Tips untuk Atasi Tangan dan Kaki Bayi yang Terasa Dingin

Tips untuk Atasi Tangan dan Kaki Bayi yang Terasa Dingin

Sebagai orang tua, tentu Anda akan sangat memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh bayi termasuk ketika tangan dan kakinya terasa dingin. Saat hal tersebut terjadi, jangan langsung panik. Seringkali kondisi tangan dan kaki bayi dingin bukan karena terkena suatu penyakit. Kondisi tersebut bisa saja disebabkan oleh beberapa hal yang ternyata tidak membahayakan bagi bayi. Apa saja penyebabnya? Selain penyebab tangan dan kaki bayi dingin, di bawah ini juga akan diberikan tips untuk mengatasi hal tersebut. Simak penjelasan lengkapnya! 

Penyebab tangan dan kaki bayi dingin 

Tangan dan kaki bayi dingin adalah kondisi yang umum dialami. Penyebabnya cukup beragam dari berbagai hal tidak berbahaya, hingga kondisi serius tertentu yang membuat Anda perlu segera membawanya ke dokter. Berikut ini merupakan penyebab tangan dan kaki bayi dingin. 

  1. Bayi kurang aktif

Bayi belum dapat melakukan banyak aktivitas terutama pada masa awal kelahirannya. Hal tersebut membuat tangan dan kaki bayi menjadi mudah terasa dingin. Efek dari gerakan yang sedikit pada bayi, yaitu kurangnya darah yang mengalir ke tangan dan kaki. Hal ini akan dapat teratasi dengan sendirinya saat bayi mulai aktif menggerakkan tangan dan kakinya seperti merangkak.

  1. Pengaturan suhu tubuh bayi belum menyeluruh

Suhu normal pada bayi yaitu 36,1 sampai 38 derajat Celcius. Bila suhunya dibawah atau di atas itu, maka sebaiknya segera temui dokter sebab hal tersebut merupakan indikasi bahwa tubuh bayi mengalami gangguan medis. Saat suhu tubuh bayi normal, bagian tertentu masih tetap terasa dingin seperti tangan dan kaki sebab pengaturan suhu tubuh pada bayi memang belum menyeluruh. 

  1. Sirkulasi darah 

Panas dapat terasa di tubuh sebab dialirkan melalui darah. Sirkulasi darah pada bayi yang belum lancar dan menyeluruh menyebabkan distribusi suhu panas tidak merata. Hal tersebut bisa memicu tangan dan kaki dingin. Namun, nantinya hal itu akan teratasi dengan sendirinya sebab seiring berjalannya waktu sirkulasi darah bayi akan semakin lancar. 

  1. Demam

Jika tangan dan kaki bayi dingin karena demam, maka kondisi ini termasuk yang perlu diwaspadai. Saat suhu tubuh bayi berada di atas 38 derajat Celcius maka tangan dan kaki akan terasa dingin sebab sistem imun dan sirkulasi darahnya sedang sibuk melawan kuman. Selain itu, Anda perlu segera membawa bayi ke dokter jika berbagai gejala ikut menyertai demam bayi seperti: 

  • Diare
  • Sembelit
  • Tidur terlalu lama
  • Sering menangis
  • Tidak menangis sama sekali
  • Wajah memerah 
  • Mata dan kulit menguning
  • Tidak mau minum ASI
  • Air kencing sedikit
  • Wajah dan dada terasa panas

Tips mengatasi tangan dan kaki bayi dingin 

Setelah mengetahui penyebab tangan dan kaki bayi dingin, Anda tentu perlu beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut. Berikut ini merupakan tips mudah yang bisa diterapkan untuk menghangatkan tangan dan kaki bayi. 

  • Perhatikan temperatur ruangan. Pastikan bahwa bayi tidak sedang kedinginan. 
  • Pilih pakaian bayi yang tepat. Berikan pakaian lengan panjang dengan bahan yang hangat untuk menghindari bayi kedinginan. 
  • Tambahkan kaos kaki dan sarung tangan terutama saat bayi sedang tidur di malam hari. 
  • Dekap bayi dengan metode kangguru sehingga tubuhnya menjadi lebih hangat. 

Meski umumnya saat tangan dan kaki bayi dingin bukanlah sesuatu yang serius, namun sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter. Hal itu penting sehingga perkembangan medis bayi dapat terus dipantau oleh dokter. Selain itu, Anda perlu segera membawa bayi ke rumah sakit apabila suhu tubuhnya menjadi 38 derajat Celcius pada saat usianya masih di bawah 3 bulan. Kondisi demam tersebut perlu diwaspadai jika muncul gejala penyerta seperti sering menangis, muntah, diare, kejang, muncul ruam kulit, dan sering mengantuk. Konsultasi secara gratis dengan dokter mengenai kondisi medis bayi melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play. 

Manfaat Sitz Bath bagi Ibu Setelah Melahirkan, Begini Tahapannya

Pernah mendengar istilah sitz bath? Sitz bath adalah salah satu terapi sederhana yang bertujuan menyembuhkan masalah kesehatan dan membersihkan area sekitar perineum, yaitu kulit antara rektum dan vulva atau buah zakar.

Pada kondisi tertentu mungkin Anda pernah merasakan nyeri ataupun gatal di area anogenital atau anus yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Nah, sitz bath dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.

Selain itu, merendam area bokong dengan air hangat ini juga mampu membantu proses penyembuhan wanita pasca melahirkan.

Sitz bath dapat dilakukan dengan cara sederhana di rumah. Anda bisa menggunakan bak mandi atau dengan kit plastik yang diletakkan di atas toilet.

Manfaat Sitz Bath bagi Ibu Setelah Melahirkan

Secara umum, biasanya sitz bath dimanfaatkan untuk membersihkan anus dan mengurangi iritasi maupun rasa tidak nyaman akibat wasir hingga gangguan yang terasa di area anogenital lainnya. Sitz bath akan membantu mempercepat proses penyembuhan karena meningkatkan aliran darah ke area anogenital ini.

Berendam dengan air hangat ini juga membantu proses penyembuhan sembelit atau diare, nyeri atau pun pembengkakan di area anogenital, rasa gatal, prostatitis, hingga luka robekan kecil pada kulit anus.

Namun, perlu diingat bahwa sitz bath bukanlah perawatan utama untuk penyembuhan, melainkan sebagai terapi bantuan untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Sedangkan pada ibu setelah proses melahirkan. Selain mengurangi rasa tidak nyaman di area kewanitaan, sitz bath juga mempercepat proses penyembuhan pasca persalinan.

Tak jarang wanita setelah melahirkan mengalami wasir yang muncul akibat mengejan saat proses persalinan. Sitz bath dapat membantu mengurangi gejala ini. Jika setelah melakukan terapi sitz bath dan masihkan kondisi yang dialami, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter. Cepat memberikan penanganan pada kondisi medis yang dialami dapat mengurangi risiko infeksi lanjutan.

Cara Melakukan Sitz Bath di Rumah

Ingin mencoba sitz bath di rumah? Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

  1. Pilih Wadah Sitz Bath dan Isi dengan Air Hangat

Sitz bath bisa dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang bisa didapatkan di toko peralatan kesehatan. Bisa juga dengan menggunakan bak mandi saja. Caranya, isilah bak mandi dengan air hangat, kira-kira setinggi 7-10 cm. Suhu air jangan terlalu panas, cukup suam-suam kuku saja.

Cara mengukurnya bisa dengan mengalirkan air hangat tersebut ke pergelangan tangan. Jika suhu air masih terlalu panas, Anda bisa menambahkan air dingin. Atau sebaliknya, tambahkan air hangat jika air dalam wadah sitz bath sudah terlalu dingin.

  • Tambahkan Bahan Campuran untuk Mempercepat Penyembuhan

Anda bisa mencampurkan bahan tambahan lain untuk mempercepat proses penyembuhan. Bisa dengan menambahkan garam mandi agar rasa gatal dan juga bengkak bisa berkurang.

Selain itu bisa juga dengan menambahkan garam epsom, garam laut, soda kue, atau pun cuka. Tapi, jangan menambahkan sabun mandi karena bisa membuat kulit Anda kering dan iritasi.

  • Sebelum Berendam, Buang Air Kecil Dulu

Sebelum Anda memulai terapi sitz bath ini, buang air kecil atau besar terlebih dahulu agar selama prosesnya Anda bisa merasa santai. Bisa juga dengan menyalakan lilin aromaterapi, mendengarkan musik, sambil membaca buku, atau bermain smartphone selama proses sitz bath. Hal tersebut bisa membuat Anda lebih rileks. Siapkan juga handuk dekat dari tempat Anda agar mudah mengeringkan diri.

  • Duduk dan Berendam dengan Nyaman

Duduklah dengan nyaman di wadah sitz bath selama lebih kurang 15-20 menit. Jika suhu air dalam wadah sudah dingin, bisa tambahkan air hangat lagi.

  • Keringkan Badan

Ketika Anda sudah selesai sitz bath, bangunlah secara perlahan dan keringkan area yang basah dengan handuk. Atau bisa menggunakan sapu tangan tipis jika Anda mengalami luka pada area anogenital atau mengalami wasir. Lalu, Anda bisa melanjutkan ke proses selanjutnya, seperti mengoleskan salep obat untuk meredakan gejala yang Anda alami.

Cara Mengatasi Diare pada Bayi dengan LINTAS Diare

Jika bayi mengalami buang air besar cair atau mencret lebih dari 3 kali dalam sehari, maka bayi tersebut sedang mengalami diare. Diare pada bayi juga perlu ditangani dengan cepat. Salah satu metodenya dengan menggunakan lima langkah tuntaskan diare atau bisa disebut dengan LINTAS Diare. Berikut cara mengatasi diare pada bayi:

  • Oralit

Oralit adalah obat diare yang terbuat dari garam-garam yang dibutuhkan dalam tubuh untuk menjaga keseimbangan garam dalam darah yang disebut dengan elektrolit. Diare pada bayi seringkali terjadi ketidakseimbangan elektrolit akibat cairan yang masuk tidak memiliki kadar garam yang cukup untuk menggantikan kadar garam yang terbuang akibat diare.

  • Obat Zinc

Zinc diketahui dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan yang bermasalah saat diare. Terutama pada sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Pemberian obat zinc juga bergantung pada usia bayi dan biasanya diberikan untuk 10 hari. Obat zinc yang diberikan dokter bisa berupa tablet larut dalam air atau dalam bentuk sirup sehingga lebih mudah untuk diberikan pada bayi.

  • Pemberian ASI/ Makanan

Pemberian ASI pada bayi yang sedang diare harus tetap dilanjutkan untuk memberi nutrisi dan energi dalam menghadapi diare. Pemberian susu formula atau makanan pendamping ASI juga harus tetap dilanjutkan untuk jaga kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi. Jika menggunakan susu formula, pastikan bahwa penyebab diare bukan dari susu formula tersebut. Alergi susu formula atau susu sapi dapat membuat diare yang biasanya muncul setelah pemberian susu formula dari pertama kali.

  • Pemberian Antibiotik hanya atas indikasi

Anda perlu menghindari pemberian antibiotik pada bayi tanpa saran dari dokter. Penggunaan antibiotik tanpa indikasi dapat menyebabkan kekebalan atau resisten terhadap antibiotik. Biasanya pemberian antibiotik berdasarkan pada pemeriksaan feses atau kotoran di laboratorium untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri, jamur atau parasit. Pemeriksaan perlu dilakukan saat kotoran bayi berbau sangat menyengat. Disertai lender, atau disertai darah.

  • Pemberian nasehat

Biasanya dokter akan memberikan nasehat pada orangtua bayi agar memperhatikan kondisi berikut dan menyarankan untuk dibawa ke dokter jika terjadi

  • Diare yang lebih sering
  • Muntah berulang
  • Terlihat sangat haus
  • Makan atau minum sedikit
  • Demam
  • Tinja berdarah
  • Tidak membaik dalam 3 hari

Ini Penyebab Bayi Sering Muntah

Bayi sering muntah adalah situasi yang pernah dialami hampir semua orang tua. Jika muntahnya satu hingga dua kali mungkin orang tua masih belum khawatir, tapi jika mendadak bayi sering muntah dalam satu hari, tentu hal ini bisa membuat Anda panik.

Berikut beberapa penyebab bayi sering muntah:

  • Keracunan makan, biasanya menyebabkan bayi sering muntah beberapa jam setelah makan. Keracunan makanan bukan berarti keracunan bahan kimia, tapi bisa juga karena makanan yang sudah agak basi akibat tidak cepat dimakan setelah disiapkan.
  • Alergi makanan yang menimbulkan muntah-muntah sebagai reaksi alergi. Biasanya bayi akan muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan yang menjadi penyebab alergi tersebut.
  • Sakit batuk. Bayi sering muntah juga bisa terjadi saat ia menderita batuk di mana batuk-batuknya cukup keras serta sering.

Pada awal gejala, bayi sering muntah adalah hal yang umum. Namun, 3 hingga 4 jam berikutnya biasanya muntah akan berkurang menjadi muntah-muntah ringan, yaitu hanya 1 hingga 2 kali dalam jangka waktu lebih dari 8 jam.

Tips merawat bayi yang muntah-muntah

  • Jaga agar bayi tidak mengalami dehidrasi dengan memberinya cukup asupan cairan. Sering-seringlah menyuapinya minum dengan sendok, tidak perlu memaksa langsung banyak minum dari dot atau gelas.
  • Jika bayi yang masih mengonsumsi ASI eksklusif perbanyak frekuensi menyusui atau setidaknya susui bayi dua jam sekali.
  • Bagi bayi yang mengonsumsi susu formula, bisa diberikan larutan oralit sebanyak dua sendok teh tiap 20 menit. Perlahan-lahan berikan oralit lebih banyak setidaknya sesuai dengan porsi susu formulanya.
  • Jangan memberinya minum atau memberinya oralit lebih banyak dari porsinya yang biasa untuk sekali minum. pemberian terlalu banyak cairan justru bisa menyebabkan bayi muntah.
  • Jika bayi sudah diberikan makanan pendamping, hindari memberikan makanan padat selama 24 jam. Berikan saja jus buah, sup kaldu atau air dengan gula.

Kondisi bayi sering muntah yang sering muncul mendadak tanpa disertai diare mestinya membaik dalam waktu 24 jam. Jika sudah melebihi lebih dari jangka waktu tersebut frekuensi muntahnya tidak berkurang segera bawa ke dokter.