Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan Brown Sequard Syndrome

Pernahkah mendengar istilah Brown Sequard Syndrome? Ini merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya lesi di sumsum tulang belakang, hingga menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh. Brown Sequard Syndrome termasuk kategori penyakit langka dan jarang terjadi. Salah satu gejala yang timbul adalah kehilangan rasa pada sisi tubuh yang arahnya berlawanan. 

Ada beberapa penyebab yang menimbulkan penyakit, di antaranya adalah  tumor pada bagian sumsum tulang belakang dan trauma seperti luka tusukan pada punggung, leher, iskemia, inflamasi akibat TBC dan infeksi. Meski begitu, penyakit ini dapat diatasi dengan beberapa cara. Namun untuk pengobatan awal biasanya berupa mengonsumsi obat-obatan ortikosteroid dengan dosis tinggi.

Tanda dan Gejala

Ada beberapa tanda yang bisa muncul apabila tubuh mengalami penyakit Brown Sequard Syndrome. Gejalanya bervariasi tergantung tingkat ketinggian lesi yang berdampak pada  bagian tubuh tertentu. Berikut beberapa tanda dan gejalanya:

1.Persepsi Sensorik

Ketika tubuh mengalami kehilangan rasa tertentu atau terjadinya penurunan tingkat sensitivitas, maka dapat berdampak pada sensasi superfisial seperti nyeri dan suhu. Hal tersebut berkaitan dengan hilangnya kontra lateral tingkat sensitivitas terhadap  suhu dan rasa sakit. Selain itu,  sensitivitas tubuh terhadap rangsangan getaran juga turut menghilang.

2.Proprioception

Proprioception merupakan  kemampuan dari tubuh Anda untuk mengetahui posisi keseluruhan anggota tubuh Dengan adanya kemampuan ini, seseorang dapat memberikan perintah agar anggota tubuh bertindak sesuai dengan kemauannya. Ketika tubuh mengalami Brown Sequard Syndrome, maka terjadi kesalahan fungsi sistem Proprioseptif.

3.Kelemahan Tubuh

Kelemahan tubuh mudah dikenali karena fungsi motorik pada tubuh menurun dengan signifikan. Untuk beberapa kasus, penderita bisa mengenali adanya pengurangan kapasitas motorik tubuh dari salah satu sisi tubuh atau mengalami lumpuh total. Ketika tubuh dan otot dirasa melemah, maka disertai juga dengan komplikasi lain seperti hilangnya kontrol pada kandung kemih, kehilangan kontrol usus, degenerasi otot, tidak bisa berjalan dan ketergantungan pada fungsional.

Diagnosis

1.Tanya Jawab

Proses diagnosis yang pertama dapat dilakukan sesi tanya jawab antara pasien dengan dokter. Metode tersebut dapat membantu pihak dokter untuk menentukan apakah Brown Sequard Syndrome terjadi disebabkan oleh cedera atau akibat infeksi.

2.Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan secara fisik dilakukan untuk bisa menilai tingkat kerusakan pada sistem neurologis dan menemukan pengobatan yang cocok.

3.Pemeriksaan Laboratorium

Supaya hasilnya lebih akurat,  diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium.  Check lab dilakukan ketika ditemukan dugaan penyakit disebabkan karena infeksi. Proses pemeriksaan ini biasanya berupa tes darah maupun tes urine.

4.Radiografi

Proses Radiografi dilakukan pada proses diagnosis supaya penyebab dapat diketahui dengan pasti. Pemeriksaan ini dapat dilakukan melalui klinik laboratorium yang menyediakan fasilitas radiografi. 

5.MRI

MRI bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jaringan tubuh yang mengalami kerusakan.  Selain itu, tahap tersebut dilakukan ketika penyakit diduga bukan akibat dari cedera yang traumatik.

6.CT Myelogram

Ketika pasien yang didiagnosis tidak ingin menjalankan proses MRI, maka bisa menjalani proses CT Myelogram. Meski tampak berbeda dengan MRI, tapi untuk proses ini masih memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengetahui kerusakan pada jaringan saraf.

Penyakit Brown Sequard Syndrome harus dikenali dengan cepat. Sehingga pengobatan bisa dilakukan dengan segera tanpa menunggu penyakit semakin memburuk. Proses diagnosis juga bisa dipilih sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pihak pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *