Apakah Mudah Marah Tanda Depresi? Tanya Psikolog

Setiap orang pasti pernah merasa marah dalam hidupnya. Kejadian tersebut biasanya hanya terjadi sebentar saja. Namun, terkadang rasa marah dapat terus ada. Marah jangka panjang dapat menjadi sebuah tanda Anda menderita depresi. Para peneliti telah menemukan sebuah hubungan antara rasa marah dan depresi. Dalam sebuah studi lama tahun 1998, para peneliti memantau orang-orang yang menderita depresi, dan ditemukan bahwa sepertiga dari mereka mengalami episode marah yang terjadi dengan tiba-tiba. Apabila Anda sering marah, mungkin ada baiknya untuk berkonsultasi dan tanya psikolog seputar kondisi yang dimiliki. 

Image result for dokter psikolog
source: harga.web.id

Gejala marah dan depresi

Marah adalah sebuah perasaan yang Anda miliki yang sering terjadi setelah periode jangka pendek. Gejala marah di antaranya adalah detak jantung yang cepat, tekanan darah yang meningkat, perilaku agresif, dan mengamuk. Sementara itu, depresi adalah perasaan kesedihan yang mendalam atau keputusasaan yang konsisten yang bertahan selama beberapa minggu atau lebih lama. Gejala depresi yang dapat dirasakan di antaranya adalah mudah marah, merasa bingung dan sedih, penurunan atau pertambahan berat badan yang ekstrim, hilangnya energi, hilangnya ketertarikan akan hal-hal yang biasanya Anda sukai sebelumnya, nyeri tubuh dan persendian yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, dan pikiran untuk melukai diri atau melakukan bunuh diri. Jika, Anda mengalami gejala tersebut sebelumnya, ada baiknya untuk berkonsultasi dan tanya psikolog mengenai gejala tersebut. Orang-orang yang mengalami rasa marah dan depresi dapat meredam perasaan marah mereka. Mereka juga dapat menunjukkan rasa marah lewat agresi atau kekerasan pada orang yang tercinta, misalnya pasangan. Carilah bantuan dan tanya psikolog apabila Anda mulai berfantasi untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain. 

Hubungi dan kunjungi dokter apabila Anda mengalami depresi atau memiliki rasa marah terus menerus. Dokter akan membantu menentukan apakah Anda mengalami sesuatu yang akan hilang dengan sendirinya atau apakah Anda membutuhkan perawatan tambahan khusus. Rasa marah juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan fisik atau mental. Hubungi dokter atau tanya psikolog dapat menjadi satu-satunya cara mengetahui secara pasti apa yang sedang Anda alami. 

Apabila dokter merasa episode marah Anda dipicu oleh situasi atau orang tertentu, rekomendasi perawatan dapat melibatkan menghindari apa yang menjadi pemicu rasa marah tersebut. Dokter juga dapat merekomendasikan perubahan gaya hidup, seperti latihan pernapasan yang dapat Anda lakukan apabila Anda mulai marah. Dokter juga dapat merekomendasikan Anda untuk pergi keluar rumah untuk mendapatkan udara segar atau berjalan-jalan untuk menenangkan pikiran. Hal-hal tersebut dapat membantu mengatur rasa marah dan perlahan membuat Anda tidak berfokus terhadap apa yang memicu rasa marah. 

Apabila Anda terus merasa marah dalam waktu 2 minggu atau lebih dan tidak mudah hilang, Anda mungkin perlu perawatan tambahan. Dokter dapat merekomendasikan Anda untuk menemui terapis kesehatan mental. Mereka dapat bekerja bersama Anda dalam memahami dan mengatasi rasa marah tersebut. Anda juga bisa tanya psikolog seputar apa saja yang perlu dilakukan untuk mengontrol depresi. Dokter dapat merekomendasikan obat resep untuk merawat depresi. Namun, yang paling penting adalah apabila Anda merasa memiliki masalah dalam mengontrol marah atau depresi, jangan hadapi kondisi tersebut seorang diri. Bicarakan masalah Anda dengan orang terdekat yang Anda percaya, misalnya keluarga atau teman, atau bahkan dokter. Lakukan latihan pereda stres dan minum obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *