8 Pemicu Peradangan Rektum

Jangan anggap remeh peradangan di bagian tubuh Anda. Jika dibiarkan, peradangan pada salah satu bagian tubuh nyataya bisa menjalar ke bagian lain dan menghasilkan gejala yang tidak menyenangkan. Tidak terkecuali ketika Anda mengalami peradangan rektum, pandangan sebelah mata tidak boleh dibiarkan ketika menghadapi inflamasi di sistem pencernaan bagian bawah yang menjadi tempat penyimpanan sementara feses.

Peradangan rektum kerap dikenal proktitis. Kondisi ini terjadi ketika terjadi inflamasi yang menyerang bagian lapisan rektum. Gejala awal yang dirasakan penderita proktitis adalah rasa ingin buang air yang terus berkelanjutan. Namun jika dibiarkan dan sudah mencapai tahap parah, peradangan di bagian rektum bisa membuat rasa sakit di bagian anus hingga menimbulkan diare akut.

Banyak pemicu yang membuat Anda bisa terkena peradangan rektum. Penyebab penyakit ini sangat berhubungan dengan sistem pencernaan Anda sekaligus tindakan medis yang pernah Anda peroleh sebelumnya. Yuk, kenali pemicu peradangan rektum guna bisa mengantisipasi penyakit ini menimpa Anda.

  1. Infeksi Menular Seksual

Orang-orang yang menderita penyakit infeksi menular seksual akan lebih rentan mengalami proktitis. Beberapa penyakit infeksi menular seksual yang mesti diwaspadai guna menghindari peradangan di rektum, seperti herpes genital, gonore, serta klamidia.

  • Seks Tidak Aman

Melakukan hubungan seks yang tidak amat akan membuat Anda rentan terkena peradangan rektum. Salah satu bentuk seks tidak aman adalah seringnya bergonta-ganti pasangan. Selain itu, kerap melakukan hubungan seks anal juga bisa meningkatkan risiko terkena proktits karena umumnya, orang-orang yang melakukan seks anal mudah tertular infeksi menular seksual.

  • Radang Usus

Peradangan yang terlambat diatasi bisa menyebar ke bagian lain yang dekat dengannya, tidak terkecuali bagi para penderita radang usung. Sekitar 30 prsen orang-orang yang mengalami peradangan usus nyatanya cepat atau lambat akan terkena peradangan rektum. Pasalnya, rektum sendiri merupakan bagian terakhir usus yang paling mendekati anus.

  • Konsumsi Antibiotik

Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik! Penggunaan antibiotik yang berlebihan ternyata juga menjadi salah satu pemicu peradangan rektum. Pasalnya, antibiotik cenderung membunuh bakteri baik yang ada di usus sehingga bakteri jahat yang menimbulkan peradangan justru berkembang. Ketika usus Anda akhirnya terkena inflamasi karena serangan bakteri jahat, risiko Anda mengalami proktitis pun semakin besar.

  • Tindakan Bedah

Jika pernah mengalami tindakan bedah khususnya di bagian usus, peradangan rektum akan lebih mudah menyerang Anda. Ini karena tindakan bedah pada usus kerap melibatkan pengalihan saluran feses yang memicu inflamasi pada saluran rektum Anda.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi umumnya dijadikan salah satu tindakan penanganan untuk pasien kanker. Akan tetapi berhati-hatilah, selain bisa mencegah perkembangbiakan sel kanker, radiasi yang dilakukan juga bisa memicu peradangan. Pada pasien kanker prostat ataupun ovarium, terapi radiasi yang dilakukan akan turut menyentuh daerah sekitar rektum sehingga memicu proktitis.

  • Alergi Protein

Bayi umumnya memiliki alergi terhadap beberapa jenis makanan. Tidak sedikit pula anak yang memiliki intoleransi terkait produk protein dari susu sapi. “Alergi” yang dialami oleh bayi tersebut tidak boleh dipandang remeh sebab sangat rentan menimbulkan peradangan di bagian usus sampai ke bagian rektumnya.

  • Sel Darah Putih

Jumlah sel darah putih yang berlebihan sangat rentan menimbulkan peradangan rektum. Padalnya, sel darah putih yang berlebihan akan mengalir ke bagian saluran pencernaan dan cenderung menempel di dinding rektum. Penempelan ini membuat dinding rektum mudah mengalami inflamasi.

Jika sudah tahu pemicu suatu penyakit, tentu tindakan terbaik adalah berusaha menjauhi sumber-sumber tersebut agar tidak terserang penyakit yang tidak diinginkan. Tak terkecuali dengan peradangan rektum, menjadi langkah yang amat bijak untuk menghindari penyebabnya dibandingkan Anda harus berkompromi dengan rasa sakit yang ditimbulkan akibat peradangan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *