Gejala dan Penyebab TOF

Tetralogy of Fallot, sering disingkat TOF, merupakan sebuah kondisi yang langka yang disebabkan karena kombinasi 4 cacat jantung yang muncul saat bayi dilahirkan (cacat jantung bawaan). Kondisi cacat tersebut, yang mana memengaruhi struktur jantung, menyebabkan darah kurang oksigen mengalir ke jantung dan seluruh tubuh. Bayi dan anak-anak yang menderita TOF biasanya memiliki kulit berwarna kebiruan karena darah mereka tidak membawa cukup oksigen. 

TOF sering didiagnosa saat bayi baru lahir ataupun setelahnya. Namun, dalam beberapa kasus, TOF tidak terdeteksi hingga seseorang menginjak usia dewasa, tergantung pada tingkat keparahan cacat dan gejala yang ditimbulkan. Dengan diagnosis awal yang diikuti dengan perawatan bedah medis yang tepat, kebanyakan anak dan orang dewasa yang menderita TOF akan memiliki hidup yang relatif normal, meskipun mereka akan tetap mendapatkan perawatan medis seumur hidup dan memiliki batasan tertentu dalam melakukan aktivitas olahraga. 

Gejala TOF bervariasi tergantung seberapa parah hambatan aliran darah keluar dari ventrikel kanan dan ke paru-paru. Tanda dan gejala yang paling umum dijumpai adalah warna biru pada kulit yang disebabkan karena darah yang sedikit mengandung oksigen atau disebut cyanosis, sesak napas dan napas yang cepat terutama saat Anda melakukan olahraga, hilangnya kesadaran atau pingsan, sulit bertambah berat badan, mudah lelah terutama sehabis olahraga, mudah marah, sering rewel, dan terus menerus menangis. 

Terkadang, bayi yang menderita TOF akan tiba-tiba memiliki kulit, kuku, dan bibir yang kebiruan setelah menangis atau makan, atau ketika gelisah dan rewel. Kondisi ini disebut dengan istilah “tet spells” dan disebabkan karena penurunan jumlah oksigen di dalam darah dengan cepat. Tet spells umum dijumpai pada bayi, sekitar 2-4 bulan. Balita dan anak dapat dengan tiba-tiba berjongkok saat mereka kehabisan napas. Jongkok dapat meningkatkan aliran darah ke paru-paru. Carilah bantuan medis secepatnya apabila Anda melihat bayi memiliki gejala seperti sulit bernapas, perubahan warna kulit yang menjadi lebih kebiruan, pingsan atau kejang, tubuh yang terasa lemah, dan rewel yang tidak biasa. 

Penyebab

TOF terjadi pada masa pertumbuhan janin, ketika jantung bayi sedang berkembang. Faktor seperti nutrisi ibu hamil yang kurang, penyakit virus, dan gangguan genetik dapat meningkatkan risiko kondisi Anda. Dalam kebanyakan kasus, penyebab TOF tidak diketahui. 4 ketidaknormalan yang masuk ke dalam TOF adalah:

  • Pulmonary valve stenosis. Kondisi ini adalah sebuah penyempitan katup paru, katup yang memisahkan ventrikel kanan jantung dengan pembuluh darah utama yang menuju ke paru (pulmonary artery). Penyempitan katup paru mengurangi aliran darah ke paru-paru. Penyempitan tersebut juga dapat memengaruhi otot di bawah katup paru.
  • Ventricular septal defect. Ini adalah lubang di dinding (septum) yang memisahkan bilik jantung. Lubang tersebut membuat darah tanpa oksigen di ventrikel kanan untuk mengalir ke ventrikel kiri dan bercampur dengan darah beroksigen segar dari paru. 
  • Overriding aorta. Aorta sedikit bergeser ke kanan dan berada di atas ventricular septal defect. 
  • Right ventricular hypertrophy. Ketika pacu pompa jantung bekerja terlalu keras, hal tersebut menyebabkan dinding otot di ventrikel kanan untuk menebal. Hal ini dapat menyebabkan jantung kaku, menjadi lemah, dan untuk akhirnya gagal. 

Meskipun penyebab utama TOF tidak diketahui, berbagai faktor dapat meningkatkan risiko bayi untuk terlahir dengan kondisi ini. Beberapa faktor risiko tersebut adalah penyakit akibat virus pada saat kehamilan (contohnya rubella), konsumsi alkohol saat hamil, nutrisi buruk saat hamil, ibu hamil yang berusia lebih dari 40 tahun, orang tua yang memiliki TOF, dan sindrom Down.

Apakah Rapid Antibodi Perlu Dilakukan?

Rapid antibodi adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dijalankan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah. Ketika terinfeksi corona, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian. Dalam penelitian, respons antibodi pada sebagian besar pasien Covid-19 baru muncul pada pekan kedua setelah infeksi. Kekuatan respons ini berbeda pada setiap orang. Faktor yang berpengaruh antara lain umur, nutrisi, tingkat keparahan penyakit, dan adanya penyakit penyerta.

Rapid antibodi ini akan dilakukan dengan menggunakan sampel darah. Di dalam sampel darah tersebut, akan dicari IgG dan IgM. IgG adalah singkatan dari Immunoglobulin G dan IgM adalah kependekan dari Immunoglobulin M. Keduanya merupakan bentuk dari antibodi atau bagian dari sistem kekebalan tubuh.

  • IgG

IgG adalah jenis antibodi yang paling banyak ada di darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi ini bertugas untuk melindungi tubuh dari infeksi dengan cara mengingat bakteri atau virus yang sebelumnya pernah terpapar di tubuh Anda. Sehingga, saat virus atau bakteri itu kembali, tubuh sudah tahu bahwa ia harus dilawan.

  • IgM

IgM adalah antibodi yang terbentuk saat Anda pertama kali terinfeksi oleh virus ataupun bakteri jenis baru. Bisa dibilang, IgM adalah garda terdepan pertahanan tubuh kita.

Saat tubuh merasa bahwa ada infeksi yang akan terjadi, maka kadar IgM di tubuh akan meningkat, sebagai persiapan melawan virus atau bakteri. Lalu, setelah beberapa saat, kadar IgM akan mulai menurun, digantikan oleh IgG yang akan melindungi tubuh dalam jangka waktu lebih lama.

Selain itu, ada potensi reaksi silang kemunculan antibodi akibat adanya jenis virus selain SARS-CoV-2. Sebab, rapid antibodi ini tidak secara spesifik memeriksa SARS-CoV-2. Artinya, hasil tes bisa jadi positif atau reaktif tapi bukan disebabkan oleh Covid-19. Meski begitu, Anda tetap harus memerhatikan hasil dari rapid antibodi. 

Jika Hasil Negatif

  • Anda akan diarahkan agar menjalani isolasi mandiri.
  • Bila gejala makin berat saat isolasi, harus langsung ke fasilitas kesehatan. Jika gejala tidak meningkat, harus test lagi sepuluh hari kemudian.
  • Bila setelah tes lagi hasil masih negatif, gejala yang muncul bukan Covid-19.
  • Bila setelah tes lagi hasil positif, peserta menjalani swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut
  • Bila hasil swab test RT-PCR negatif, berarti penyakit bukan Covid-19. Bila hasil positif, Anda menjadi pasien Covid-19.
  • Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah. Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Jika Hasil Positif

  • Peserta tes segera diminta mengikuti swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut.
  • Bila hasil swab test RT-PCR negatif, berarti penyakit bukan Covid-19. Bila hasil positif, peserta menjadi pasien Covid-19.
  • Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah. Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Rapid antibodi mungkin dapat memberikan hasil yang keluar dengan cepat. Namun, sebaiknya hasil dari tes ini tidak digunakan untuk mendiagnoisis infeksi aktif yang terjadi pada seseorang. 

Tes ini hanya digunakan untuk mendeteksi antibodi yang ada di dalam sistem kekebalan tubuh sebagai respon pada virus corona, dan bukan mengenai keberadaan virus itu sendiri. Memerlukan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu untuk antibodi agar dapat berkembang dan terdeteksi dalam hasil tes ini. Oleh sebab itu, jika Anda ingin langsung memastikan apakah terinfeksi virus corona atau tidak, sebaiknya langsung melakukan swab PCR saja.

Mengenal Penyakit Huntington yang Perlu Kamu Waspadai

Barangkali banyak yang belum mengetahui penyakit Huntington ini. Penyakit Huntington adalah penyakit menurun yang menyebabkan kerusakan sel-sel saraf pada otak yang progresif. Penyakit Huntington juga bisa dikatakan penyakit keturunan yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan dalam berpikir dan bergerak, serta gangguan kejiwaan. 

image Penyakit Huntington

Seseorang yang menderita penyakit Huntington akan mengalami kesulitan dalam beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara lain, penyakit Huntington akan memburuk secara bertahap dari waktu ke waktu dan dapat berakibat fatal setelah periode 20 tahun. Hal ini disebabkan karena penderitanya sering kali melakukan gerakan-gerakan tak terkendali yang terlihat seperti tarian yang menyentak.

Penyebab Penyakit Huntington

Penyakit Huntington disebabkan oleh kelainan gen yang diturunkan dari orang tua. Penyakit Huntington disebut juga penyakit autosomal dominan, yang artinya seseorang hanya membutuhkan satu salinan dari gen yang rusak untuk menderita penyakit tersebut. 

Salah seorang dari orang tua dengan gen yang rusak dapat meneruskan salinan gen yang rusak atau salinan yang sehat ke anak keturunannya. Sehingga, setiap anak dalam keluarga tersebut memiliki 50 persen kemungkinan mendapat kelainan gen dan menderita penyakit Huntington.

Penyakit Huntington dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Penderita penyakit Huntington pada akhirnya membutuhkan bantuan dalam perawatan dalam kehidupan sehari-hari karena berbagai keterbatasan, seperti kehilangan kemampuan berbicara ataupun gangguan makan karena sulit menelan.

Gejala Penyakit Huntington

Gejala yang terjadi pada penyakit Huntington biasanya terjadi rentang usia 30 hingga 50 tahun. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk terjadi lebih awal atau lebih lambat dari usia tersebut. Kondisi ini biasanya berakhir fatal sekitar 15 hingga 20 tahun setelah gejala dimulai. Di bawah ini, beberapa gejala penyakit Huntington yang perlu kamu waspadai: 

  • Kesulitan berkonsentrasi dan mengingat sesuatu;
  • Mengidap depresi;
  • Sering tersandung atau gangguan dalam berjalan dan nampak kikuk;
  • Gerakan menyentak atau gelisah dari anggota tubuh seperti lengan atau kaki yang tidak disadari;
  • Perubahan suasana hati dan kepribadian;
  • Gangguan menelan, berbicara, dan bernapas;
  • Kesulitan bergerak.

Dari gejala-gejala di atas yang timbul, penderita disarankan menemui dokter jika telah melihat perubahan dalam gerakan, seperti sulit berjalan lurus, keadaan emosi, atau kemampuan mental. Namun perlu dicatat, tanda-tanda dan gejala penyakit Huntington dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi lain di luar yang tertulis di artikel ini. Oleh karena itu, penting mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan rutin ke dokter juga sangat dianjurkan.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter seseorang mungkin memerlukan sesuatu agar konsultasi berjalan dengan lancar. Penderita bisa membantu dokter dengan membuat daftar yang mencakup hal-hal berikut ini:

  • Gejala yang dirimu alami;
  • Perubahan dalam gaya hidup atau stres yang terjadi di hidupmu;
  • Semua obat-obatan, termasuk suplemen makanan yang kamu konsumsi serta dosisnya;
  • Riwayat keluarga penyakit Huntington atau gangguan lain yang menyebabkan gangguan gerak atau kondisi kejiwaan.

Ketika berkonsultasi, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendiagnosis keadaanmu. Biasanya, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan yang ini:

  • Kapan dirimu mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejala dirimu datang terus-menerus atau sesekali?
  • Adakah ada anggota keluarga yang pernah didiagnosis menderita penyakit Huntington?
  • Adakah anggota keluarga yang pernah didiagnosis menderita gangguan gerakan atau gangguan kejiwaan lain?
  • Apakah dirimu mengalami kesulitan melakukan pekerjaan, tugas sekolah, atau tugas sehari-hari?
  • Pernahkah dirimu memperhatikan perubahan suasana hatimu secara umum?
  • Apakah dirimu merasa sedih sepanjang waktu?
  • Pernahkah di dalam benakmu berpikir tentang bunuh diri?

Ya, begitulah definisi, penyebab, gejala, dan waktu yang tepat ke dokter untuk penanganan penyakit Huntington. Informasi ini bisa dijadikan sebagai jalan awal mengenal kondisi medis langka ini lebih mendalam.

Bahaya Narkotika Sebabkan Meth Mouth dan Komplikasinya

Bahaya Narkotika Sebabkan Meth Mouth dan Komplikasinya

Narkotika memiliki banyak dampak merugikan pada tubuh, dan yang paling fatal adalah overdosis hingga kematian. Ada banyak jenis obat terlarang, salah satunya metamfetamin (meth) atau yang dikenal sebagai sabut.

Metamfetamin merupakan stimulan kuat yang sangat membuat ketagihan. Penggunaannya dapat menyebabkan kerusakan gigi dan mulut yang sangat serius. Kondisi ini disebut dengan meth mouth atau pembusukan gigi karena narkoba. 

Metamfetamin sangat mempengaruhi gigi dan mulut

Menurut American Dental Association (ADA), meth mouth bukanlah diagnosis klinis. Tapi ketika seseorang mengonsumsi sabu, ada tingkat kerusakan gigi dan penyakit periodontal yang terjadi diantara mereka.

Berdasarkan penelitian oleh ADA terhadap 571 pengguna sabu, ditemukan hasil sebagai berikut:

  • 96% mengalami kerusakan gigi
  • 31% kehilangan 6 gigi atau lebih
  • 23% partisipan masih memiliki semua gigi asli
  • 6% lansia pengguna sabu memiliki kurang dari 10 gigi

Bagaimana metamfetamin merusak gigi dan mulut?

Metamfetamin merusak gigi dengan beberapa cara:

  1. Bruxism

Penggunaan metamfetamin mengembangkan bruxism, kondisi dimana seseorang mengatupkan dan/atau menggeretakkan gigi secara berlebihan.

  1. Aditif pada sabu

Metamfetamin memiliki zat aditif seperti asam baterai, alkali, antibeku, asam klorida dan banyak lainnya yang bersifat asam. Kandungan asam tersebut dapat mengikis dan melemahkan gigi sehingga menjadi lebih mudah patah.

  1. Kurangnya kebersihan gigi

Efek dari konsumsi sabu bisa bertahan hingga 12 jam. Dalam rentang waktu tersebut pengguna biasanya tidak membersihkan gigi dengan baik, sehingga zat dari metamfetamin tertinggal di gigi.

  1. Pola makan yang buruk

Di bawah pengaruh sabu atau selama masa penarikan, pengguna seringkali mengidam makanan manis dan minuman berkarbonasi yang dapat merusak gigi.

  1. Xerostomia

Penggunaan stimulan seperti sabu-sabu dapat menyebabkan xerostomia, atau mulut kering. Air liru berfungsi melindungi gigi yang melindungi dari asam dan mengundang lebih banyak bakteri untuk menggerogoti enamel gigi. 

Gejala meth mouth

Gejala meth mouth berbeda-beda setiap orang karena terganggu pada tingkat kerusakan yang terjadi. Beberapa gejala mulut sabut yang paling umum antara lain:

  • Kerusakan gigi
  • Gigi patah
  • Gusi merah atau bengkak
  • Gigi menghitam dan busuk
  • Mulut kering
  • Radang gusi
  • Lesi karies
  • Bau mulut

Harus diobati sebelum terlambat

Penelitian yang dilakukan di China menemukan bahwa seseorang yang baru menggunakan sabu dan menyikat gigi minimal dua kali sehari berisiko lebih rendah terkena meth mouth

Namun meski begitu, sulit untuk mencegah kerusakan gigi seiring dengan meningkatnya penggunaan sabu. Kerusakan gigi yang tidak terlalu serius memang bisa diobati, tapi dalam kebanyakan kasus penggunaan sabu menyebabkan kerusakan gigi yang sangat parah.

Meth mouth tidak bisa diobati. Opsi perawatannya yang tersedia hanyalah mencabut gigi yang sudah rusak. Memelihara gigi yang rusak juga dapat menyebabkan komplikasi seperti sulit mengunyah, abses gigi, dan penurunan berat badan akibat kurangnya asupan makanan.

Jika Anda tidak ingin memiliki gigi ompong di masa muda, maka cara terbaik adalah dengan mengatasi kecanduan sabu-sabu. Prosesnya cukup panjang, dimana pengguna akan mendapatkan detoksifikasi medis bersama dengan terapi berkelanjutan dan dukungan sosial untuk mencegah kekambuhan. 

Tapi setelah Anda terlepas dari narkoba, Anda akan merasakan kualitas hidup yang lebih baik.

Catatan

Meski narkotika dilarang di Indonesia, ada saja beberapa pihak yang nakal menyalahgunakan obat-obatan tersebut. Selain meth mouth, sabu-sabu juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan otak, serta peningkatan risiko hepatitis dan HIV. 

Kesejahteraan hidup pengguna narkotika juga akan terganggu. Tak jarang mereka mengalami masalah psikologis seperti paranoia dan agresi. Untuk mengobati meth mouth dan masalah kecanduan, diskusikan dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya di App Store atau Google Play Store.

Mallet Finger, Cedera yang Membuat Jari Susah Diluruskan

Salah satu kelainan pada jari adalah mallet finger yang membuat jari tidak bisa bergerak dengan lurus. Kondisi ini disebabkan karena jari terbentur dengan sesuatu yang keras sehingga membuat tendon di belakang jari tangan robek atau terlepas dari tulang jari.

Umumnya, yang sering mengalami mallet finger adalah pemain basket dan baseball yang sering dibentur oleh bola. Namun, hal  lainnya yang berhubungan dengan benturan keras juga dapat mengakibatkan kondisi ini.

Bagaimana mallet finger dapat terjadi?

Tendon berbentuk seperti tali yang terbuat dari serat kolagen dan mengikat otot ke tulang. Ketika tendon mengalami benturan, jaringan tendok dapat robek atau menarik tendon dari tulang ujung jari. Pada beberapa kasus, fragmen tulang juga akan terlepas bersama tendon. Hal inilah yang membuat mallet finger dapat terjadi.

Mallet finger dapat menyebabkan rasa nyeri, bengkak, atau memar. Darah juga dapat bergumpal dibawah kuku, bahkan kuku juga bisa terlepas dari jari.

Diagnosis mallet finger

Untuk memulai pemeriksaan, dokter akan menanyakan seputar gejala yang dirasakan serta melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa jari yang dicurigai mengalami mallet finger dengan mendorong jari ke posisi yang lurus. Kemudian, jika jari tidak bisa lurus dengan sendirinya kemungkinan besar jari tersebut mengalami mallet finger. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Rontgen

Dokter akan mengambil gambar pada tulang jari melalui rontgen tangan. Rontgen dilakukan untuk melihat apakah terdapat tulang jari yang retak atau patah. Selain itu, melalui rontgen juga melihat apakah terdapat benda asing pada jari yang dicurigai mengalami mallet finger.

  • MRI dan USG

Selain rontgen, dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan dengan MRI atau USG. Tes ini guna melihat keparahan cedera pada tendon dan jari tangan.

Mengobati mallet finger

Pengobatan mallet finger akan dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya. Perawatannya dapat dilakukan mulai dari penanganan di rumah hingga operasi.

  • Penanganan di rumah

Ketika tangan mengalami cedera, pertolongan di rumah yang dapat dilakukan adalah:

Kompres dingin

Kompres jari yang cedera dengan es batu yang dilapisi handuk. Pastikan Anda untuk tidak menempelkan es batu langsung karena dapat menyebabkan radang dingin.

Mengangkat tangan

Untuk mengurangi pembengkakan, segera angkat tangan lebih tinggi dari posisi jantung.

Minum obat pereda nyeri

Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen. Ikuti aturan pakai pada kemasan untuk menghindari efek samping yang dapat terjadi.

  • Pemasangan bidai

Untuk menjaga jari tetap lurus hingga tendon sembuh, dokter akan menyarankan untuk menggunakan bidai. Umumnya bidai akan dikenakan sekitar enam hingga delapan minggu dan tidak dianjurkan untuk melepaskannya saat mandi. Selanjutnya, bidai dapat digunakan selama dua minggu saat tidur dan melakukan aktivitas berat. Setelah sembuh, dokter akan mengajari Anda untuk latihan gerakan di ujung jari.

  • Perawatan bedah

Perawatan bedah atau operasi akan dianjurkan oleh dokter ketika mallet finger dalam kondisi yang serius atau kompleks. Dokter akan memasukkan atau menyisipkan alat khusus ke dalam tendon dengan tujuan menjaga ujung jari tetap lurus hingga tendon sembuh.

Jika tidak ditangani dengan baik dan benar, mallet finger mungkin akan mengalami komplikasi. Jari dapat menjadi kaku hingga terjadi perubahan pada bentuk tulang. Pada anak-anak, mallet finger juga dapat menghambat pertumbuhan tulang jari yang mengakibatkan jari lebih pendek. 

Segera konsultasikan kepada dokter saat Anda mengalami cedera pada jari. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi dan menyembuhkan mallet finger dengan cara yang tepat.

Yang Sering Ditanyakan di Forum Gigi dan Mulut

Yang Sering Ditanyakan di Forum Gigi dan Mulut

Forum gigi dan mulut merupakan wadah daring yang disediakan untuk Anda bertanya kepada dokter ahli seputar masalah gigi dan mulut. Sebelum Anda memutuskan untuk pergi ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut, Anda bisa bertanya terlebih dahulu di sini mengenai keluhan yang Anda alami. nah, biasanya pertanyaan apa sih yang paling sering ditanyakan oleh orang-orang di forum gigi dan mulut?  Berikut ulasannya:

Sakit Gigi, Penyebab dan Pengobatan

Sakit Gigi

Sakit gigi termasuk topik yang paling sering ditanyakan dalam forum mulut dan gigi. Sakit gigi adalah kondisi medis yang ditandai oleh nyeri pada atau sekitar gigi. Sakit gigi ringan dapat disebabkan iritasi gusi, sedangkan sakit gigi lebih berat disebabkan masalah gigi dan mulut yang perlu penanganan dokter gigi lebih lanjut.

Penyebab

Peradangan pada bagian tengah gigi yang disebut pulpa bisa menjadi penyebab utama Anda merasakan sakit gigi, karena pulpa berisi ujung saraf yang sensitif terhadap rasa sakit. Hal lain yang bisa menjadi penyebab sakit gigi antara lain: gigi berlubang, abses gigi, tambalan gigi rusak, gigi rusak, peradangan pada akar gigi atau gusi

Pengobatan

Solusi yang ditanyakan di forum gigi dan mulut biasanya yang bisa dilakukan di rumah, seperti berkumur dengan air hangat dengan campuran garam, mengonsumsi obat seperti ibuprofen untuk meredakan nyeri, dan menggunakan dental floss untuk mengeluarkan plak di antara gigi. Jika sakit berlanjut Anda bisa segera ke dokter gigi untuk melakukan penambalan atau pencabutan gigi berlubang.

Gusi Bengkak, Penyebab dan Solusi

Gusi Bengkak

Saat membengkak, gusi akan menonjol, berwarna lebih merah, dan biasanya menutupi sebagian area gigi. Gusi bengkak merupakan salah satu masalah yang sering ditanyakan dalam forum gigi dan mulut. Infeksi bakteri yang tidak segera ditangani akan menyebabkan reaksi peradangan pada gusi sehingga timbul bengkak dan nyeri saat digunakan untuk mengunyah makanan.

Penyebab

Sisa makanan yang menumpuk di sela gigi dan gusi akibat tidak menyikat gigi dengan benar bisa menjadi penyebab paling sering gusi bengkak. Penyebab lainnya yaitu peradangan pada gusi, abses gusi, kekurangan asupan vitamin B dan C, infeksi mulut yang disebabkan jamur dan virus, serta iritasi terhadap produk kebersihan mulut seperti obat kumur atau pasta gigi.

Solusi

Biasanya solusi yang ditawarkan di forum gigi dan mulut, yaitu untuk mengobati gusi bengkak di rumah. Beberapa cara yang bisa Anda coba yaitu: berkumur dengan campuran air hangat dan garam, kompres area yang bengkak dengan air hangat, banyak minum air putih 2-3 liter per hari, dan hindari terlebih dahulu produk yang membuat gusi iritasi. Jika belum ada perubahan, Anda bisa hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Gigi Berlubang dan Cara Mengatasi

Gigi Berlubang

Gigi berlubang adalah kerusakan pada gigi yang berisiko menimbulkan karies, abses gusi, dan gigi goyang. Jika tidak segera diatasi, gigi yang awalnya hanya berlubang kecil bisa semakin membesar dan baru merasakan keluhan seperti nyeri dan susah mengunyah. Ketika lubang sudah membesar, bakteri akan semakin menumpuk dan bisa menimbulkan infeksi serta peradangan pada gusi dan gigi.

Penyebab

Penyebab gigi berlubang yang sering ditemui di forum gigi dan mulut yaitu terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula dan asam, kurang menjaga kebersihan mulut seperti tidak menyikat gigi dengan bersih dan benar, mulut kering, dan asam lambung yang sering kambuh. Asam lambung (refluks) yang mengalir ke mulut akan mengikis enamel gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang.

Solusi

Biasanya orang akan bertanya ke forum gigi dan mulut untuk meminta solusi yang bisa dilakukan di rumah. Pada gigi berlubang, jika masih tahap awal Anda bisa rutin menggosok gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Namun, jika lubang sudah membesar hingga mengenai lapisan yang paling dalam, maka Anda harus ke dokter gigi untuk mengatasinya. Ada beberapa cara yang akan dilakukan oleh dokter gigi tergantung seberapa besar lubang pada gigi yang ditimbulkan, mulai dari tambal gigi, pemberian mahkota pada gigi, perawatan saluran akar sampai pencabutan gigi.

7 Cara Sederhana Membuat Trigliserida Normal

Trigliserida adalah sejenis lemak yang ditemukan dalam darah Anda. Setelah Anda makan, tubuh Anda akan mengubah kalori yang tidak Anda butuhkan menjadi trigliserida dan menyimpannya dalam sel lemak untuk digunakan sebagai energi nanti. 

Rentang nilai trigliserida mulai dari yang normal hingga yang paling tinggi

Nilai trigliserida normal adalah < 150 mg/dL atau < 1,7 mmol/L. Selain dari nilai tersebut atau lebih dari itu Anda sudah harus mulai untuk melakukan usaha untuk menurunkan, karena trigliserida tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung. Pada artikel berikut kami akan membahas cara sederhana untuk menurunkan trigliserida Anda. 

Bagaimana trigliserida diukur?

Dokter Anda mungkin akan memberi tes umum yang disebut panel lipid. Ia memeriksa berbagai jenis kolesterol, termasuk tingkat jenis “baik” dan “buruk”. The American Heart Association merekomendasikan bahwa setiap orang yang berusia 21 tahun ke atas mendapatkan panel lipid setidaknya setiap 5 tahun. 

Anda akan diperiksa setelah melakukan puasa semalaman. Jika Anda tidak puasa, lemak dari makanan yang baru ini bisa membuat gambar menjadi keruh. Tes ini penting karena Anda jarang memiliki gejala apapun saat trigliserida Anda tinggi, tidak seperti banyak kondisi lainnya. 

Apa itu tingkat normal dan tinggi?

The National Cholesterol Education Program penetapan pedoman untuk kadar trigliserida:

  • Tingkat normal: kurang dari 150 mg/dL 
  • Garis batas tinggi: 150 hingga 199
  • Tinggi: 200 hingga 499
  • Sangat tinggi: 500 atau lebih

Kadar yang meningkat dapat menyebabkan penyakit jantung, terutama pada orang dengan kadar kolesterol “baik” yang rendah dan kadar kolesterol “jahat” yang tinggi. Hal yang sama pun berlaku jika Anda menderita diabetes tipe 2. 

Bagaimana membuat trigliserida normal?

  • Menurunkan berat badan

Setiap kali Anda makan lebih banyak kalori daripada yang Anda butuhkan, tubuh Anda mengubah kalori tersebut menjadi trigliserida dan menyimpannya dalam sel lemak. Itulah mengapa menurunkan berat badan adalah cara efektif untuk menurunkan kadar trigliserida darah Anda. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa menurunkan berat badan 5-10% saja dapat menurunkan trigliserida sebesar 40 mg/dL. 

  • Batasi asupan gula

Menambahkan gula adalah bagian besar dari makanan banyak orang. Sementara American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 6-9 sendok teh gula tambahan per hari, pada tahun 2008 rata-rata orang Amerika makan sekitar 19 sendok teh setiap hari. 

Gula tersebut biasanya tersembunyi dalam permen, minuman ringan, dan jus buah. Gula ekstra dalam makanan Anda diubah menjadi trigliserida yang dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida darah, bersama dengan faktor risiko penyakit jantung lainnya. Untungnya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dan tambahan gula dapat menyebabkan penurunan trigliserida darah. 

  • Banyak lebih banyak serat

Serat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Sumber serat baik lainnya termasuk kacang-kacangan, sereal, dan kacang polong. Masukkan lebih banyak serat dalam makanan Anda dapat menurunkan penyerapan lemak dan gula di usus kecil Anda, membantu menurunkan jumlah trigliserida dalam darah Anda. Dalam sebuah penelitian, para peneliti menunjukkan bahwa suplemen dengan serat menurunkan trigliserida darah sebesar 7-8% di antara penderita diabetes. 

  • Olahraga secara teratur

Latihan rutin dengan latihan aerobic intensitas tinggi dapat meningkatkan kolesterol HDL baik dan menurunkan trigliserida darah. Cobalah berolahraga 5 hari atau lebih setiap minggu. Bicaralah dengan dokter Anda sebelum Anda memulai rencana olahraga apa pun. 

  • Makan lebih sedikit lemak jahat

Cobalah untuk menurunkan lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dalam makanan Anda. Mengurangi karbohidrat juga akan membantu. 

  • Konsumsi ikan

Makarel, sarden, tuna albacore, dan salmon yang tinggi omega 3, lemak yang baik untuk Anda. Mungkin sulit untuk mendapatkan cukup omega 3 dari makanan. Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan suplemen atau resep. 

  • Kurangi asupan alkohol

Alkohol tinggi gula dan kalori. Jika kalori ini tetap tidak terpakai, mereka dapat diubah menjadi trigliserida dan disimpan dalam sel lemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah sedang dapat meningkatkan trigliserida darah hingga 53%, bahkan jika kadar trigliserida Anda normal. 

Faktor diet dan gaya hidup memiliki pengaruh besar pada trigliserida normal Anda. Memilih lemak tak jenuh yang sehat sebagai pengganti lemak trans, mengurangi asupan karbohidrat, dan berolahraga secara teratur dapat membantu menurunkan trigliserida darah Anda dalam waktu singkat. 

Mengenal Gangguan Autoimun Penyakit Graves

Mengenal Gangguan Autoimun Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah sebuah gangguan autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid Anda menciptakan terlalu banyak hormon tiroid di tubuh. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan hipertiroidisme. Penyakit Graves merupakan salah satu bentuk hipertiroidisme yang paling umum dijumpai. 

Dalam penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh Anda menciptakan antibodi yang dikenal sebagai imunoglobulin yang menstimulasi tiroid. Antibodi tersebut dapat menyebabkan tiroid Anda menciptakan terlalu banyak hormon tiroid. Hormon tiroid memengaruhi banyak aspek tubuh, seperti fungsi sistem saraf, perkembangan otak, suhu tubuh, dan elemen penting lainnya. Jika tidak diobati, hipertiroidisme dapat menyebabkan turunnya berat badan, ketidakmampuan emosional, depresi, dan kelelahan fisik serta mental. 

Gejala dan penyebab penyakit Graves

Penyakit Graves dan hipertiroidisme memiliki gejala yang sama, seperti tremor tangan, turunnya berat badan, detak jantung yang cepat (tachycardia), intoleransi terhadap panas, kelelahan, gugup, kelemahan otot, gondok (pembengkakan pada kelenjar tiroid), diare, dan sulit tidur. Persentase kecil penderita penyakit Graves akan menderita penebalan kulit dan kulit yang memerah di daerah tulang kering. Kondisi tersebut dikenal dengan sebutan dermopathy Graves. 

Gejala lain yang dapat Anda rasakan adalah sebuah kondisi yang bernama ophthalmopathy Graves. Kondisi ini terjadi ketika mata Anda terlihat membesar yang disebabkan karena kelopak mata yang mundur. Saat kondisi ini terjadi, mata akan mulai menonjol di rongga mata. Institut Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal Nasional memperkirakan ada sekitar 30 persen orang-orang yang menderita penyakit Graves akan menderita ophthalmopathy Graves yang bersifat ringan. Sementara itu, sekitar 5% akan menderita kasus ophthalmopathy Graves parah. 

Pada gangguan autoimun seperti penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh mulai melawan jaringan dan sel yang sehat di dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh biasanya memproduksi protein yang dikenal dengan sebutan antibodi untuk melawan virus dan bakteri berbahaya. Dalam kasus penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh Anda salah memproduksi antibodi yang disebut imunoglobulin yang menstimulasi tiroid yang menyerang sel tiroid sehat. Meskipun para ilmuwan tahu bahwa orang-orang dapat mewarisi kemampuan untuk membuat antibodi yang melawan sel sehat mereka sendiri, mereka tidak memiliki cara dalam menentukan apa yang menyebabkan penyakit Graves atau siapa yang akan menderita kondisi ini. 

Para ahli percaya bahwa faktor-faktor seperti keturunan, stres, usia, dan jenis kelamin dapat memengaruhi risiko Anda dalam menderita penyakit Graves. Penyakit ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang berusia kurang dari 40 tahun. Risiko Anda juga meningkat dengan signifikan apabila salah satu anggota keluarga memiliki penyakit Graves. Sementara itu, wanita mengembangkan penyakit ini 7 hingga 8 kali lebih banyak dibandingkan dengan pria. Memiliki penyakit autoimun lain juga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit Graves. Beberapa penyakit autoimun tersebut di antaranya adalah diabetes mellitus, rheumatoid arthritis, dan penyakit Crohn. 

Tiga pilihan perawatan tersedia untuk orang-orang yang menderita penyakit Graves, yaitu obat antitiroid, terapi iodine radioaktif, dan operasi tiroid. Obat antitiroid seperti propylthiouracil atau methimazole dapat diresepkan. Beta-blocker juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi efek dari gejala hingga perawatan mulai bekerja. 

Sementara itu, terapi radioiodine akan meminta Ana untuk mengonsumsi pil radioactive iodine-131. Di sisi lain, meskipun operasi tiroid adalah salah satu pilihan perawatan, metode ini jarang digunakan. Dokter akan merekomendasikan operasi apabila perawatan sebelumnya tidak efektif, apabila dokter mencurigai adanya kanker tiroid, atau apabila Anda sedang hamil dan tidak mengonsumsi obat-obatan anti-tiroid.

Tak Hanya Cedera Kepala, Berikut 7 Penyebab Koma

Tak Hanya Cedera Kepala, Berikut 7 Penyebab Koma

Kondisi seseorang tak sadarkan diri berkepanjangan disebut dengan koma. Koma berbeda dengan tidur panjang. Seseorang yang koma tidak bisa dibangunkan, tidak akan merespon rangsangan yang diberikan termasuk cahaya atau suara. Mereka juga cenderung membutuhkan alat bantu pernapasan agar bisa bernapas secara normal. 

Koma kerap kali dikaitkan dengan trauma kepala atau terluka parah akibat kecelakaan, karena kesadaran seseorang diatur oleh bagian otak tertentu. Tapi koma juga bisa disebabkan oleh kondisi medis.

Penyebab koma

Penyebab utama koma adalah cedera otak. Cedera otak disebabkan oleh adanya tekanan, pendarahan, kurangnya oksigen, atau penumpukan racun di otak. Cedera bisa bersifat sementara dan dapat disembuhkan, tapi juga bisa permanen. 

Lebih dari 50% koma terkait dengan trauma kepala atau gangguan pada sistem peredaran darah di otak. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan koma:

  1. Kekurangan oksigen

Oksigen sangat penting agar seluruh tubuh dapat berfungsi secara normal. Kurangnya kadar oksigen di otak selama beberapa menit saja bisa menyebabkan kematian sel pada jaringan otak, sehingga memicu koma. Kondisi ini disebut hipoksia atau cedera otak anoksia.

Serangan jantung, cedera kepala atau trauma, tenggelam, tersedak, overdosis obat, atau keracunan dapat menyebabkan kurangnya oksigen di otak.

  1. Trauma kepala

Cedera kepala, misalnya akibat terbentur benda keras, dapat menyebabkan pembengkakan jaringan otak dan pendarahan. Saat pembengkakan atau pendarahan terjadi, batang otak akan tertekan dan merusak RAS (Reticular Activating System) yang bertanggung jawab terhadap kesadaran. 

Pembengkakan dan pendarahan tak hanya terjadi akibat trauma kepala. Kekurangan oksigen, ketidakseimbangan elektrolit atau hormon dapat menyebabkan pembengkakan. Hipertensi, aneurisma serebral, dan tumor merupakan penyebab pendarahan otak non-traumatis.

  1. Stroke

Kurangnya aliran darah ke seluruh bagian otak, terutama batang otak, dapat menyebabkan stroke. Ini akan memicu pembengkakan otak sehingga berakhir pada koma. 

  1. Kadar gula darah tidak normal

Penderita diabetes dapat mengalami koma jika kadar gula darah sangat tinggi (hiperglikemia) dalam waktu lama. Kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) juga bisa menyebabkan koma. Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan koma berkepanjangan.

  1. Infeksi sistem saraf pusat

Infeksi yang terjadi pada sistem saraf pusat, seperti meningitis atau ensefalitis, dapat menyebabkan koma. 

  1. Penumpukan racun 

Mengonsumsi obat-obatan dalam dosis besar atau kebiasaan alkoholik akan menyebabkan penumpukan racun di hati, darah, dan ginjal. Secara terus menerus ini dapat mengganggu fungsi neuron di otak sehingga menyebabkan koma. 

  1. Kejang

Kejang yang terjadi secara terus menerus (epilepsi) dapat mencegah otak pulih dengan benar, sehingga berakhir pada kondisi tidak sadar dan koma berkepanjangan. 

Mengatasi koma

Ketika seseorang koma, orang terdekat pasien harus memberikan informasi lengkap untuk menentukan kemungkinan penyebabnya. Pasien koma akan dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dan diberikan tindakan tergantung pada kondisi yang mendasarinya. 

Misalnya, jika koma disebabkan infeksi maka diperlukan antibiotik. Pasien diabetes yang mengalami syok diabetes akan diberikan glukosa. Jika koma disebabkan tumor, operasi akan dilakukan untuk mengurangi tekanan pada otak.

Pasien koma juga akan diberikan respirator atau alat bantu napas selagi dokter mengobati penyebab utama koma. Perawatan suportif lainnya, seperti cairan infus juga disediakan sesuai kebutuhan. 

Catatan

Peran keluarga dan kerabat dekat sangat penting bagi seseorang yang mengalami koma, karena mereka seringkali membutuhkan bantuan seumur hidup sampai kondisi mereka membaik. 

Diskusikan mengenai perawatan dan pemulihan pasien pasca koma dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Upaya Diri Agar Masuk Daftar Penerima Vaksin Covid-19

Penyuntikan vaksin Sinovac di lengan Joko Widodo pada Rabu, 13 Januari 2021, kemarin menjadi gong dimulainya program vaksinasi di Indonesia. Selain Jokowi, acara yang digelar di Istana Negara, Jakarta itu juga melibatkan beberapa nama beken yang masuk daftar penerima vaksin covid-19 tahap perdana, termasuk Raffi Ahmad.

Program ini akan berjalan sepanjang tahun hingga seluruh masyarakat yang masuk ke dalam kriteria kebagian jatah. Prosesnya bertahap dan disesuaikan dengan seberapa besar peran masing-masing kriteria dalam penanganan pandemi covid-19 ini.

Seperti yang sudah ramai diberitakan, tenaga kesehatan adalah kriteria utama dalam program ini. Jika sesuai rencana, pemerintah akan melakukan vaksinasi massal kepada 1,46 juta orang tenaga kesehatan hingga Februari 2021. Tenaga kesehatan menjadi prioritas karena mereka merupakan ujung tanduk dalam pemberantasan covid-19.

Setelah nakes, pemerintah akan membuka program vaksinasi untuk pekerja di pelayanan publik. Sebagai prioritas terakhir barulah kemudian program ini akan dibuka untuk masyarakat umum. Kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, daftar penerima vaksin covid-19 ini akan dirilis sesuai dengan tahapan yang tengah berjalan, “Listnya nanti di belakang, sesudah health workers, kemudian public workers, baru kemudian masyarakat. Jadi sabar saja.”

Mekanisme itu seperti tertera dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Dalam beleid peraturan pelaksana vaksin virus corona tersebut dijelaskan, sasaran pelaksanaan vaksinasi Covid-19 merupakan masyarakat kelompok prioritas penerima vaksin sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Tentu saja untuk saat ini, daftar penerima vaksin covid 19 baru tersedia bagi para tenaga kesehatan. Mereka sudah bisa mengakses nama masing-masing melalui website yang disiapkan khusus sebagai sarana informasi. Pemerintah juga melakukan pengiriman pesan singkat massal (SMS blast) untuk menyiarkan soal daftar penerima vaksin covid 19.

Kendati demikian dalam praktiknya, masih banyak tenaga kesehatan yang belum terdaftar. Kondisi ini terjadi terkait dengan kelengkapan basis data yang dimiliki. Data tenaga kesehatan didapatkan dari daftar Direktorat PPSDM Kesehatan, sehingga besar sekali potensi kekurangan atau kekeliruan data di sana.

Sebagai bentuk reaksi pemerintah dalam mengatasi masalah ini, Budi Gunadi menyarankan kepada para tenaga medis yang belum terdaftar bisa melakukan upaya agar namanya masuk ke dalam daftar penerima vaksin covid 19. Para tenaga kesehatan yang belum terdaftar itu bisa menghubungi 119 dan mendaftarkan diri secara manual.

“Kami minta agar mereka call 119 sehingga kita bisa melakukan verifikasi ulang yang belum ada. Itu dipakai sebagai dasar, dan mereka bisa daftar, daftarnya bisa lewat SMS atau Whatsapp, website atau aplikasi, kalau yang belum terdaftar, bisa call 119,” ujarnya.

Hingga saat ini setidaknya tak kurang dari 30 ribu tenaga kesehatan yang belum masuk dalam daftar penerima vaksin covid 19. Menkes yang baru dilantik beberapa waktu lalu itu sadar, pembukaan pendaftaran manual memang memungkinkan terjadinya ledakan atau kelebihan data. Namun, dia terpaksa mengambil langkah itu demi terciptanya program vaksinasi yang efektif.

“Tidak masalah jika datanya berlebih, tetapi berbahaya jika kekurangan karena vaksinasi bisa tidak efektif. Inilah yang membuat Kemenkes membuka jalur manual sebagai sarana perbaikan data,” kata Budi.

Jadi, jika Anda merupakan prioritas utama, dalam hal ini nakes, tetapi belum masuk daftar penerima vaksin covid 19, Anda sebaiknya segera melakukan apa yang diarahkan Menkes Budi Gunadi. Program ini harus berjalan dengan lancar, dan salah satu kriteria yang dapat dijadikan ukuran adalah tepat sasaran.