6 Fakta Menarik Tentang Bau Badan

sesuatu berbau... - body smell potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Bau badan seringkali terjadi pada banyak orang, akan tetapi bau badan tidak semata disebabkan karena keringat saja. Beberapa fakta mengenai bau badan ini harus Anda ketahui.”

Bau badan atau bromhidrosis adalah kondisi di mana badan mengeluarkan bau menyengat yang tidak menyenangkan. Timbulnya bau badan ini akan membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata bau badan tidak disebabkan karena keringat? 

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami bau badan? Simak fakta dan penjelasan seputar bau badan di bawah ini.

1.Keringat tidak berbau

Selama ini banyak orang yang mengira bahwa bau badan itu berasal dari keringat yang dihasilkan oleh tubuh. Padahal, pada dasarnya pada saat keringat keluar ia tidak berbau. Bau asam yang sering timbul itu dikarenakan adanya bakteri yang mengurai keringat sehingga memiliki bau.

Seorang ahli menumakan fakta bahwa bakteri Staphylococcus hominis inilah yang mengurai keringat menjadi senyawa yang memiliki bau tak sedap atau biasa disebut thioalcohol.

2.Keringat yang keluar dari kelenjar apokrin lebih bau dibanding kelenjar ekrin

Tubuh manusia memiliki 4 juta kelenjar keringat yang dibedakan menjadi dua jenis, yakni kelenjar ekrin dan apokrin.

Kelenjar ekrin berada di seluruh tubuh dan menghasilkan keringat yang aslinya tidak berbau. Munculnya bau badan saat berkeringat bisa jadi karena Anda mengonsumsi makanan yang memicu timbulnya bau.

Sedangkan kelenjar apokrin terdapat di bagian tubuh yang berbulu, seperti ketiak dan selangkangan. Kelenjar apokrin mengeluarkan bau khas yang berasal dari feromon. Keringat yang keluar dari kelenjar ini lebih tinggi protein, di mana itu merupakan sumber makanan bagi bakteri. Oleh karena itulah keringat yang keluar dari kelenjar ini akan membuat bau badan semakin terasa.

3.Bau badan bisa diturunkan secara genetik

Jika Anda sudah melakukan beberapa hal untuk menghilangkan bau badan, tetapi bau badan tak kunjung hilang, Anda perlu melihat silsilah keluarga. Sebab, bau badan juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetika.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami bau badan berat mengidap Trimethylaminuria (TMAU). TMAU ini adalah kondisi di mana tubuh tidak bisa memetabolisme senyawa trimetilamin. 

Senyawa tersebut bisa timbul jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kolin, seperti telur, terigu, kacang-kacangan, dan lainnya. 

4.Bau badan bisa mengindikasikan suatu penyakit

Tahukah Anda bahwa bau badan tidak hanya berbau asam? Dalam beberapa kasus, bau badan bisa berbau selain bau asam, dan hal itu harus diwaspadai karena bisa menunjukkan adanya suatu penyakit.

Beberapa bau badan yang harus diwaspadai adalah, bau ikan, bau apek, bau sirup maple, bau buah, dan lainnya.

Sebagai salah satu contohnya adalah bau ikan yang amis. Ketika badan Anda mengeluarkan bau seperti itu maka berkaitan dengan adanya gangguan trimethylaminuria, yakni gangguan metabolik langka sehingga tubuh tidak bisa mengubah protein yang ada di dalam tubuh. Bau badan ini bisa timbul setelah mengonsumsi telur, ikan, dan sayuran.

5.Stres menimbulkan bau badan

Berkeringat merupakan respons alami tubuh terhadap stres, dan keringat yang dihasilkan berasal dari kelenjar apokrin. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa keringat yang keluar dari kelenjar apokrin cenderung lebih bau dibandingkan kelenjar ekrin.

6.Mengonsumsi makanan berbau tajam menimbulkan bau badan

Mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa makanan pun bisa memicu timbulnya bau badan. Mengonsumsi makanan yang berbau tajam dan protein tinggi terlalu banyak juga bisa meningkatkan risiko bau badan.

Makanan dengan protein tinggi seperti ikan, telur, daging merah bisa memicu bau badan, belum lagi ditambah dengan bau amis beberapa makanan tersebut.

Beberapa jenis sayuran juga bisa meningkatkan risiko bau badan, seperti kubis, brokoli, kembang kol, sawi hijau, lobak, selada air, kangkung, asparagus. Lalu, kopi, bawang putih, dan bawang bombay sebaiknya juga dikontrol karena bisa menjadi pemicu bau badan.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai bau badan. Jadi, jika ingin mengurangi bau badan, Anda bisa menghindari beberapa pemicunya. Selain itu, jika bau badan yang muncul karena adanya faktor genetika dan mengindikasikan suatu penyakit, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *