Obat Farsifen, Apa Saja Kegunaan dan Manfaatnya?

Obat penurun demam dan pereda nyeri cukup banyak jenisnya, salah satunya adalah farsifen. Obat ini memiliki kandungan ibuprofen. Farsifen memiliki 3 jenis yaitu kaplet, suspensi, dan forte. Ketiganya sama-sama memiliki fungsi untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam. Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu pada dokter terkait kondisi medis Anda. Beberapa kondisi medis seperti adanya penyakit tertentu perlu berhati-hati dalam penggunaan farsifen. Ibu hamil dan menyusui juga membutuhkan rekomendasi dokter jika ingin menggunakan farsifen. 

Manfaat farsifen

Obat farsifen bersifat analgesik atau antinyeri, antiradang atau anti inflamasi, serta menurunkan demam atau antipiretik. Berbagai kondisi yang dapat ditangani dengan farsifen yaitu: 

  • Nyeri akibat sakit gigi dan sakit kepala
  • Kondisi dismenore yang menyakitkan
  • Arthritis
  • Demam pada anak-anak maupun dewasa
  • Nyeri otot
  • Sakit dan nyeri ringan karena flu

Mekanisme kerja farsifen

Farsifen mengandung ibuprofen yang merupakan golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Mekanisme kerja obat ini yaitu dengan menghambat enzim yang berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin yang bernama enzim siklooksigenase. Prostaglandin merupakan senyawa yang menyebabkan peradangan dan terbentuk ketika terjadi luka sehingga muncul rasa sakit dan nyeri. Saat enzim sikooksigenase mampu dihambat oleh farsifen maka prostaglandin yang muncul lebih sedikit dan rasa nyeri pun berkurang. Berdasarkan informasi mekanisme kerja tersebut maka farsifen memiliki status berupa: 

  • Metabolisme: dimetabolisme di hati. 
  • Distribusi: memasuki ASI. Pengikatan protein plasma sekitar 90-99%. 
  • Absorpsi: diserap dari saluran pencernaan. Asupan makanan dapat mengurangi tingkat penyerapan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma selama 1-2 jam. 
  • Ekskresi: terutama melalui urine dan feses dalam bentuk metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam. 

Petunjuk penggunaan farsifen

Saat menggunakan obat farsifen, maka Anda perlu membaca petunjuk yang ada di kemasan terlebih dahulu. Anda juga dapat menggunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dan anjuran dari dokter. Dosis obat farsifen untuk dewasa yaitu diminum sebanyak 3-4 kali sehari. Untuk keluhan peradangan nyeri sebanyak 400mg dan untuk nyeri diminum sebanyak 20-400mg. Dosis maksimal harian untuk dewasa yaitu 2400mg/hari. Sedangkan untuk anak-anak, perlu diperhatikan usianya dalam pemberian dosis. Pada anak usia 1-2 tahun maka dosis farsifen yang diberikan 50 mg sebanyak 3-4 kali/hari. Pada anak usia 3-7 tahun maka dosis farsifen yang diberikan 100mg sebanyak 3-4 kali/hari. Pada anak usia 8-12 tahun maka dosis farsifen yang diberikan 200mg sebanyak 3-4 kali/hari. 

Efek samping farsifen

Penggunaan farsifen sama seperti obat lain yang dapat memunculkan beberapa risiko efek samping. Beberapa efek samping obat ini yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Pendarahan lambung 
  • Perut kembung 
  • Ruam kulit
  • Bronkospasme
  • Trombositopenia
  • Ketajaman penglihatan menurun
  • Limfopenia
  • Telinga berdenging
  • Turunnya nafsu makan 
  • Pusing dan gugup

Terjadinya overdosis penggunaan farsifen dapat dipicu oleh penggunaan dengan dosis terlalu tinggi tanpa atau intensitas terlalu sering. Beberapa tanda overdosis obat ini yaitu lesu, sakit kepala, mual, muntah, nyeri perut, apnea, hiperkalemia, tinnitus, hipotensi, fibrasi atrium, kejang, gagal napas, hingga koma. Jika kondisi tersebut muncul setelah mengonsumsi obat farsifen, segera datangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai obat farsifen, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *