Cara Mengatasi Ketombe dengan Fungasol SS

Cara Mengatasi Ketombe dengan Fungasol SS

Kalau kamu punya masalah dengan ketombe membandel, coba atasi dengan Fungasol SS. Munculnya ketombe memang jadi salah satu hal yang mengganggu penampilan.

Tapi di sisi lain, munculnya ketombe bisa juga jadi salah satu indikator infeksi yang terjadi pada tubuh kamu. Sehingga perlu perhatian dan penanganan khusus.

Sebab ketombe akibat infeksi jamur tidak cukup diatasi dengan shampoo anti ketombe. Masalah ini butuh perawatan lebih, salah satunya adalah obat dengan kandungan aktif.

Apa itu Fungasol SS?

Fungasol adalah obat dengan kandungan aktif yaitu ketoconazole yang diformulasikan khusus untuk mengatasi ketombe di kulit kepala.

Produk ini juga mendapatkan label biru yang artinya bisa kamu beli di apotek atau toko obat terdekat tanpa memerlukan resep dokter.

Obat ini berbentuk cairan dan hanya boleh dioleskan di area kulit yang bermasalah dan membutuhkan penanganan.

Apa itu ketoconazole?

Ketoconazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur, salah satunya ketombe. Obat ini mengandung ketoconazole sebesar 2 persen yang aman untuk digunakan di area kulit kepala. 

Ketoconazole bekerja dengan cara membunuh dan menghentikan pertumbuhan jamur yang menjadi pemicu infeksi.

Ketoconazole memang umum dimasukkan ke dalam produk-produk untuk mengatasi ketombe atau dermatitis seboroik. Ada yang berupa shampoo, foam, larutan, dan gel.

Mengenal jenis ketombe

Munculnya partikel-partikel di kulit kepala bukan hanya tanda ketombe biasa. Ada juga penyakit lain yang memunculkan gejala yang mirip. Seperti dermatitis seboroik dan juga cradle crap. 

Setiap jenisnya punya penyebab dan penanganan yang berbeda. Berikut penjelasan beberapa jenis ketombe yang harus kamu tahu.

1. Dandruff

Dandruff ini merujuk pada jenis ketombe biasa yang bisa terjadi pada siapapun. Penyebabnya adalah produksi minyak atau sebum yang berlebih pada kult kepala.

Jamur kulit lipofilik yang dikenal sebagai Malassezia furfur mampu memakan kelebihan sebum tersebut dan menjadi penyebab utama, atau kontributor munculnya ketombe.

2. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik atau Seborrheic Dermatitis (SD) ini juga masih disebabkan oleh jamur yang sama yakni Malassezia furfur, namun lebih kronis

Kondisi ini cenderung menurun dan lebih sering terjadi pada orang yang stress, jarang keramas, dan sering melakukan aktivitas outdoor.

SD menyebabkan kulit bersisik dan berwarna kekuningan, berminyak, menimbulkan rasa gatal. Tak hanya kulit kepala, SD juga bisa muncul di area tubuh lain yang memiliki rambut.

3. Cradle cap

Cradle cap biasanya terjadi pada bayi dan cenderung tidak berbahaya. Kondisi ini ditandai dengan kulit kepala bayi yang ditutupi sisik tebal, berkerak, dan memiliki warna kuning atau kecoklatan.

Selain itu, cradle cap juga menyebabkan gatal. Penggunaan obat mengandung ketoconazole seperti Fungasol SS pada bayi harus sesuai dengan anjuran atau resep dokter ya.

Cara mengatasi ketombe dengan Fungasol SS

Obat dengan kandungan ketoconazole efektif dan aman digunakan untuk mengatasi jenis ketombe biasa maupun dermatitis seboroik pada orang dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun. 

Produk Fungasol yang mengandung ketoconazole hanya boleh digunakan di kulit dan tidak boleh dikonsumsi secara oral.

Oleskan obat pada kulit kepala sekali hingga 2 kali per hari selama 2 hingga 4 minggu. Atau ikuti petunjuk yang ada pada label produk atau sesuai dengan resep dokter.

Itulah ulasan mengenai penggunaan obat Fungasol SS untuk mengatasi ketombe. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *