Hati-hati! Sex Toys Bisa Tularkan PMS

Bagi Anda yang seorang “adventurous”, mungkin Anda pernah menggunakan sex toys saat melakukan hubungan intim dengan pasangan. Tidak hanya dapat mencegah kebosanan, penggunaan sex toys bermanfaat untuk menambah sensasi dan kenikmatan yang berbeda. Akan tetapi, menggunakan sex toys memiliki risikonya sendiri. Jika Anda tidak menggunakannya dengan benar dan jarang membersihkannya, sex toys dapat menularkan berbagai macam jenis penyakit menular seksual, atau disingkat PMS, dan infeksi yang ditularkan lewat darah. Ada pula risiko terkena vaginosis bakteri, terutama apabila Anda sering saling pinjam sex toys dengan pasangan yang memiliki vaginosis bakteri.

Jenis penyakit yang dapat ditularkan lewat sex toys

Jika Anda jarang membersihkan sex toys, alat tersebut dapat menjadi sarang bakteri dan meningkatkan risiko Anda untuk tertular beberapa jenis penyakit di bawah ini, seperti:

  • Chlamydia

Chlamydia adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling sering ditemui. Penyakit ini ditularkan lewat hubungan seksual tanpa memakai pengaman atau kondom, dan biasanya sering dijumpai pada remaja yang aktif secara seksual. Kebanyakan orang yang menderita chlamydia tidak merasa ada gejala apapun, dan sering tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit ini. Apabila gejala muncul, Anda akan merasa sakit saat buang air kecil; keluarnya cairan aneh dari vagina, penis, ataupun anus; pada wanita, pendarahan setelah seks, dan pada pria, testis membengkak dan terasa sakit.

Chlamydia adalah sebuah infeksi bakteri. Bakteri tersebut menyebar lewat seks atau kontak langsung dengan cairan vagina atau air mani yang terinfeksi. Anda bisa mendapatkan chlamydia lewat hubungan seksual vaginal, anal, ataupun oral; berbagi sex toys yang tidak dicuci atau diganti kondom setelah setiap kali penggunaan; alat kelamin Anda bersentuhan dengan alat kelamin pasangan; dan air mani serta cairan vagina yang terinfeksi masuk ke dalam mata. Chlamydia juga dapat ditularkan oleh ibu hamil ke bayi di kandungannya. Namun, chlamydia tidak dapat ditularkan lewat sentuhan kasual, seperti ciuman dan pelukan. Anda juga tidak akan tertular chlamydia dari berbagi handuk, menggunakan kolam renang umum, ataupun alat makan.

  • Sifilis

Sama seperti chlamydia, sifilis merupakan infeksi bakteri yang ditularkan lewat hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap penyakit ini. Sangat penting untuk mendapat tes dan pengobatan secepatnya apabila Anda khawatir mengidap sifilis, karena penyakit ini dapat menyebabkan masalah serius apabila tidak diobati dengan segera. Sifilis dapat diobati dengan penggunaan antibiotik.

Beberapa penderita sifilis tidak menunjukkan gejala apapun. Kalaupun ada, gejala biasanya tidak terlihat jelas dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, Anda tetap terinfeksi sifilis dan dapat menularkannya meskipun tidak memiliki gejala apabila Anda tidak mendapatkan perawatan. Adapun gejala sifilis di antaranya adalah luka atau ruam kecil yang muncul di daerah penis, vagina, dubur, dan mulut; ruam merah yang memengaruhi telapak tangan dan tumit; pertumbuhan kulit (mirip kutil kelamin) yang berkembang di vulva pada wanita dan anus pada pria dan wanita; bercak putih di mulut; dan rasa lelah, sakit kepala, nyeri sendi, demam, dan kelenjar yang bengkak di leher, selangkangan, dan ketiak. Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebar ke otak dan bagian tubuh lain dan menyebabkan masalah jangka panjang serius.

Anda bisa menghindari kedua penyakit menular seksual tersebut di atas dengan rutin menjaga sex toys tetap bersih, terutama cucilah setelah digunakan. Anda juga perlu menutupi sex toys seperti vibrator dengan kondom baru setiap kali Anda ingin menggunakannya, dan jangan pernah bergantian menggunakan sex toys yang sama dengan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *