Obat Alami Kelenjar Getah Bening atau Obat Medis dari Dokter?

Obat Alami Kelenjar Getah Bening atau Obat Medis dari Dokter?

Kelenjar getah bening yang membengkak bisa disebabkan karena berbagai hal, seperti infeksi hingga pembengkakan kanker. Dalam mengatasi kondisi ini,biasanya obat kelenjar getah bening yang dipakai berbeda-beda disesuaikan dengan penyebab yang membuat pembengkakan itu muncul, para penderita diharap untuk memahami kondisi ini dengan baik.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai macam penyebab infeksi, seperti kuman, virus dan parasit, sel kanker serta zat beracun. Kelenjar ini tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti leher, telinga, ketiak dan lipatan paha, salah satu gangguan yang umum terjadi adalah pembengkakan kelenjar getah bening.

Obat Kelenjar Getah Bening

Berbagai obat tersedia untuk mengatasi jenis penyakit ini, baik itu obat alami kelenjar getah bening maupun obat medis rujukan dokter.

Sebelum memberi obat, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, mulai dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang terdiri dari tes darah, biopsi kelenjar getah bening hingga pemeriksaan radiologis seperti CT Scan atau MRI. Setelah mengetahui penyebab, lokasi, tingkat keparahan hingga kondisi kesehatan, selanjutnya dokter akan meresepkan salah satu obat berikut.

  1. Antibiotik

Tujuan pemberian antibiotik adalah untuk mengobati pembengkakan yang disebabkan karena infeksi bakteri, seperti abses kelenjar getah bening. Pilihan antibiotik yang dipakai sebelumnya akan disesuaikan terlebih dahulu dengan jenis kuman penyebab munculnya infeksi.

  1. Antivirus

Aliran getah bening akan tersumbat dan menjadi penyebab kelenjar getah bening akan membengkak, hal ini terjadi bisa dikarenakan infeksi cacing atau parasit seperti filariasis. Untuk mengobati kondisi ini, dokter akan memberi resep obat antiparasit, seperti albendazole dan diethylcarbamazine.

  1. Antituberkulosis

Terdapat beberapa jenis obat antituberkulosis yang digunakan untuk mengatasi pembengkakan kelenjar getah bening, di antaranya seperti isoniazid, pyrazinamide dan ethambutol. Obat-obat jenis ini dipakai meredakan pembengkakan yang disebabkan tuberkulosis atau TB kelenjar.

  1. Kemoterapi

Terapi ini dipakai jika pembengkakan terjadi karena munculnya kanker, selain menggunakan kemoterapi pengobatan yang dilakukan juga bisa melalui radioterapi atau operasi pengangkatan kanker. Namun perlu diketahui, penanganan ini akan disesuaikan dengan tingkat keganasan atau tingkatan stadium kanker tersebut.

  1. Kortikosteroid

Apabila pembengkakan yang terjadi dikarenakan penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid ahtritis, maka dokter akan meresepkan obat kortikosteroid dengan tujuan menekan daya tahan tubuh agar tidak menimbulkan peradangan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Dokter juga akan memberi obat lain seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau imunopresan, selain itu guna meringankan rasa sakit bisa dengan mengompres benjolan yang muncul dengan menggunakan handuk atau kain bersih yang dibasahi air hangat.

Selama menjalani pengobatan kondisi ini, penderita diharuskan mendapat istirahat yang cukup dengan tidur setidaknya tujuh hingga sembilan jam setiap malam untuk proses pemulihan. Meskipun pada kasus yang disebabkan infeksi, pembengkakan akan mereda dengan sendirinya ketika infeksi bisa segera diatasi.

Namun segera periksakan ke dokter jika kondisi ternyata tak kunjung membaik setelah dua minggu dan kelenjar getah bening semakin membengkak serta terasa kasar ketika disentuh hingga disertai keluhan lain, seperti demam, berkeringat di malam hari hingga berat badan menurun tanpa sebab yang jelas dan muncul secara tiba-tiba.

Mengetahui obat kelenjar getah bening sangat penting bagi pasien dan dokter, terutama ketika akan memutuskan pengobatan yang akan dipilih. Hal ini juga berdampak pada proses kesembuhan, jika segera diketahui dan ditangani, maka kesembuhan pasien juga akan semakin meningkat. Namun, jika dibiarkan tanpa adanya pengobatan dikhawatirkan akan membahayakan nyawa pasien.

Mengenal Limfedema

Limfedema adalah pembengkakan yang terjadi pada lengan atau kaki, akibat adanya penumpukan cairan

Limfedema mengacu pada pembengkakan yang umumnya terjadi di salah satu lengan atau kaki Anda. Terkadang kedua lengan atau kedua kaki bisa membengkak.

Limfedema paling umum disebabkan oleh pengangkatan atau kerusakan kelenjar getah bening Anda sebagai bagian dari perawatan kanker. Hal ini adalah hasil dari penyumbatan dalam sistem limfatik Anda, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda.  

Sistem limfatik tubuh Anda adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda, yang melindungi Anda dari infeksi dan penyakit.  Sistem limfatik meliputi limpa, timus, kelenjar getah bening, dan saluran getah bening, serta amandel dan kelenjar gondok.

Sistem limfatik Anda sangat penting untuk menjaga tubuh Anda tetap sehat. Sistem limfatik mengedarkan cairan getah bening kaya protein di seluruh tubuh Anda, mengumpulkan bakteri, virus dan produk limbah. Sistem limfatik Anda membawa cairan ini dan zat berbahaya melalui pembuluh getah bening Anda, yang mengarah ke kelenjar getah bening. Limbah tersebut kemudian disaring oleh limfosit, sel yang melawan infeksi yang hidup di kelenjar getah bening Anda dan akhirnya keluar dari tubuh Anda.

Limfedema terjadi ketika pembuluh getah bening Anda tidak mampu mengalirkan cairan getah bening dengan baik, biasanya dari lengan atau kaki. Limfedema dapat bersifat primer atau sekunder. Kondisi ini berarti dapat terjadi sendiri (limfedema primer), atau dapat disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain (limfedema sekunder).  Limfedema sekunder jauh lebih umum terjadi daripada limfedema primer.

Tanda dan gejala limfedema, yang terjadi pada lengan atau kaki Anda yang sakit, termasuk:

  • Pembengkakan sebagian atau seluruh lengan atau kaki Anda, termasuk jari tangan atau kaki
  • Perasaan berat atau ketat
  • Rentang gerak terbatas
  • Sakit atau tidak nyaman
  • Infeksi berulang
  • Pengerasan dan penebalan kulit (fibrosis)

Pembengkakan yang disebabkan oleh limfedema berkisar dari perubahan ringan pada ukuran lengan atau kaki Anda hingga perubahan ekstrem yang membuat anggota badan sulit digunakan. Limfedema yang disebabkan oleh pengobatan kanker mungkin tidak terjadi sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah pengobatan.

Limfedema tidak bisa disembuhkan, tetapi Anda bisa mengendalikan pembengkakan dan mencegahnya bertambah parah.  Mengalami berat badan yang sehat mungkin membuat limfedema membaik. Terapis limfedema khusus juga dapat membantu Anda mengelola kondisi ini. 

Jika kondisi limfedema Anda parah, dokter Anda mungkin ingin melakukan operasi untuk mengangkat beberapa jaringan sehingga pembengkakannya berkurang.