Benarkah Susah Hamil Anak Kedua Setelah Melahirkan Sesar?

Persalinan sesar dilakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi. Akan tetapi, ada pendapat yang menyebutkan bahwa seorang ibu akan susah hamil anak kedua setelah kelahiran anak pertama dengan cara operasi sesar. 

Apakah operasai sesar memengaruhi kesuburan? 

Terdapat perbedaan pendapat mengenai pengaruh operasi sesar terhadap kesuburan perempuan. Berdasarkan studi tahun 2014, perbedaan jumlah kelahiran setelah perempuan mengalami operasi sesar dibandingkan perempuan yang tidak melakukan operasi sesar cenderung tidak signifikan. 

Sedangkan, sudi lain pada tahun 2020 menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan operasi sesar saat awal kelahiran mempunyai kesempatan lebih rendah untuk bisa hamil kembali. Akan tetapi, para ahli tidak dapat menyebutkan alasannya secara pasti. Jaringan parut di rahim akibat operasi sesar mungkin menjadi penyebabnya. 

Pada penelitian tersebut sebanyak 69% perempuan terbukti dapat kembali hamil setelah 3 tahun operasi sesar. Di sisi lain, sebanyak 76% perempuan dapat hamil kembali setelah 3 tahun persalinan normal. Meskipun beberapa faktor lain, seperti lokasi geografis, status ekonomi, dan sosial juga memengaruhi kelahiran tersebut. 

Kemungkinan lain menyebutkan bahwa hubungan operasi sesar dengan ketidaksuburan bukan disebabkan karena prosedur pembedahan itu sendiri, melainkan karena adanya faktor lain yang menyebabkan pengambilan tindakan operasi tersebut. Misalnya, proses induksi karena ibu kekurangan cairan ketuban atau masalah reproduksi lainnya. Oleh karena itu, pendapat susah hamil anak kedua setelah operasi sesar tidak dapat dibenarkan sepenuhnya.  

Waktu tunggu sampai diperbolehkan hamil kembali

Secara umum, Anda harus menunggu minimal 6 bulan setelah operasi sesar. Namun, beberapa ahli menyarankan sebaiknya menunggu 12 hingga 15 bulan. Ada pula yang menyebutkan 18 hingga 24 bulan. Keputusan Anda boleh hamil kembali disesuaikan dengan rekomendasi dokter kandungan yang menangani kehamilan Anda. Hal lain yang perlu dipertimbangkan antara lain riwayat kehamilan dan kesuburan, serta usia Anda. 

Risiko yang mungkin terjadi

Operasi sesar termasuk operasi besar sehingga terdapat risiko yang mungkin terjadi pada kehamilan anak kedua atau setelahnya, seperti berikut ini:

  • Ruptur uteri

Semakin lama jarak kehamilan, maka risiko ruptur uteri semakin rendah. Ruptur uteri merupakan kondisi dimana dinding rahim mengalami robek saat hamil. Ibu hamil mengalami risiko ruptur uteri sebesar 5% jika jarak hamil kurang dari 18 bulan, sebesar 2% jika jarak hamil antara 18-23 bulan dan 1% jika jarak hamil 24 bulan atau lebih. 

  • Plasenta akreta

Kondisi ini menggambarkan pembuluh darah plasenta yang tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim atau bekas luka operasi sesar. Apabila ibu mengalami plasenta akreta maka bisa menyebabkan komplikasi serius saat persalinan. Pasalnya, ibu yang pernah melakukan operasi sesar lebih berisiko terhadap plasenta akreta.  

  • Bayi lahir prematur 

Beberapa penelitian menghubungkan operasi sesar pada kehamilan pertama dengan kelahiran prematur pada kehamilan kedua. Hasil menunjukkan bahwa kelahiran prematur terjadi lebih tinggi pada ibu yang sebelumnya pernah mengalami operasi sesar. Hal ini mungkin disebabkan karena waktu tunggu kehamilan yang pendek, meskipun pendapat ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan susah hamil anak kedua setelah operasi sesar. Selain alasan-alasan di atas, penyebab lainnya yaitu usia 35 tahun ke atas, kualitas sperma yang buruk, kondisi overweight atau obesitas, hingga jarang berhubungan seks atau berhubungan seks tidak sesuai dengan masa subur.  

Dokter Kandungan di Jakarta Barat Apa Tugasnya?

Apabila Anda sedang hamil, mungkin Anda perlu rutin mengunjungi dokter kandungan di Jakarta Barat guna memeriksakan kondisi kesehatan janin. Namun, apa yang membedakan dokter kandungan dengan dokter spesialis lainnya? Sama seperti namanya, dokter kandungan menyediakan perawatan medis untuk berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan fungsi biologis wanita, termasuk menstruasi, kelahiran, dan menopause. Dokter kandungan memiliki pengalaman dalam kesehatan reproduksi wanita, kehamilan, dan persalinan. Dokter kandungan juga menyediakan perawatan medis dan pencegahan rutin. 

Kebidanan dan ginekologi

Saat kita membicarakan seputar dokter kandungan di Jakarta Barat, tentu tidak terlepas dari dua cabang ilmu medis, yaitu kebidanan dan ginekologi. Kebidanan adalah cabang medis yang berhubungan dengan perawatan medis dan operasi baik sebelum, pada saat, dan setelah seorang wanita menjalani persalinan. Bidan berfokus pada merawat dan menjaga kesehatan wanita pada saat kehamilan, persalinan, dan periode postpartum. 

Sementara itu, ginekologi adalah cabang ilmu medis yang berfokus pada tubuh dan kesehatan reproduktif seorang wanita. Ginekologi melibatkan diagnosa, pengobatan, dan perawatan sistem reproduksi wanita, seperti vagina, uterus, rahim, dan fallopian tubes. Cabang ilmu medis ini juga melibatkan pemeriksaan dan perawatan gangguan yang berhubungan dengan payudara wanita. 

Dokter kandungan merawat kondisi apa saja?

Dokter kandungan di Jakarta Barat dan daerah lain pada umumnya akan mengevaluasi dan merawat berbagai macam kondisi, tergantung padaa usia, kesehatan, dan tujuan reproduksi serta alasan apa Anda harus menemui dokter kandungan. Anda bisa mengunjungi dokter kandungan di Jakarta Barat akibat pendarahan tidak normal, nyeri panggul, gatal di daerah kemaluan, infeksi vagina atau saluran kemih, endometriosis, gangguan payudara, gangguan hormon, dan kemandulan. 

Dokter kandungan juga dilatih untuk menangani beberapa prosedur medis. Dalam kasus operasi minor atau besar, baik prosedur rawat jalan atau rawat inap, dokter kandungan di Jakarta Barat dan daerah lain dapat melakukan prosedur seperti biopsy, tubal ligation, operasi laser, hysteretomy (pengangkatan rahim), dan myomectomy (pengangkatan fibroid). Dokter kandungan juga dapat mengatur kesehatan pada saat kehamilan, persalinan, dan postpartum. Beberapa prosedur yang dapat dilakukan pada saat tersebut adalah in vitro fertilization, persalinan vagina, persalinan cesar, amniocentesis untuk menentukan jenis kelamin dan mendeteksi adanya ketidaknormalan, dan persalinan forceps ataupun vacuum. Dokter kandungan juga dapat melakukan beberapa tes pencegahaan seperti pemeriksaan panggul, pap smears, pemeriksaan payudara klinis, mamographies, dan pemeriksaan kanker. 

Cara terbaik mengobati gangguan kesehatan ataupun medis adalah dengan melakukan perawatan pencegahan. Wanita yang sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan reproduksi apapun harus rutin melakukan check up satu kali setiap tahunnya. Pada saat kunjungan checkup tersebut, dokter kandungan akan melakukan beberapa evaluasi, imunisasi, atau tes laboratorium untuk penyakit tertentu. Grup usia Anda umumnya dapat membantu dokter menentukan tes apa saja yang perlu dilakukan. Dokter kandungan juga akan melakukan pemeriksaan panggul. Tergantung usia dan kondisi kesehatan Anda, dokter dapat meminta tes tambahan guna memastikan Anda tidak menderita penyakit serius.

Sebagai tambahan check up tahunan, Anda perlu mengunjungi dokter kandungan di Jakarta Barat ketika terdapat perubahan pada siklus reproduksi Anda. Perubahan tersebut dapat bersifat rutin ataupun direncanakan, seperti siklus menstruasi, kehamilan, perimenopause, dan menopause. Perubahan tersebut juga dapat bersifat tidak normal, tidak biasa, ataupun tidak disangka, seperti perubahan pada volume atau frekuensi perdarahan menstruasi, kram tidak biasa, rasa sakit saat buang air kecil, dan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual.