Apakah Kurang Tidur Akan Menurunkan Fungsi Kognitif pada Otak?

wanita asia kehilangan tidur - insomnia potret stok, foto, & gambar bebas royalti

“Saat Anda tertidur, maka itu merupakan waktu penting bagi otak untuk beristitahat dan memulihkan fungsinya. Sehingga ketika Anda kurang tidur akan memberikan dampak pada fungsi kognitif yang ada di dalam otak.”

Pada saat Anda memiliki waktu tidur yang cukup, maka akan menaikkan pula kadar konsentrasi Anda. Konsentrasi diperlukan dalam kegiatan sehari-hari, baik saat bekerja maupun belajar. Selain itu, tidur juga mendukung banyak aspek kinerja otak yang lainnya, seperti kemampuan mengingat, pemecahan masalah, kreativitas, proses emosional, dan lainnya.

Oleh karena itu, orang yang kurang tidur akan memiliki gangguan kognitif jangka pendek. Namun, keadaan tersebut juga bisa menjadi jangka panjang ketika kurang tidur terjadi secara terus menerus. Salah satu penurunan kognitif secara jangka panjang adalah demensia dan Alzheimer.

Bagaimana kurang tidur akan mempengaruhi otak?

Saat Anda tidak tidur, atau tidur dengan waktu yang singkat pada malam hari, maka otak tidak memiliki waktu untuk memulihkan diri. Sehingga, neuron otak menjadi terlalu banyak bekerja dan menyebabkan ketidakmaksimalan kinerja otak dalam berbagai pemikiran.

Oleh sebab itu, jika kurang tidur kronis terus terjadi, maka akan membuat seseorang mengalami risiko penurunan kognitif dan demensia yang lebih tinggi. 

Apa dampak kurang tidur dalam jangka pendek?

Mungkin kebanyakan orang sudah pernah merasakan efek dari kurang tidur pada malam hari di siang hari, seperti rasa kantuk yang sangat berat, lelah, badan lemas, dan lainnya. Sebagian yang lainnya mungkin juga pernah mengalami tertidur selama beberapa detik, yang dikenal dengan microsleep.

Beberapa efek tersebut tentunya akan mempengaruhi kinerja kognitif Anda, misalnya Anda menjadi kurang fokus dan lambat dalam berpikir serta bereaksi. Bahkan dalam hal yang lebih besar bisa memberikan dampak pada fungsi mental Anda. 

Hal ini menunjukkan bahwa kurang tidur bisa menyebabkan lebih banyak kerusakan pada bagian tertentu di otak dengan efek berbeda pada berbagai jenis kognisi.

Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa kurang tidur juga bisa menganggu kinerja intelektual. Kurang tidur akan menghambat kinerja memori yang diperlukan untuk mengingat hal-hal yang akan dilakukan. 

Selain itu, beberapa dampak kurang tidur jangka pendek ini juga bisa terjadi.

  • Menurunkan kemampuan berbicara
  • Mengurangi kemampuan adaptasi dan berkembang
  • Mempengaruhi suasana hati
  • Susah menemukan ide baru
  • Meningkatkan risiko sakit kepala dan flu
  • Lebih mudah terkena stres

Apa dampak kurang tidur dalam jangka panjang?

Studi membuktikan bahwa gangguan kognitif demensia dan Alzheimer lebih tinggi terjadi pada orang yang memiliki masalah dengan kualiatas tidurnya. Fakta tersebut memperkirakan bahwa sebanyak 15% kasus demensia Alzheimer disebabkan karena kurang tidur.

Sedangkan pada orang yang telah didiagnosa demensia ketika kurang tidur akan memperburuk keadaan tersebut. Sebab, saat malam hari otak akan membersihkan zat yang berbahaya, seperti protein beta amiloid. Protein tersebut akan berkumpul dan memperburuk penyakit demensia yang diidap.

Risiko mengalami dampak kurang tidur

Perlu Anda ketahui bahwa dampak kurang tidur pada setiap orang bisa berbeda-beda. Studi menunjukkan bahwa orang dewasa lebih baik dalam mengatasi efek kurang tidur jika dibandingkan dengan ramaja. Remaja dianggap memiliki risiko tinggi untuk terkena efek yang merugikan dari kurang tidur, seperti cara berpikir, mengambil keputusan, dan perkembangan otak lainnya yang masih berlangsung selama usia tersebut.

Sedangkan hasil penelitian mengatakan bahwa wanita lebih mahir dalam mengatasi efek kurang tidur dibandingkan dengan pria. Meskipun hal ini belum jelas apakah terkait dengan faktor biologis, pengaruh sosial budaya, atau kombinasi keduanya.

Memperbaiki pola tidur

Orang yang mengalami masalah tidur bisa mulai untuk memperbaiki waktu tidurnya agar meningkatkan kinerja kognitif di otak. Dengan mendapatkan jumlah waktu tidur tanpa gangguan akan membantu kinerja otak untuk melakukan pemulihan sehingga terhindar dari konsekuensi negatif dari kurang tidur.

Para peneliti dan pakar kesehatan mengatakan bahwa dengan memiliki tidur yang cukup menjadi bentuk pencegahan demensia dan penyakit Alzheimer. Meskipun hal ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan peran tidur dalam pencegahan penurunan kognitif jangka panjang.

Jadi, itulah beberapa hal yang bisa terjadi ketika Anda mengalami kondisi kurang tidur. Tidak hanya aktivitas sehari-hari Anda yang akan terganggu, namun kondisi kurang tidur yang terus terjadi dan menjadi kronis dapat menjadi pemicu terjadinya beberapa penyakit gangguan kognitif. 

Selalu usahakan untuk memiliki kualitas dan waktu tidur yang cukup pada malam hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *