BPJS Kesehatan Mandiri, Berikut Tiga Pilihan Kelas dan Fasilitas

Daftar BPJS Kesehatan mandiri dapat dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN

Ada tiga pilihan kelas BPJS Kesehatan Mandiri yang bisa Anda pilih. Tiap kelas dibedakan berdasarkan iuran bulanan dan fasilitas kesehatan yang Anda dapatkan.

BPJS Kesehatan saat ini dikenal sebagai badan penyelenggara jaminan kesehatan masyarakat. Pemerintah membentuk BPJS Kesehatan untuk memberikan perlindungan kesehatan pada masyarakat.

Sejak 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan telah aktif beroperasi di wilayah jaminan kesehatan. Pemerintah mewajibkan BPJS Kesehatan untuk ASN dan PNS. Artinya, semua pegawai pemerintah wajib didaftarkan sebagai anggota BPJS.

Kewajiban yang sama juga berlaku di sektor swasta. Perusahaan resmi berbadan hukum wajib mendaftarkan pekerjanya sebagai anggota BPJS Kesehatan. Pembayaran iuran dibagi dalam persentase sesuai aturan yang berlaku.

Nah bagi Anda yang bukan pekerja, misalnya seorang wiraswasta, pedagang, atau penyedia jasa umum, tentu Anda perlu mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS Kesehatan mandiri. Artinya Anda terdaftar secara mandiri, tidak terafiliasi dengan perusahaan atau badan apa pun.

Pendaftaran BPJS Kesehatan secara mandiri dibagi dalam dua jalur, yaitu jalur Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Yuk simak penjelasan selengkapnya.

Menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri

Untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan secara mandiri, Ada beberapa dokumen yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu. Nantinya proses pendaftaran cukup mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi Mobile JKN.

Berikut beberapa dokumen yang harus Anda siapkan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan secara mandiri:

  • Nomor HP aktif
  • Email aktif
  • KTP aktif
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi atau scan halaman depan buku tabungan aktif (untuk autodebit)
  • Memilih Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat Pertama

Perlu diingat, KK dibutuhkan sebagai syarat utama. Anda yang mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS secara mandiri berarti harus sekaligus mendaftarkan anggota keluarga lainnya dalam KK.

Artinya, Anda tidak bisa mendaftarkan diri sendiri secara mandiri. Aturan ini dibuat pemerintah agar setiap anggota keluarga terjamin kesehatannya.

Jika sudah menyiapkan setiap dokumen yang dibutuhkan, Anda bisa melakukan pendaftaran dengan mudah. Berikut caranya:

  1. Buka HP Anda, download aplikasi Mobile JKN di Play Store atau App Store
  2. Pilih menu Pendaftaran Peserta Baru
  3. Isi formulir pendaftaran BPJS Mandiri
  4. Daftar autodebit sesuai pilihan yang tersedia
  5. Memasukkan nomor rekening bank yang ingin Anda gunakan untuk membayar iuran
  6. Pilih setuju untuk memenuhi ketentuan yang berlaku

Manfaat BPJS Kesehatan

Manfaat BPJS Kesehatan cukup luas, mencakup konsultasi hingga perawatan. Tidak ada perbedaan antarkelas yang signifikan, setiap peserta BPJS mendapatkan fasilitas yang sama, di antaranya:

  • Pelayanan kesehatan tingkat pertama
  • Rawat jalan tingkat pertama
  • Rawat inap tingkat pertama
  • Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan
  • Pelayanan gawat darurat
  • Layanan menggunakan ambulans

Perbedaan kelas BPJS

Baru-baru ini pemerintah menyuarakan gagasan penghapusan pembagian kelas fasilitas rawat inap di rumah sakit. Artinya, beberapa tahun ke depan mungkin tidak akan ada lagi perbedaan kelas iuran BPJS.

Namun, sejauh ini belum ada keputusan resmi mengenai penghapusan kelas. Berikut tiga kelas BPJS Kesehatan yang dibedakan berdasarkan iuran per bulan:

  • Kelas 1: Iuran Rp150.000
  • Kelas 2: Iuran Rp100.000
  • Kelas 3: Iuran Rp35.000

Nah Anda bisa memilih salah satu kelas yang cocok bagi Anda dan keluarga ketika mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS secara mandiri. Pastikan Anda memperhitungkan kemampuan finansial untuk membayar iuran setiap bulan tanpa terlewat.

Meski dibedakan menjadi tiga kelas, sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan dalam hal manfaat yang didapatkan. Berikut perbedaan fasilitas kesehatan untuk masing-masing kelas BPJS.

Fasilitas BPJS kelas 1

  • Manfaat kurang lebih sama dengan kelas lain
  • Penyediaan ruang rawat inap dengan kapasitas terkecil: 1-2 orang
  • Pasien bisa pindah ke ruang VIP dengan membayar biaya tambahan di luar BPJS

Fasilitas BPJS kelas 2

  • Manfaat kurang lebih sama dengan kelas lain
  • Penyediaan ruang rawat inap dengan kapasitas sedang: 3-5 orang
  • Pasien bisa pindah ke ruang VIP dengan membayar biaya tambahan di luar BPJS

Fasilitas BPJS kelas 3

  • Manfaat kurang lebih sama dengan kelas lain
  • Penyediaan ruang rawat inap dengan kapasitas terbesar: >5 orang
  • Pasien bisa pindah ke ruang VIP dengan membayar biaya tambahan di luar BPJS

Nah sebagai anggota BPJS Kesehatan Mandiri, Anda dapat memilih kelas yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Anda.

6 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Agar Karir Melesat

Cara meningkatkan produktivitas kerja dapat dilakukan dengan bekerja dalam interval 90 menit

Dalam dunia kerja, Anda dituntut untuk bisa memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan. Meningkatkan produktivitas adalah salah satu cara agar terlihat “moncer” di kantor. Sayangnya banyak faktor eksternal dan internal yang menjadi toksik sehingga kontribusi ke perusahaan kurang maksimal. Jika berlangsung lama, bukan hanya prestasi yang jauh dari jangkauan, Anda pun bisa terancam dirumahkan.

Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja 

Produktivitas kerja adalah hasil kualitatif dan kuantitatif karyawan untuk memberikan hasil yang efektif dan efisien. Tolok ukurnya adalah jumlah dan kualitas. Bisa jadi karena manajemen yang bagus seorang karyawan lebih produktif meski bekerja dengan jumlah jam sedikit.

Anda pernah merasakan pekerjaan kantor tidak ada habisnya? Bahkan sudah rela pulang lebih akhir pun tetap tidak selesai? Nah, masalahnya mungkin karena saat jam kerja kurang produktif. Coba lakukan beberapa poin berikut untuk meningkatkan produktivitas. 

1. Buat To Do List

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas adalah Anda tidak tahu apa yang harus kerjakan. Cara mengatasinya adalah dengan membuat list job harus diselesaikan. 

Tulis secara rapi dalam kerja, tempel di ruang kerja. Centang setiap item yang sudah Anda selesaikan. Cek Kembali agar tidak ada yang terlewat. Lakukan ini setiap bagi begitu sampai di meja kerja. Membuat to do list merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas kerja yang ampuh. 

2. Memperkirakan Waktu Untuk Menyelesaikan Pekerjaan 

Time management sangat penting agar semua pekerjaan dapat terhandle. Buat perkiraan waktu untuk masing-masing job dan usahakan sebelum batasnya habis, Anda sudah selesai mengerjakannya.

Jika ternyata satu pekerjaan membutuhkan waktu lebih banyak, maka Anda harus dapat menutupnya dari job lain. Pengaturan waktu yang tepat merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas. 

3. Buat Skala Prioritas

Cara meningkatkan produktivitas berikutnya dengan membuat skala prioritas. Menyelesaikan suatu pekerjaan dengan buru-buru justru seringkali hasilnya tidak maksimal. Bahkan bisa saja ide tiba-tiba hilang. Jangan pernah menyelesaikan job dalam last minute. Beri waktu yang cukup sehingga dapat berpikir lebih leluasa.

Dahulukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang mendekati deadline. Setelah itu baru selesaikan prioritas berikutnya. Agar pikiran kembali fresh, setelah menyelesaikan satu job, jeda dengan beristirahat sejenak. Minum kopi, teh atau air putih dapat mengumpulkan semangat lagi.

4. Hindari Gangguan

Konsentrasi dalam bekerja dapat berkurang karena gangguan dari dalam dan luar. Suara bising, tempat yang tidak nyaman, pikiran yang sedang kacau, bisa menghambat pekerjaan sehingga kurang produktif.

Jika Anda bekerja di ruang dengan banyak karyawan kebisingan tidak bisa dihindari. Atasi dengan memasang headset misalnya. Sedang untuk persoalan internal, dapat diatasi dengan mengesampingkan masalah untuk sementara waktu. Berusahalah agar tetap fokus.

5. Lakukan Evaluasi

Evaluasi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kerja. Anda harus mengevaluasi pencapaian setiap hari. Berdasarkan to do list yang dibuat pagi hari, apa saja yang sudah tercapai. Cek juga apa yang tidak tercapai dan penyebabnya.

Langkah ini akan membuat Anda tahu kelemahan dan penyebab produktivitas tidak maksimal. penyebab tersebut dapat dihilangkan atau dihindari sehingga hari berikutnya bisa lebih optimal. Jangan tunggu atasan memberikan evaluasi. Lakukan sendiri agar bisa bekerja lebih baik. 

6. Jaga Kesehatan

Sepandai apapun Anda, jika kurang sehat, maka tidak akan dapat bekerja dengan baik. Biasakan sarapan sebelum berangkat kerja, istirahat yang cukup dan berolahraga. Jalan kaki beberapa menit setiap pagi cukup membuat tubuh bugar. Meningkatkan produktivitas diri dengan menjaga kesehatan sangat bagus. 

Cara meningkatkan produktivitas kerja membuat karir Anda lebih cemerlang dan cepat melejit. Perusahaan akan memberikan kesempatan maju bagi karyawan yang mampu mengatur dirinya sendiri dan berprestasi. Terapkan beberapa poin di atas agar lebih sukses.

Penyebab Pembengkakan Otak yang Harus Diwaspadai

Pembengkakan otak merupakan kondisi saat menumpuknya cairan di otak. Kondisi ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi yang bahkan bisa mengancam nyawa.

Jika pembengkakan terjadi di area tubuh lainnya maka masih bisa diobati baik dengan beristirahat atau obat-obatan. Namun pembengkakan di otak sulit diobati karena bisa menyebabkan kerusakan permanen.

Penyebab Pembengkakan Otak

Pembengkakan otak bisa terjadi di seluruh atau suatu area tertentu di otak. Namun dimanapun lokasinya, pembengkakan bisa menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak atau bisa disebut intracranial pressure (ICP).

Tekanan yang terjadi bisa menyebabkan aliran darah ke otak terganggu sehingga membuatnya kehilangan oksigen. Oksigen sangat dibutuhkan otak agar dapat berfungsi. Jika kekurangan otak kekurangan oksigen maka bisa menyebabkan koma bahkan kematian.

Ada banyak hal yang menyebabkan pembengkakan otak antara lain:

  1. Cedera Otak Traumatis

Cedera otak traumatis dapat terjadi karena kecelakaan, terjatuh atau karena kepala terbentur sesuatu. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan dan pembengkakan pada otak. Bahkan dalam kasus yang lebih parah juga bisa membuat tengkorak pecah. Potongan pecahan tengkorak tersebut bisa memecahkan pembuluh darah di otak dan menyebabkan pembengkakan.

  1. Stroke Iskemik

Stroke iskemik adalah salah satu dari 3 jenis stroke yang disebabkan oleh penyumbatan di arteri yang memasok darah ke otak. Penyumbatan tersebut membuat aliran darah dan oksigen ke otak berkurang sehingga menyebabkan sel-sel otak mengalami kematian. Dan pembengkakan terjadi akibat dari respon otak. Gejala stroke iskemik umumnya meliputi:

  • Masalah penglihatan
  • Salah satu atau kedua sisi anggota tubuh mengalami kelemahan
  • Pusing dan vertigo
  • Kebingungan
  • Kehilangan koordinasi
  • Wajah terkulai di satu sisi

Jika merasakan gejala tersebut, Anda harus segera mendapatkan perawatan guna meminimalisir kerusakan permanen.

  1. Stroke Hemoragik

Satu lagi jenis stroke yang menyebabkan pembengkakan otak. Stroke hemoragik adalah jenis stroke yang paling umum dan biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak. Hal tersebut membuat darah menumpuk dan menekan jaringan otak di sekitarnya.

Gejala stroke hemoragik yang harus Anda waspadai adalah:

  • Kehilangan kesadaran
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala yang terjadi tiba-tiba
  • Mati rasa di salah satu sisi tubuh
  • Kejang
  • Pusing
  • Kehilangan keseimbangan
  • Mengalami masalah saat berbicara atau menelan
  • Kebingungan atau disorientasi

Jenis stroke apapun adalah kondisi darurat medis yang harus segera mendapatkan pertolongan dan pengobatan.

  1. Infeksi

Ada beberapa infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak dan disebabkan oleh virus atau bakteri. Infeksi penyakit tersebut antara lain:

  • Meningitis: Merupakan peradangan pada selaput otak yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Meningitis bisa menyerang siapa saja mulai dari bayi hingga orang dewasa dan bisa berbahaya jika tidak diobati.
  • Ensefalitis: Peradangan pada otak yang disebabkan oleh virus dan menyebar melalui gigitan serangga. Ensefalitis ringan dapat sembuh total jika mendapatkan perawatan tepat.
  • Toxoplasmosis: Suatu infeksi ini disebabkan oleh parasit dan sering menyerang janin, bayi, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Toxoplasmosis bisa menyebabkan masalah serius dan biasanya menyebar melalui daging yang tidak matang, feses kucing atau sayuran mentah.
  • Abses subdural: Terjadi karena adanya abses atau nanah pada area otak yang biasanya terjadi setelah terinfeksi penyakit lain seperti meningitis atau sinus. Infeksi ini menyebar dengan cepat dan menyebabkan pembengkakan otak.

  1. Tumor

Tumor yang tumbuh pada otak dapat menyebabkan pembengkakan karena tekanan pada area otak. Tumor yang berada di beberapa bagian otak dapat menghalangi cairan serebrospinal keluar dari otak. Cairan serebrospinal berfungsi untuk melindungi otak dari cedera. Selain itu, tumbuhnya pembuluh darah baru di dekat tumor juga bisa mengalami kebocoran dan menyebabkan pembengkakan.

Pada dasarnya pembengkakan otak adalah hal yang tidak bisa dianggap sepele karena bisa menyebabkan kerusakan pada otak. Yang berpengaruh terhadap memori dan kemampuan berpikir. Pembengkakan otak juga harus mendapatkan penanganan tepat agar tidak berakibat fatal.

Ini Hubungan Gangguan Pembekuan Darah dan Penyakit Covid-19

Pembekuan darah atau koagulasi merupakan hal penting dalam tubuh. Kumpulan sel darah serta protein koagulasi berkumpul menciptakan suatu gel dalam sistem darah yang dapat menghalangi aliran darah. Ini akan sangat berguna jika dalam keadaan normal dan jika keadaan sebaliknya, maka dimungkinkan akan memberi dampak buruk pada tubuh.

Di kondisi pandemi Covid-19 saat ini, banyak kabar bertebaran di internet terlebih di media sosial mengenai hubungan Covid-19 dan gangguan pembekuan darah. Sejak awal pandemi, pembekuan darah telah diidentifikasi sebagai efek samping dari Covid-19 dan kemudian sebagai efek samping yang sangat langka dari beberapa vaksin Covid-19.

Lantas bagaimanakah hubungan gangguan pembekuan darah dengan Covid-19 sebenarnya?

Mengenai gangguan pembekuan darah

Pembekuan darah adalah suatu proses yang dilakukan oleh sel darah dan protein tertentu untuk membuat gel yang dapat menghentikan aliran darah yang mencegah tubuh kehilangan banyak darah akibat cedera atau luka. 

Gangguan pembekuan darah adalah terganggunya kemampuan protein dan sel darah dalam mengontrol pembentukkan bekuan darah. Ini bisa mengakibatkan pembekuan darah yang sedikit sehingga terjadi pendarahan abnormal atau kondisi di mana terlalu banyak bekuan darah yang disebut juga hiperkoagulasi atau trombofilia. 

Trombofilia dapat terjadi di aliran darah vena atau arteri dan sering tidak menimbulkan gejala. Gumpalan atau bekuan darah dapat menyebabkan masalah mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa.

Hubungan gangguan pembekuan darah dan Covid-19

Melansir dari Johns Hopkins Medicine, sejak awal pandemi, beberapa orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 (Covid-19) dilaporkan mengalami pembekuan darah yang tidak normal.

“Pada beberapa orang dengan COVID-19, kami melihat respons peradangan besar-besaran, badai sitokin yang meningkatkan faktor pembekuan dalam darah,” kata Galiatsatos, seorang spesialis penyakit paru-paru dan pengobatan perawatan kritis.

“Kami melihat lebih banyak gumpalan darah di paru-paru (emboli paru), kaki (trombosis vena dalam) dan di tempat lain,” tambahnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Robert Brodsky dan tim menemukan bagaiman virus corona mengaktifkan serangkaian reaksi dalam sistem kekebalan yang mengarah pada peradangan dan penghancuran sel. Covid-19 dapat menyebabkan peradangan parah, yang dapat memicu sistem pembekuan darah.

Spike protein pada virus corona mengaktifkan bagian dari sistem kekebalan yang dikenal sebagai pelengkap, lalu membajak sistem kekebalan tubuh dan mengubahnya melawan jaringan sehat.

Ungkapan sederhananya adalah, saat tubuh Anda terluka atau mengalami peradangan atau infeksi, maka sistem kekebalan tubuh yang di dalamnya terdapat sistem pembekuan menjadi lebih aktif. Namun, dalam kasus Covid-19, peradangan atau infeksi terjadi dengan skala yang lebih besar dan luas, sehingga kecenderungan sistem untuk menggumpal atau membentuk bekuan darah bisa menjadi lebih berbahaya.

Di Los Angeles, seorang bintang Broadway harus kehilangan kakinya karena diamputasi yang disebabkan oleh pembekuan yang parah. Bekuan darah dalam vena atau arteri terlebih emboli paru akan sangat buruk bagi para penderita Covid. Mereka yang sudah kelelahan untuk menghirup oksigen karena virus corona harus semakin bertambah sulit dengan adanya emboli paru yang dapat menutup aliran oksigen. 

Mereka yang berisiko mengalami gangguan pembekuan darah

Gangguan pembekuan darah sebagian besar terlihat pada pasien dengan penyakit COVID-19 yang parah, tapi tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dengan penyakit sedang. 

Menurut data yang telah dihimpun dari awal pandemi, menunjukkan bahwa kejadian pembekuan darah pada penyakit Covid-19 yang parah berkisar antara 20 hingga 40 persen. Sementara pada orang dengan penyakit Covid-19 ringan atau sedang adalah tiga hingga sembilan persen.

Orang-orang yang berisiko tinggi mengalami gangguan pembekuan darah adalah para pasien yang parah (dirawat di ICU), gagal napas, membutuhkan oksigen dalam jumlah tinggi, atau memiliki penyakit lain yang mendasarinya. 

Pasien dengan riwayat medis pembekuan darah atau gangguan pembekuan darah herediter juga berisiko tinggi. Selain itu, mereka yang memiliki hipertensi, diabetes, obesitas, atau kanker mempunya risiko yang sama tingginya untuk mengalami gangguan pembekuan darah.

Satu kondisi lagi yang membuat pasien Covid-19 berisiko tinggi menderita gangguan pembekuan darah adalah mereka yang tidak banyak bergerak. Matthew Exline, MD, direktur medis unit perawatan intensif medis di Ohio State Wexner mengatakan bahwa, peradangan dan imobilitas menciptakan lingkungan yang cukup sempurna untuk timbulnya pembekuan darah di kaki dan paru-paru yang disebut dengan gejala Covid toe.

Hubungan gangguan pembekuan darah dan vaksin Covid

Vaksin covid AstraZeneca dan Johnson & Johnson pernah dilaporkan menimbulkan sindrom trombositopenia yang diinduksi vaksin ( VITT ). Sindrom gangguan pembekuan darah ini memang bisa terjadi saat seseorang divaksin. 

Antibodi yang diproduksi tubuh sebagai efek samping dari vaksin menyebabkan aktivasi trombosit yang tidak terkendali, sehingga menyebabkan jumlah trombosit rendah dan gumpalan darah terbentuk di area yang tidak biasa. 

Gejala VITT dapat berupa sakit kepala parah, sakit dada, kesulitan bernapas, kaki bengkak/nyeri, sakit perut parah, kebingungan, perubahan visi, dan kejang. Apabila Anda menemukan atau mengalami gejala-gejala tersebut dalam waktu empat minggu setelah vaksinasi, lekas hubungi dokter atau tenaga medis. 

Namun kasus tersebut sangat jarang terjadi atau langka dan dapat diobati. Menurut CDC, pada 30 Juni 2021, ada 35 laporan VITT yang dikonfirmasi sehubungan dengan vaksin J&J dari lebih dari 12 juta dosis yang telah diberikan di AS. Di Inggris, ada lebih dari 300 kasus VITT yang dikonfirmasi terkait dengan vaksin AstraZeneca. Tentunya manfaat vaksin lebih besar daripada risiko ini, jadi Anda tidak perlu ragu untuk divaksinasi.

Gangguan pembekuan darah dapat menjadi salah satu efek samping dari penyakit Covid-19 atau vaksin Covid. Namun, untuk kasus vaksin Covid sangat langka terjadi. Para dokter pun telah mengembangkan pengobatan untuk menangani gangguan tersebut dan masih terus mengembangkannya. 

Anda tidak perlu takut untuk menjalani vaksinasi dan apabila Anda mengalami kondisi khusus yang cukup memburuk segera hubungi dokter atau tenaga medis. Anda yang menjalani karantina mandiri juga disarankan untuk tetap banyak bergerak untuk mencegah risiko gangguan pembekuan darah.

Jika masih ada pertanyaan atau informasi lain mengenai gangguan pembekuan darah, Covid-19 atau vaksinasi Covid, Anda bisa mengunjungi website SehatQ atau berdiskusi langsung dengan dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store. 

Myositis: Jenis, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Otot memiliki fungsi penting dalam memastikan tubuh dapat bergerak aktif dan menjaga stabilitas tubuh. Namun terdapat beberapa penyakit yang mengintai kesehatan otot, seperti myositis.

Myositis merupakan inflamasi atau peradangan otot yang membuat serat otot rusak sehingga mengganggu fungsinya. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, pembengkakan, hingga kelemahan pada otot.

Peradangan otot ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari atau minggu, namun tidak jarang juga ditemui kasus yang bersifat kronis. Jika tidak segera ditangani, myositis yang kronis bisa menyebabkan penyusutan otot dan kecacatan parah.

Jenis-jenis myositis

Peradangan otot myositis terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Polymyositis

Myositis jenis polymyositis menyerang banyak otot yang berbeda. Jenis ini biasanya sering menyerang otot bahu, pinggul, dan paha

Wanita usia 30 hingga 60 tahun lebih sering mengalami kelemahan otot ini. Selain itu, orang dengan polymyositis sering memiliki penyakit autoimun lainnya. 

  1. Dermatomyositis

Dermatomyositis menyebabkan timbulnya ruam yang berwarna merah keunguan berbentuk bunga. Peradangan otot ini juga bisa membuat kulit menjadi bersisik pada buku-buku jari dan warna kelopak mata menjadi keunguan.

  1. Juvenile myositis

Peradangan otot juvenile myositis umumnya dialami oleh anak-anak usia 18 tahun ke bawah. Anak perempuan juga lebih sering menderita penyakit ini dibandingkan anak laki-laki.

  1. Toxic myositis

Penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat kolesterol bisa mengakibatkan peradangan otot toxic myositis. Jika konsumsi obat dihentikan, gejala dari peradangan otot ini juga akan membaik.

  1. Inclusion body myositis (IBM)

Jika myositis lainnya sering menyerang wanita, Inclusion body myositis (IBM) lebih cenderung menyerang pria dan orang yang berusia 50 tahun keatas. Gejala IBM dimulai dari kelemahan otot pada jari tangan, paha, dan pergelangan tangan.

Tanda dan Gejala Myositis

Gejala umum myositis, diantaranya adalah:

  • Otot lemah, nyeri, dan bengkak
  • Ruam
  • Kelelahan
  • Penebalan kulit tangan

Selain itu, myositis jenis polymyositis dan dermatomyositis memiliki beberapa periode gejala dan keluhan yang memburuk, seperti:

  • Nyeri sendi
  • demam
  • Sesak napas
  • Kesulitan menelan
  • Berat badan turun
  • Fenomena Raynaud, dimana penderita lebih sensitif terhadap dingin dan muncul warna kebiruan atau putih pada ujung jari

Penyebab Myositis

Penyebab pasti myositis masih belum diketahui, namun terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini pada seseorang. Faktor-faktor tersebut, diantaranya:

  • Faktor lingkungan
  • Virus
  • Bakteri
  • Radiasi UV
  • Merokok
  • Obat rekreasi
  • Suplemen diet
  • Terpapar asap, debu, dan gas
  • Peradangan

Peradangan di seluruh tubuh juga dapat memicu terjadi myositis dan memengaruhi otot. Peradangan ini biasanya dipicu karena terjadinya autoimun. 

Peradangan yang bisa menyebabkan myositis adalah seperti:

  • Lupus
  • Skleroderma
  • Rheumatoid arthritis
  • Obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat bisa memicu myositis adalah seperti kokai, plaquenil, statin, kolkisin, dan interferon alfa. Mengonsumsi alkohol juga bisa memicu terjadinya myositis.

  • Cedera

Cedera yang terjadi akibat olahraga atau aktivitas berat bisa menyebabkan otot nyeri, lemah, dan bengkak, yang kemudian memicu terjadinya myositis.

Pengobatan Myositis

Tujuan pengobatan myositis adalah untuk mengurangi gejala. Hal ini dikarenakan pengobatan khusus myositis belum ditemukan.

Agar kualitas hidup penderita bisa lebih baik, beberapa pengobatan untuk mengurangi gejala myositis yang bisa disarankan oleh dokter, adalah:

  • Mengonsumsi obat kortikosteroid seperti prednisone
  • Mengonsumsi obat yang berfungsi menekan sistem imun atau imunosupresan
  • Mengonsumsi obat antibiotik untuk mengontrol penyebaran infeksi
  • Fisioterapi, olahraga, yoga, dan senam untuk mempertahankan kekuatan otot
  • Menggunakan tabir surya dan menghindari paparan cahaya matahari langsung

Jika Anda merasakan timbulnya gejala myositis, pastikan Anda segera mengunjungi dokter. Dengan penanganan dan diagnosa yang tepat, dokter bisa memutuskan perawatan yang tepat untuk jenis myositis yang Anda alami.

Dosis dan Aturan Pakai Suplemen Multivitamin Cerebrofort Gold

Cerebrofort Gold merupakan suplemen multivitamin yang bermanfaat untuk membantu metabolisme tubuh anak sehingga tumbuh kembang anak berjalan dengan cepat. Sesuai dengan namanya yaitu suplemen multivitamin, Cerebrofort Gold memiliki banyak kandungan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya yaitu minyak ikan yang bermanfaat bagi perkembangan otak anak dan bisa menambah nafsu makan.

Dosis Penggunaan Cerebrofort Gold

Kocok terlebih dahulu sebelum dipakai

  • Usia 1 – 6 tahun: 1 sendok teh (5 ml) sehari
  • Usia 6 – 12 tahun: 1 sendok teh (5 ml) 2 x sehari

Cerebrofort Gold dapat di konsumsi dengan di campur susu, sari buah atau makanan lain. Cerebrofort Gold Rasa tersedia dalam beberapa varian rasa yang enak sehingga tidak akan terasa pahit ketika ditelan.

Jika ada dosis terlewat dan masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, maka segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat. namun, jika sudah mendekati jadwal konsumsi berikutnya, maka dosis yang terlewat bisa diabaikan. Jangan menggandakan antara dosis yang terlewat dengan dosis selanjutnya, kecuali jika sudah melalui konsultasi terlebih dahulu. Jika Anda sering lupa minum obat, gunakan alarm untuk mengingatkan jadwal minum obat pada setiap harinya.

Perhatian Khusus Konsumsi Cerebrofort Gold

  • Cerebrofort Gold memiliki kandungan fenilalanin, sehingga tidak boleh diberikan pada penderita fenilketonuria
  • Jangan diberikan pada Wanita hamil dan ibu menyusui dengan kadar fenilalanin tinggi
  • Cerebrofort Gold tidak boleh diberikan pada anak dengan usia di bawah 1 tahun
  • Konsumsi suplemen ini tidak boleh berlebihan karena tidak bisa dijadikan sebagai pengganti nutrisi yang didapatkan dari makanan alami
  • Jangan konsumsi Cerebrofort Gold 2 minggu sebelum operasi karena bisa meningkatkan risiko pendarahan

Simpan di tempat dengan suhu ruangan atau suhu di bawah 30°C, yaitu sekitar 15°C – 25°C. Hindari tempat lembap dan jauhkan dari sinar matahari langsung.

Fakta-fakta Penting di Balik Retardasi Mental

Retardasi mental sering lebih dikenal sebagai keterbelakangan mental. Namun, jangan samakan kondisi ini dengan down syndrome. Retardasi mental lebih mengarah kepada kondisi minimnya tingkat intelektual seseorang hingga membuatnya bermasalah dengan tumbuh kembang. Ya, penderita retardasi mental kerap mengalami tumbuh kembang yang terhambat. 

Namun, jangan berpikiran bahwa seseorang dengan retardasi mental pada akhirnya tidak mampu hidup mandiri. Ini akan sangat bergantung pada seberapa parah retardasi ya ia alami. Pada akhirnya, banyak pula anak-anak dengan retardasi mental yang bisa berbaur normal dengan masyarakat umum. 

Supaya tidak mudah menghakimi anak-anak dengan retardasi mental, menjadi lebih bijak apabila Anda terlebih dahulu mengenal fakta-fakta penting terkait kondisi medis yang satu ini. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai retardasi mental yang patut Anda ketahui. 

Terlihat dari IQ 

Tanda seseorang mengalami retardasi mental atau tidak bisa dilihat dari skor intelligence quotient (IQ) yang dimilikinya. Seseorang dikatakan mengalami keterbelakangan mental apabila memiliki nilao IQ kurang dari 75 atau 70. Nilai IQ rata sendiri pada kebanyakan orang umum rata-rata berkisar di angka 85—115. 

Terbagi 5 Level 

Seseorang dengan retardasi mental belum tentu mengalami tingkat tumbuh kembang yang parah. Berdasarkan keparahan yang dipatok dari nilai IQ-nya, retardasi mental terbagi menjadi level. Level pertama dikategorikan sebagai retardasi mental ringan dengan skor IQ antara 50—55 sampai 70. Lalu ada retardasi mental sedang dengan nilai IQ antara 35-40 sampai 50—55. Ada pula retardasi mental parah yang nilai IQ-nya berada di kisaran 20—25 sampai 35—40. Tidak ketinggalan adalah retardasi mental mendalam dengan nilai IQ di bawah 20—25. Lalu yang terakhir ada retardasi mental yang tidak terdeteksi karena memiliki gejala yang mengarah ke retardasi mental, namun tidak bisa dilakukan tes hanya menggunakan skala kecerdasan standar.

Lebih Banyak yang Ringan 

Kebanyakan penderita retardasi mental ternyata berstatus mengalami disabilitas intelektual yang ringan. Artinya, nilai IQ mereka masih berada di antara 50—55 sampai 70. Mereka masih bisa bersosialisasi dengan baik, walaupun sulit untuk menyerap pelajaran. Jumlah penderita dengan level retardasi mental hampir mencapai 85 persen dari total penderita retardasi dari seluruh kategori. Sementara itu, kasus-kasus retardasi mendalam sebenarnya cukup jarang karena hanya mempengaruhi 6:1.000 orang. 

Bukan Hanya pada Bayi 

Retardasi mental sudah bisa dicek dari anak berada di golden age. Lewat tumbuh kembang bayi yang terhambat, gejala yang mengarah ke retardasi mental bisa diketahui dan dicek lebih mendalam. Namun dalam beberapa kasus, retardasi mental juga bisa dialami ketika seseorang sudah menginjak usia remaja, namun belum menyentuh 18 tahun. 

Komplikasi Gangguan Mental Lain 

Kebanyakan penderita retardasi mental juga memiliki masalah gangguan mental lain. Ini khususnya terjadi pada penderita retardasi mental dengan level berat dan mendalam. Contoh gangguan mental yang kerap menjadi komplikasi dari retardasi mental, antara lain gangguan kecemasan dan autisme. Selain gangguan mental lain, beberapa gangguan medis fisik, seperti gangguan penglihatan, jehang, dan gangguan pendengaran juga bisa dialami orang-orang yang berstatus keterbelakangan mental ini. 

Masalah Kehamilan dan Persalinan 

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana seseorang bisa mengalami retardasi mental. Di mana umumnya ini terjadi sejak seseorang masih bayi. Faktor genetik bisa sangat berpengaruh kepada kondisi keterbelakangan mental ini. Namun di luar itu, masalah pada kehamilan dan persalinan juga bisa berperan besar. Ibu yang semasa mengandung mengalami kekurangan gizi, menderita infeksi, sampai mengalami kesulitan persalinan lebih berisiko melahirkan anak dengan kondisi retardasi mental. 

Sulit Sosialisasi 

Hampir sebagian besar penderita retardasi mental mengalami gangguan bicara. Ada yang tergolongn ringan, namun banyak juga yang berat. Kemampuan bicara yang tidak maksimal ini pada akhirnya berimbas besar pada kemampuan sosialisasinya. Hal inilah yang membuat penderita retardasi mental sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain. 

Kenali Tanda dan Penyebab Tuli Bayi Baru Lahir

Tuli tidak hanya terjadi pada anak atau orang dewasa saja, tapi juga bisa terjadi pada bayi atau sering disebut tuli kongenital, yaitu gangguan pendengaran berat yang terjadi sebelum atau pada saat persalinan dan disebabkan oleh kelainan secara genetik maupun non genetik. 

Kondisi ini tidak hanya menyebabkan gangguan pendengaran, tapi juga bisa mempengaruhi kemampuan bayi dalam berbicara dan bersosialisasi saat tumbuh besar. Namun, tuli pada bayi ini bisa diobati apabila segera ditangani. 

Lalu, bagaimana cara mengetahui bayi tuli sejak lahir? Bagaimana cara pengobatannya? Berikut ulasan selengkapnya.

Tanda Bayi Tuli Sejak Lahir

Bayi baru lahir mungkin tidak menunjukkan ada masalah pendengarannya dan terlihat normal karena itulah orang tua biasanya melewatkan pemeriksaan pendengaran bayi. Bayi tuli baru menunjukkan tanda-tandanya saat sudah tumbuh besar. Berikut tanda tuli pada bayi :

  • Tidak terkejut saat mendengar suara keras
  • Tidak menoleh ke arah suara saat berusia 6 bulan
  • Tidak mengucapkan sepatah kata pun, seperti “mama” atau “papa” saat berusia 1 tahun
  • Menoleh saat melihat Anda, namun tidak menoleh jika Anda memanggil namanya

Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda seperti diatas, segera periksakan ke dokter THT agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin. 

Apa Saja Jenis Tuli atau Gangguan Pendengaran yang Umum Terjadi Pada Bayi?

Secara anatomi, telinga terdiri dari 3 bagian, yakni bagian luar, tengah, dan dalam. Jika terjadi gangguan pada salah satu bagian tersebut bisa menyebabkan tuli atau gangguan pendengaran berat lainnya. Berikut 3 jenis tuli secara umum.

  • Tuli konduktif 

Tuli konduktif ini terjadi pada telinga bagian luar atau tengah yang disebabkan oleh adanya penyumbatan di saluran bisa berupa kotoran telinga, cairan, atau tumor. Tuli jenis ini hanya bersifat sementara dan bisa diobati dengan bantuan obat-obatan dan operasi. 

  • Tuli Sensorineural

Sementara tuli jenis ini terjadi pada telinga bagian dalam yang terdiri dari koklea dan saraf-saraf pendengaran. Tuli sensorineural ini biasanya bersifat permanen.     

  • Tuli Campuran

Bayi yang mengidap tuli jenis ini artinya memiliki dua jenis tuli, yaitu tuli konduktif dan sensorineural.

  • Neuropati Auditori

Tuli jenis ini terjadi pada telinga bagian dalam, khususnya saraf pendengaran yang berfungsi mentransfer sinyal listrik ke otak untuk diterjemahkan menjadi suara. Namun, dalam kondisi ini otak tidak bisa memahami sinyal listrik yang ditransfer.

Penyebab Bayi Tuli

Penyebab tuli pada bayi bisa disebabkan oleh dua faktor, yakni genetik dan non-genetik yang terdiri dari :

  • Genetik

Dilansir dari American Speech Language Hearing Association, genetik menyumbang 50% sebagai salah satu penyebab gangguan tuli pada bayi. Adapun jenis gen yang mewariskan gangguan pendengaran ini adalah Autosomal Dominant, Autosomal Recessive, dan X-Linked.

  • Non-Genetik

Sementara faktor non-genetik menyumbang sekitar 25% sebagai penyebab tuli pada bayi. Faktor non-genetik ini, seperti ibu yang terpapar virus TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes) saat hamil, kelahiran prematur, cedera lahir, kekurangan oksigen (anoxia), dan penyakit kuning. 

Bagaimana Cara Mengetahui Masalah Pendengaran Pada Bayi?

Bayi yang memiliki gangguan pendengaran harus segera ditangani sebelum bertambah parah. Setidaknya orangtua melakukan pemeriksaan rutin sebelum usia 6 bulan. Adapun jenis-jenis tes pendengaran yang biasa dilakukan pada bayi.

  • Tes Auditory Brainstem Response (ABR)

Tes ini efektif dilakukan untuk mengukur bagaimana otak dan saraf pendengaran merespon suara. Sayangnya, tes ini terbilang cukup mahal dan tidak semua rumah sakit menyediakannya. 

  • Tes Otoacoustic Emission (OAE)

Tes ini dilakukan untuk memeriksa bagaimana telinga bagian dalam, khususnya koklea dalam merespon suara. Biasanya tes ini dilakukan pada bayi  baru lahir berusia 2 hari.

Itulah tanda dan penyebab tuli pada bayi yang baru lahir. Agar dapat mendeteksi gangguan pendengaran berat ini sedini mungkin, sebaiknya Anda tidak melewatkan tes pendengaran saat bayi baru dilahirkan. Apabila bayi Anda mengalami masalah pendengaran, seperti tuli ini, segera konsultasikan pada dokter agar cepat ditangani sebelum gangguannya semakin parah. 

Perhatikan Hal Ini untuk Mencegah Benjolan di Bola Mata

Benjolan di bola mata memang tidak berbahaya dari kacamata medis, akan tetapi hal itu setidaknya dapat menganggu penampilan Anda.

Karena itu, sebelum Anda terkena kondisi tersebut, ada baiknya Anda melakukan langkah-langkah pencegahan sehingga benjolan tidak ada pada mata Anda.

Pencegahan yang bisa Anda lakukan sebagai berikut:

Hindari Terpapar Sinar Matahari

Hindarilah diri dari terpapar sinar matahari agar dapat mencegah terjadinya benjolan. Ketika Anda berada di luar ruangan, pakailah kacamata hitam dengan kualitas baik yang direkomendasikan oleh dokter mata.

Pilih kacamata hitam yang memiliki peringkat perlindungan mata dari ultraviolet dengan nilai 9 atau 10.

Yang perlu Anda perhatikan juga saat hendak membeli kacamata hitam adalah perhatikan stiker atau label yang menunjukkan bahwa kacamata itu dapat memblokir 100% sinar ultraviolet, dan belilah kacamata besar atau kacamata model sampul yang membantu mengurangi paparan ultraviolet dari samping.

Penggunaan kacamata hitam bukan saat Anda sedang berlibur ke pantai atau berselancar, melainkan juga harus digunakan orang-orang yang bekerja di konstruksi beton mengingat sinar matahari dapat memantul melalui beton.

Gunakan topi bertepi lebar

Selain kacamata hitam, Anda juga perlu memakai topi bertepi lebar supaya dapat melindungi mata dari terpapar matahari dan angin meskipun hari sedang tidak terik dan berawan karena sinar matahari kenyataannya bisa menembus awan.

Gunakan kacamata pelindung

Apabila dalam kondisi keadaan sekitar kering dan berdebu, gunakanlah selalu kacamata pelindung atau google.

Ini penting terutama bagi Anda yang kebanyakan bekerja di proyek atau lapangan yang sangat intens mengalami kondisi demikian.

Gunakan obat tetes mata

Jika Anda mengalami mata kering, tetesilah mata Anda dengan menggunakan obat tetes mata, dan jangan lupa juga menggunakan kompres dingin untuk membantu pencegahan.

Yang perlu Anda perhatikan saat melakukan pencegahan

Ketika hendak melakukan pencegahan benjolan di bola mata, Anda tentunya perlu memperhatikan beberapa hal.

Apabila hendak menggunakan kacamata hitam, Anda perlu memperhatikan kemampuannya melalui label, saat hendak menggunakan obat tetes mata pun ada juga yang perlu Anda perhatikan terutama yang berkaitan dengan efek samping.

Jika digunakan untuk jangka waktu yang lama obat tetes mata bisa mengakibatkan kemerahan kronis apabila dihentikan.

Karena itu, sebelum Anda memutuskan menggunakan obat tetes mata untuk pencegahan benjolan di bola mata, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mata untuk obat mata yang direkomendasikan dan tidak menimbulkan efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika benjolan tidak hilang sama sekali?

Ketika Anda merasa bahwa Pinguekula tidak dapat hilang setelah Anda mencoba berbagai cara pencegahan, Anda dapat mengatasinya dengan berbagai macam perawatan melalui pengobatan dari dokter seperti tetes kortikosoid.

Namun jika itu juga tidak berhasil, Anda disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan benjolan yang cukup menganggu.

Namun operasi yang dilakukan harus dengan kondisi bahwa benjolan sangat menggangu penglihatan, dan kemungkinan benjolan dapat kembali sebanyak 30-40% setelah hilang dengan sendirinya.

Bagaimana Jika Pinguekula Tidak Ditangani? Adakah komplikasinya?

Apabila Pinguekula tidak ditangani akan memberikan beberapa komplikasi, yaitu benjolan ini dapat berkembang menjadi pterigium, kornea di sebelah Pinguecula dapat mengering, dan dapat menyebabkan penipisan kornea yang disebut dengan dellen.

Selain itu, benjolan juga dapat menyebabkan keratopati aktinik kronis atau kondisi mata merah dan membengkak.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mencegah benjolan di bola mata beserta hal-hal yang harus diperhatikan sehingga benjolan tidak ada, dan Anda dapat beraktivitas dengan leluasa.

Inilah 5 Pengobatan Rumahan untuk Mengatasi Sakit Telinga

Sakit telinga memang kerap dialami oleh banyak orang. Oleh karena itu, sakit telinga sering dianggap sebagai masalah kecil saja. Padahal, sakit telinga juga tetap bisa menimbulkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Sakit telinga yang tak tertahankan dapat membuat Anda menjadi sulit untuk tidur, makan, atau melakukan kegiatan sehari-hari karena memikirkan rasa sakitnya. Jika dialami pada anak, maka mereka juga sangat sulit untuk mencoba menahan atau mengatasi sakit telinga yang dirasakan.

Seseorang yang mengalami sakit telinga parah harus segera memeriksakan diri kepada dokter. Akan tetapi, jika belum parah, ada perawatan dan pengobatan rumahan yang dapat meringankan rasa sakit telinga.

Berikut beberapa pengobatan rumahan untuk mengatasi sakit telinga yang bisa Anda coba.

1. Obat Bebas atau Obat Over-The-Counter (OTC)

Untuk mengatasi sakit telinga, Anda bisa mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang dijual bebas untuk sementara agar bisa mengurangi rasa sakit dari sakit telinga. Anda bisa mencoba obat jenis ibuprofen, parasetamol, dan aspirin yang bisa Anda dapatkan di apotek terdekat di kota Anda.

Akan tetapi, pastikan untuk tidak memberikan aspirin kepada bayi dan anak kecil karena dapat mengancam jiwanya akibat terkena sindrom Reye. Selain itu, obat tersebut juga dapat menimbulkan efek samping yang serius pada bayi dan anak kecil. Oleh karena itu, perhatikan dosis penggunaan dan gunakan secara tepat, karena dosis anak-anak seringkali jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan dosis untuk orang dewasa.

2. Terapi Panas

Anda bisa menggunakan panas yang dihasilkan dari bantal pemanas listrik atau kompres panas yang dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit di telinga. 

Tempelkan bantalan panas ke telinga, hingga leher dan tenggorokan selama 20 menit. Akan tetapi, selalu perhatikan bahwa bantalan pemanas tidak boleh terlalu panas. Saat menggunakan bantal pemanas, Anda tidak boleh tertidur. Tak hanya itu, Anda juga harus mengawasi anak-anak saat mengenakan bantal pemanas dan jangan biarkan mereka menggunakan bantal pemanas tanpa pengawasan dari orang dewasa. 

3. Kompres Dingin

Sakit telinga dapat diredakan dengan menggunakan kompres dingin. Caranya yaitu dengan membungkus es dengan handuk kertas, atau bekukan kompres dingin lalu tutupi dengan kain tipis, Tempelkan kompres dingin tersebut ke telinga dan area tepat di bawah telinga selama 20 menit.

Pada beberapa orang, ada yang menyebutkan bahwa terapi panas lebih memiliki efek yang besar daripada kompres dingin. Ada juga yang melakukan kompres panas dan dingin secara bergantian (20 menit terapi panas, diikuti dengan 20 menit kompres dingin) untuk memberikan efek pereda nyeri yang lebih baik.

4. Obat Tetes Telinga

Kotoran atau cairan telinga juga dapat menimbulkan sakit telinga. Hal tersebut bisa diobati dengan menggunakan obat tetes telinga. Akan tetapi, Anda harus membaca petunjuk penggunaan obat secara hati-hati, atau bicarakan dulu dengan dokter sebelum memberikan obat tetes telinga untuk anak.

Obat tetes telinga juga bukan merupakan pengganti obat tetes telinga atau antibiotik yang telah diresepkan. Oleh karena itu, Anda hanya boleh menggunakannya selama beberapa hari saja. Jika sakit telinga masih terasa, Anda harus segera berkonsultasi kepada dokter. Selain itu, obat tetes telinga juga tidak boleh diberikan kepada anak dengan kondisi tabung di telinga atau gendang telinganya pecah.

5. Pemijatan

Pijatan lembut juga dapat mengatasi sakit telinga yang menjalar mulai dari rahang atau gigi atau yang menimbulkan sakit kepala. Anda bisa memijat area yang lembut seperti di daerah belakang telinga yang terasa sakit.

Selain itu, pijat juga dapat membantu meredakan rasa sakit akibat infeksi telinga. Anda bisa menggunakan gerakan ke bawah, lalu berikan tekanan mulai dari belakang telinga hingga ke bawah leher. Lalu, berikanlah tekanan ke bawah, maju ke depan telinga. 

Pemijatan tersebut juga dapat mengatasi sakit telinga akibat produksi cairan telinga yang berlebihan, serta membantu mencegah rasa sakit menjadi lebih buruk.