Papiloma Intraduktal, Bisakah Terjadi pada Ibu Menyusui?

Papiloma intraduktal adalah suatu kondisi benjolan yang tumbuh di dalam saluran susu atau duktus dalam payudara. Bisakah benjolan ini terjadi pada ibu menyusui?

Ada beberapa jenis tumor payudara, papiloma intraduktal adalah salah satunya. Tumor ini berbentuk benjolan yang tumbuh di dalam saluran susu atau duktus.

Biasanya papiloma intraduktal tidak menimbulkan rasa nyeri. Anda perlu memperhatikan keluarnya cairan yang tidak seharusnya dari puting. Cairan bisa bening, bisa juga bercampur dengan darah.

Kondisi ini bisa terjadi baik pada pria maupun pada wanita. Lantas, bisakah papiloma terjadi pada ibu menyusui?

Gejala

Tidak ada gejala spesifik untuk papiloma intraduktal. Bahkan biasanya kondisi ini tidak menunjukkan gejala sema sekali.

Anda perlu memperhatikan keluarnya cairan yang tidak seharusnya dari puting. Cairan bisa berwarna bening, bisa juga bercampur dengan darah.

Selain itu, ada beberapa gejala umum masalah payudara yang perlu Anda waspadai, yaitu:

  • Muncul benjolan kecil berukuran 3 mm hingga 2 cm
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman pada payudara

Penyebab

Hingga kini tidak ada penyebab pasti terjadinya papiloma intraduktal. Biasanya kondisi ini muncul karena pertumbuhan sel-sel duktus yang lebih agresif sehingga terjadi benjolan.

Meski begitu, ada beberapa faktor risiko terjadinya papiloma, yaitu:

  • Faktor keturunan
  • Kontrasepsi hormonal
  • Terpapar estrogen dalam waktu lama
  • Terapi penggantian hormon

Jenis papiloma intraduktal

Secara umum ada dua jenis papiloma intraduktal, yaitu papiloma massa tunggal (soliter papilloma) dan papiloma dalam jumlah yang lebih banyak (multiple papilloma).

Biasanya papiloma massa tunggal menunjukkan benjolan yang lebih dekat dengan puting. Sebaliknya, papiloma dengan jumlah yang lebih banyak biasa tumbuh di area yang lebih jauh dari puting.

Sejauh ini, papiloma dengan jumlah banyak terbukti membawa risiko kanker payudara yang sedikit lebih tinggi. Sebab munculnya beberapa papiloma dikaitkan dengan kondisi pra-kanker yang disebut hiperplasia atipikal.

Diagnosis

Dokter akan menganjurkan serangkaian tes untuk memastikan diagnosis papiloma intraduktal. Berikut beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan:

  • Pemeriksaan fisik. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari kemungkinan adanya benjolan dan perubahan tekstur yang tidak normal pada payudara.
  • Scan. Anda mungkin perlu melakukan USG atau tes mammogram untuk menemukan lokasi papiloma dan memastikan ukurannya. Jika USG tidak cukup, mungkin Anda harus melakukan MRI.
  • Biopsi jarum halus. Dokter mungkin menyarankan biopsi untuk memastikan benjolan payudara Anda bukanlah kanker. Jika benjolan papiloma sangat terasa ketika diraba, biopsi jarum halus perlu dilakukan.
  • Biopsi. Jika tidak dirasakan adanya benjolan, Anda mungkin perlu melakukan biopsi. Dokter akan membuat sayatan kecil untuk mengambil jaringan payudara dan melakukan tes.

Bisakah terjadi pada ibu menyusui?

Mendeteksi papiloma intraduktal pada ibu menyusui sedikit sulit. Ibu yang pertama kali menyusui mungkin mengalami puting terasa sakit, bahkan bisa berdarah.

Nah papiloma juga mungkin mengeluarkan darah dari puting. Jika darah hanya keluar dari salah satu payudara dan tidak menimbulkan rasa sakit, Anda perlu mewaspadai kemungkinan munculnya papiloma.

Segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis lanjutan. Jika terbukti salah satu payudara mengalami masalah papiloma, Anda bisa menyusui dengan payudara yang tidak terkena.

Lalu, untuk payudara yang mengeluarkan cairan papiloma, Anda bisa menggunakan pompa ASI untuk mengeluarkan cairan, lalu membuangnya.

Pengobatan papiloma intraduktal

Perawatan standar untuk kondisi ini adalah pembedahan atau operasi untuk mengangkat papiloma dan bagian saluran duktus yang terkena. Operasi biasanya dilakukan dengan bius umum.

Kondisi Anda juga menentukan proses operasi dan pascaoperasi. Anda mungkin perlu menginap di rumah sakit setelahnya, mungkin juga tidak perlu.

Jaringan papiloma intraduktal yang sudah diangkat selanjutnya akan diuji untuk mendeteksi kemungkinan adanya sel kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *