Setiap 10 gram serat dari whole grain dikonsumsi setiap hari, risiko terkena penyakit jantung pun berkurang 30 persen pada pria. Berefek lebih kuat terjadi pada wanita. 

Konsumsi Fitbar Multigrain sebagai Cemilan Sehat untuk Diet

Fitbar multigrain ini adalah energi bar yang bahan pembuatnya dari gabungan oat Australia, rice crispy, dan premium corn flakes. Snack bar ini sehat untuk dikonsumsi di sela makan berat dan praktis untuk dibawa ke mana-mana saat traveling.

Fitbar untuk diet ini terbuat dari whole wheat, quinoa, dan oat. Seperti yang diketahui bawah whole wheat ini mengandung nutrisi seluruh bagian gandum utuh. Quinoa juga salah satu dari biji-bijian utuh atau whole grain yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sedangkan oat mengandung kaya akan serat dan mengandung tinggi nutrisi.

8 Pemicu Peradangan Rektum

Jangan anggap remeh peradangan di bagian tubuh Anda. Jika dibiarkan, peradangan pada salah satu bagian tubuh nyataya bisa menjalar ke bagian lain dan menghasilkan gejala yang tidak menyenangkan. Tidak terkecuali ketika Anda mengalami peradangan rektum, pandangan sebelah mata tidak boleh dibiarkan ketika menghadapi inflamasi di sistem pencernaan bagian bawah yang menjadi tempat penyimpanan sementara feses.

Peradangan rektum kerap dikenal proktitis. Kondisi ini terjadi ketika terjadi inflamasi yang menyerang bagian lapisan rektum. Gejala awal yang dirasakan penderita proktitis adalah rasa ingin buang air yang terus berkelanjutan. Namun jika dibiarkan dan sudah mencapai tahap parah, peradangan di bagian rektum bisa membuat rasa sakit di bagian anus hingga menimbulkan diare akut.

Banyak pemicu yang membuat Anda bisa terkena peradangan rektum. Penyebab penyakit ini sangat berhubungan dengan sistem pencernaan Anda sekaligus tindakan medis yang pernah Anda peroleh sebelumnya. Yuk, kenali pemicu peradangan rektum guna bisa mengantisipasi penyakit ini menimpa Anda.

  1. Infeksi Menular Seksual

Orang-orang yang menderita penyakit infeksi menular seksual akan lebih rentan mengalami proktitis. Beberapa penyakit infeksi menular seksual yang mesti diwaspadai guna menghindari peradangan di rektum, seperti herpes genital, gonore, serta klamidia.

  • Seks Tidak Aman

Melakukan hubungan seks yang tidak amat akan membuat Anda rentan terkena peradangan rektum. Salah satu bentuk seks tidak aman adalah seringnya bergonta-ganti pasangan. Selain itu, kerap melakukan hubungan seks anal juga bisa meningkatkan risiko terkena proktits karena umumnya, orang-orang yang melakukan seks anal mudah tertular infeksi menular seksual.

  • Radang Usus

Peradangan yang terlambat diatasi bisa menyebar ke bagian lain yang dekat dengannya, tidak terkecuali bagi para penderita radang usung. Sekitar 30 prsen orang-orang yang mengalami peradangan usus nyatanya cepat atau lambat akan terkena peradangan rektum. Pasalnya, rektum sendiri merupakan bagian terakhir usus yang paling mendekati anus.

  • Konsumsi Antibiotik

Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik! Penggunaan antibiotik yang berlebihan ternyata juga menjadi salah satu pemicu peradangan rektum. Pasalnya, antibiotik cenderung membunuh bakteri baik yang ada di usus sehingga bakteri jahat yang menimbulkan peradangan justru berkembang. Ketika usus Anda akhirnya terkena inflamasi karena serangan bakteri jahat, risiko Anda mengalami proktitis pun semakin besar.

  • Tindakan Bedah

Jika pernah mengalami tindakan bedah khususnya di bagian usus, peradangan rektum akan lebih mudah menyerang Anda. Ini karena tindakan bedah pada usus kerap melibatkan pengalihan saluran feses yang memicu inflamasi pada saluran rektum Anda.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi umumnya dijadikan salah satu tindakan penanganan untuk pasien kanker. Akan tetapi berhati-hatilah, selain bisa mencegah perkembangbiakan sel kanker, radiasi yang dilakukan juga bisa memicu peradangan. Pada pasien kanker prostat ataupun ovarium, terapi radiasi yang dilakukan akan turut menyentuh daerah sekitar rektum sehingga memicu proktitis.

  • Alergi Protein

Bayi umumnya memiliki alergi terhadap beberapa jenis makanan. Tidak sedikit pula anak yang memiliki intoleransi terkait produk protein dari susu sapi. “Alergi” yang dialami oleh bayi tersebut tidak boleh dipandang remeh sebab sangat rentan menimbulkan peradangan di bagian usus sampai ke bagian rektumnya.

  • Sel Darah Putih

Jumlah sel darah putih yang berlebihan sangat rentan menimbulkan peradangan rektum. Padalnya, sel darah putih yang berlebihan akan mengalir ke bagian saluran pencernaan dan cenderung menempel di dinding rektum. Penempelan ini membuat dinding rektum mudah mengalami inflamasi.

Jika sudah tahu pemicu suatu penyakit, tentu tindakan terbaik adalah berusaha menjauhi sumber-sumber tersebut agar tidak terserang penyakit yang tidak diinginkan. Tak terkecuali dengan peradangan rektum, menjadi langkah yang amat bijak untuk menghindari penyebabnya dibandingkan Anda harus berkompromi dengan rasa sakit yang ditimbulkan akibat peradangan tersebut.