Resiko Melakukan Operasi Selaput Dara

Operasi selaput dara bisa menghadirkan sensasi menjadi perawan kembali.

Operasi selaput dara atau yang dikenal sebagai hymenoplasty adalah proses pembedahan untuk mengencangkan tepi luar vagina dengan merekonstruksi jaringan selaput dara. 

Hymenoplasty atau operasi selaput dara adalah prosedur pembedahan yang melibatkan mengembalikan selaput dara yang robek normal karena alasan budaya, agama atau sosial.

Selaput dara hadir di sepanjang pintu masuk vagina, selaput ara sering dicari sebagai bagian dari perawatan kerusakan vagina yang disebabkan selama jatuh secara tidak sengaja, angkat berat dan skenario lainnya di mana stabilitas struktural selaput dara telah dikompromikan. 

Operasi selaput dara sebagian besar dianggap sebagai prosedur aman dengan resiko yang dapat diabaikan. Namun, sama seperti prosedur bedah lainnya, operasi selaput dara dapat menghadirkan beberapa komplikasi dan resiko potensial. Berikut beberapa resiko dan komplikasi dari hymenoplasty:

  • Memar, Pembengkakan, dan Nyeri Pasca Operasi

Meskipun prosedur operasi ini tidak menuntut dalam hal keahlian medis yang diperlukan untuk merekonstruksi selaput dara, periode pemulihan sedikit menuntut indikasi yang berbeda untuk beberapa orang.  Hal ini biasanya terjadi pada wanita di mana selaput dara secara alami diposisikan sedemikian rupa sehingga dikompresi ke tingkat yang lebih besar oleh jaringan vagina di sekitarnya, sehingga bisa membuat periode pasca operasi sedikit menyakitkan.

Meskipun beberapa ketidaknyamanan dalam berjalan dan duduk diindikasikan untuk semua wanita yang menjalani operasi selaput dara, hal ini terjadi pada wanita di mana kulit bagian dalam cenderung menggosok kulit vagina saat berjalan. Anda dapat mengkonsumsi beberapa obat anti nyeri yang dijual bebas, namun sebagian besar ahli bedah sepakat bahwa beristirahat adalah penyembuhan alami untuk menyelesaikan masalah tersebut.

  • Pendarahan dan Hematoma

Hal ini tergantung pada usia pasien dan kondisi selaput dara, beberapa bentuk perdarahan mungkin diharapkan. Namun, pendarahan minimal diharapkan dapat berhenti dalam beberapa hari setelah operasi. Kebanyakan ahli bedah berpendapat bahwa perdarahan yang terjadi sebanding dengan perdarahan menstruasi dalam hal intensitas.

Jika pendarahan tidak surut dan intensitasnya tampaknya meningkat, kemungkinan Anda memiliki hematoma.  Hematoma harus segera diobati karena hematoma yang tidak diobati dapat menyulitkan pembekuan darah yang parah yang dapat menyebabkan emboli.

Perubahan warna

 Ada kemungkinan selaput dara yang dirawat dapat berubah warna.  Daripada mengidentifikasi perubahan warna, mendekodekan sifatnya yang sebenarnya lebih membingungkan, yaitu perubahan warna mungkin bersifat sementara dan menyelesaikan sendiri tanpa obat apa pun atau mungkin berubah menjadi pigmentasi permanen.

  • Mati rasa

Berbeda orang merasa sakit pasca operasi, namun beberapa pasien mungkin mengeluh mati rasa di daerah vagina mereka. Meskipun mati rasa diperkirakan beberapa jam setelah operasi karena penggunaan anestesi, mati rasa yang Anda rasakan mungkin berlanjut selama berhari-hari. Skenario terburuk muncul ketika mati rasa disebabkan oleh cedera saraf yang terjadi selama operasi.

Hymenoplasty atau operasi selaput dara adalah salah satu dari tiga area utama bedah kosmetik. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki disfungsi dan meningkatkan estetika tersembunyi pada wanita. Jika Anda tertarik untuk melakukan prosedur ini, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Seperti Apa Gejala Penyakit Miom? Simak Informasi Berikut

Penyakit miom yang sering dikenal dengan tumor jinak dalam bahasa medis disebut mioma uteri, merupakan kondisi ketika terjadi pertumbuhan tumor non-kanker pada jaringan oto rahim (miometrium). Ukuran mioma yang tumbuh dapat bervariasi, dari yang berukuran kecil yang sulit terdeteksi hingga berukuran besar yang dapat mengakibatkan pembesaran rahim.

Umumnya, penyakit miom tidak memunculkan gejala yang signifikan. Namun, ketika suatu gejala muncul dapat berdampak terhadap kesuburan seseorang. Seperti apa gejala penyakit miom sebenarnya?

Gejala penyakit miom yang perlu diperhatikan

Sebagai antisipasi, berikut gejala penyakit miom yang perlu Anda waspadai:

  • Darah haid yang keluar dalam jumlah banyak atau berlebihan (menoragia) atau juga dapat berupa periode haid yang berlangsung dalam waktu yang lebih lama (metroragia).
  • Adanya tekanan pada kandung kemih. Mioma yang tumbuh dapat memberikan tekanan atau rasa ingin berkemih. Seseorang yang memiliki miom akan merasakan kesulitan ketika berkemih atau buang air kecil.
  • Tekanan pada rektum. Ketika kondisi ini terjadi, maka seseorang akan mengalami kesulitan air besar (sembelit).
  • Tekanan pada rongga panggul. Miom yang tumbuh dapat memberikan tekanan berlebih bagi rongga panggul, sehingga menimbulkan rasa nyeri pada bagian bawah atau pada perut. Kondisi ini juga sering disertai dengan nyeri pinggang atau nyeri pada tungkai bawah.
  • Adanya perubahan ukuran pinggang dan bentuk perut

Miom yang tumbuh ke arah dinding perut dapat mengakibatkan perubahan lingkar pinggang menjadi lebih besar. Kondisi ini juga dapat memicu benjolan pada dinding perut. Biasanya, seseorang akan merasa bahwa celana atau pakaian yang digunakan semakin sempit, walaupun dirasa tidak ada peningkatan berat badan.

  • Risiko gangguan kesuburan dan kehamilan

Mioma yang tidak diatasi meningkatkan risiko terjadinya infertilitas atau kondisi ketika seseorang tidak dapat hamil, walaupun telah melakukan program kehamilan selama setahun. Mioma tipe submukosa dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Selain itu, mioma juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman ketika dalam masa kehamilan, seperti nyeri perut, pertumbuhan janin yang terhambat, kelahiran prematur, kondisi sungsang, terlepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum waktunya, hingga keguguran.

Penting bagi Anda untuk mendeteksi penyakit miom sejak dini, sehingga dapat ditangani lebih awal dan mengurangi risiko komplikasi yang lebih parah.

Masker Wajah yang Ampuh Berikan Tampilan Pori-Pori Kecil pada Wajah

Bagi sebagian orang, tampilan pori-pori wajah yang terlalu besar dapat mengganggu penampilan dan mengurangi kepercayaan diri. Beberapa faktor yang menjadi pemicu pori-pori besar pada wajah yaitu, akibat produksi minyak berlebih, menurunnya elastisitas wajah, dan juga bertambahnya folikel rambut pada wajah.

Agar tetap dapat tampil dengan kepercayaan diri penuh tanpa gangguan dari tampilan pori-pori besar, banyak orang mencari cara atau perawatan khusus untuk mengecilkan pori-pori. Tidak heran, jika banyak produk perawatan kulit yang menawarkan manfaat mengecilkan pori-pori wajah. Masker wajah menjadi salah satu cara yang paling banyak diandalkan.

Membuat masker wajah untuk pori-pori besar dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah. bahan-bahan ini mudah Anda beli dan temui, bahkan di pasar tradisional sekali pun. Apa saja bahan-bahan untuk membuat masker wajah ini dan bagaimana langkah-langkahnya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini!

  • Masker tomat

Cara untuk membuat masker wajah dengan tomat adalah dengan mencampurkan 1-2 sendok makan tomat dan bubuk kunyit. Setelah itu, oleskan masker wajah secara merata dan diamkan sekitar 15 menit, kemudian bilas. Gunakan masker ini minimal dua minggu sekali.

Manfaat masker tomat tidak hanya dapat memberikan tampilan pori-pori wajah kecil, namun juga sebagai perawatan untuk kulit berminyak yang rentan berjerawat. Masker ini memiliki kandungan vitamin A dan C alami yang berkhasiat untuk mengurangi sumbatan pada pori-pori wajah.

  • Masker pepaya

Masker wajah dengan bahan pepaya dan madu dapat Anda buat dengan mencampurkan kedua bahan tersebut pada wajah dan mendiamkannya selama 10 menit sebelum dibilas. Penggunaannya dapat secara berulang 2-3 kali seminggu agar memberikan hasil yang maksimal.

  • Masker madu dan lemon

Bahan yang harus Anda siapkan untuk membuat masker ini, yaitu 1 sendok makan madu, setengah sendok makan perasan lemon, dan sedikit gula. Campurkan ketiga bahan tersebut dan pijatkan pada wajah dengan gerakan memutar. Diamkan selama 15 menit kemudian bilas dengan air hangat. Aplikasikan masker wajah ini sebanyak 2-3 kali seminggu untuk mendapatkan hasil terbaiknya.

Cara Mengatasi Kurap dengan Bahan Alami

Timbulnya kurap memang membuat kulit terasa gatal dan membuat Anda tidak percaya diri. Kurap sangat mengganggu apalagi jika kurap tersebut membandel. Selain salep kurap, ada cara alami yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan kurap. Obat kurap alami, umumnya lebih aman untuk Anda yang kulitnya cenderung sensitif.

Cara mengatasi kurang dengan bahan alami

  • Sabun dan air

Menjaga area yang kurap tetap bersih adalah keharusan untuk mempercepat proses penyembuhan kurap. Sebelum menggunakan bahan alami akan yang akan dibahas nanti atau sebelum menggunakan salep kurap, Anda wajib membersihkan area kurap dengan sabun anti bakteri. Setelah dibersihkan, pastikan area tersebut kering. Pasalnya, kondisi kulit yang lembap akan mempermudah kurap menyebar.

  • Cuka apel

Cuka apel atau apple cider vinegar dapat dengan mudah Anda temukan di supermarket. Cuka apel memiliki manfaat sebagai anti-jamur sehingga dapat membantu mengatasi kurap. Anda dapat menuangkan cuka apel ke kapas dan langsung mengaplikasikannya pada area yang berkurap 3 kali sehari.

  • Bawang putih

Bawang putih juga sering dipakai untuk mengatasi berbagai macam infeksi di kulit. Meskipun belum terbukti dalam penelitian, namun beberapa orang yang sudah mencobanya telah membuktikan manfaat terdapat kurap. Caranya, haluskan bawang putih dan campurkan dengan minyak kelapa atau minyak zaitun. Oleskan tipis-tips campuran ini pada area kurap dan tutup dengan kain kasa. Anda dapat melakukan ini 2 kali sehari sampai kurap sembuh.

  • Gel lidah buaya

Lidah buaya bermanfaat melawan infeksi bakteri maupun jamur. Selain mengatasi kurap, gel lidah buaya juga dapat membantu meredakan iritasi di kulit karena sifatnya yang dingin. Anda dapat mengaplikasikan gel lidah buaya langsung pada area kurap 3 kali dalam sehari.

  • Berbagai macam kurap

Minyak yang dapat Anda coba untuk mengatasi kurap adalah minyak kelapa, minyak serai, minyak oregano, dan tea tree oil. Minyak kelapa dan minyak serai dapat Anda langsung aplikasikan dengan kapas ke karena kurap tanpa campuran lain. Sebaliknya, tea tree oil dan minyak oregano harus diencerkan terlebih dahulu dengan larutan lain agar tidak mengiritasi.

Ini 6 Makanan dan Minuman Tinggi Kalori Namun Tidak Sehat

Jika sedang menjalankan program diet? Mungkin Anda disarankan untuk menghindari makanan yang tergolong empty calories. Istilah ini mengacu pada jenis makanan yang tinggi kalori, yang hanya memasok energi tanpa disertai nutrisi, termasuk vitamin, mineral, protein, dan asam lemak. Makanan jenis ini mudah ditemui di gerai makanan siap saji atau supermarket.

Makanan dan minuman tersebut mengandung gula berlebih, sedangkan para pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi konsumsi gula tidak lebih dari enam sendok teh per hari. Pakar nutrisi di London, mengatakan tidak ada larangan mengonsumsi empty calories. Namun, disarankan untuk memilih alternatif lain yang lebih sehat. Hal ini dikarenakan tubuh Anda membutuhkan makanan yang tidak hanya memasok energi, tapi juga nutrisi yang seimbang.

  1. Minuman beralkohol

Minuman beralkohol adalah produk yang paling pas untuk menjadi rujukan kalori kosong karena tidak mengandung nutrisi. Jika pun ada, nutrisinya itu tidak cukup untuk memberikan manfaat baik bagi tubuh. Hal ini juga berlaku pada anggur merah, yang kerap disebut baik untuk kesehatan jantung.

  • Minuman bersoda

Pada satu kaleng minuman bersoda merk terkenal memasik 139 sampai 141 kalori bagi tubuh Anda, Selain itu, pasokan tersebut masuk secara bersamaan dan membuat kadar gula tubuh menjadi melonjak seketika. Oleh karena itu, minuman bersoda dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

  • Permen manis

Perlu Anda tahu, permen manis hanya mengandung gula tanpa nutrisi apa pun. Jadi, dengan memberikan anak Anda permen, sama dengan membiarkannya makan gula pasir. Oleh karena itu, sebaiknya Andan bisa menggantinya dengan cokelat meskipun hanya mengandung sedikit nutrisi.

  • Cokelat

Tidak seperti yang tertulis pada kemasannya, kebanyakan produk cokelat ternyata hanya mengandung kalori. Jika Anda ingin tetap mengonsumsi cokelat, sebaiknya pilih dark chocolate. Pasalnya cokelat gelap mengandung lebih banyak kakao yang mengandung flavanoid, antioksidan yang membantu melawan penyakit.

  • Kue manis

Kue manis seperti pai, brownies, dan lain-lain yang dijual di pasaran mengandalkan kandungan gula yang tinggi untuk menciptakan rasa manis yang lezat. Oleh karena itu, Anda perlu membatasi konsumsi kue. Jika memungkinkan, buat kue sendiri sehingga Anda dapat mengatur kadar gula di dalamnya.

  • Minuman rasa buah dengan pemanis

Banyak orang kecele dengan slogan “kaya vitamin” yang terpampang di kemasan jus buah. Lambert mengatakan kebanyakan minuman jenis itu tidak lebih dari minuman rasa buah. Minuman itu mengandalkan pemanis buatan untuk memberi rasa enak, sementara hampir tidak mengandung nutrisi. Dia menyarankan kita membuat sendiri jus langsung dari buah segar.

Ketahui Hal Berikut Sebelum Gunakan Tetes Telinga Gentamicin

Pernahkah Anda mengalami infeksi liang telinga luar atau yang dalam bahasa medisnya otitis eksterna? Mungkin Anda tidak menyadari bahwa Anda pernah mengalami infeksi ini, namun sadar akan gejala seperti rasa nyeri pada telinga yang dapat muncul beberapa hari kemudian setelah mengorek-ngorek telinga. Rasa nyeri akibat infeksi ini terasa ketika menekan telinga bagian depan atau ketika menarik daun telinga.

Jika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai infeksi ini, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan antibiotik tetes telinga Gentamicin untuk membantu penyembuhan.

Menggunakan obat tetes untuk telinga tentu tidak dapat asal-asalan. Beberapa hal berikut perlu Anda tahu agar penyembuhan infeksi telinga tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Cara menggunakan tetes telinga yang tepat

Sebelum Anda menggunakan obat jenis apa pun, usahakan untuk selalu membaca keterangan obat yang tertera pada kemasan produk secara cermat.

Gentamicin termasuk dalam golongan antibiotik. Maka dari itu, Anda perlu untuk menggunakannya sesuai batas waktu yang telah ditentukan oleh dokter. Jika Anda menghentikan penggunaan obat ini terlalu dini, maka akan ada beberapa risiko yang mungkin muncul, termasuk risiko infeksi kambuh.

Berikut langkah-langkah menggunakan tetes telinga Gentamicin secara tepat:

  • Cuci tangan secara bersih dan menyeluruh dengan menggunakan sabun.
  • Baringkan atau atur posisi duduk tubuh dengan menghadap ke salah satu sisi (bergantung pada sisi telinga yang mengalami infeksi). Jika telinga kiri yang mengalami infeksi, maka miringkan kepala ke arah kanan, dan begitu sebaliknya.
  • Atur posisi obat tetes telinga agar tepat di atas telinga, sehingga tetesan obat dapat langsung menyentuh area infeksi.
  • Teteskan obat sesuai dengan resep dokter atau anjuran yang tertera dalam kemasan produk.
  • Hindari memegang ujung alat tetes telinga untuk menghindari kontaminasi.
  • Ketika obat telah selesai diteteskan, tunggu beberapa saat untuk meluruskan kepala.

Efek samping obat tetes Gentamicin

Sebagai catatan, obat tetes telinga Gentamicin dapat menyebabkan rasa panas sesaat pertama kali diteteskan pada telinga. Jika Anda mengalami reaksi setelah menggunakan obat ini, maka segera konsultasi dengan dokter.

Beberapa orang dengan kondisi tertentu seperti di bawah ini, dianjurkan untuk tidak menggunakan obat tetes apa pun, termasuk Gentamicin:

  • Infeksi Herpes Zoster pada telinga
  • Infeksi jamur di telinga
  • Infeksi virus pada telinga
  • Gendang telinga pecah
  • Alergi pada bahan yang terdapat dalam obat tetes telinga.

Apa itu Dispepsia dan Bagaimana Pengaruhnya pada Kesehatan?

Pernahkah Anda mendengar tentang dispepsia? Beberapa orang mungkin mengenalinya sebagai penyakit yang mengganggu pencernaan manusia. Kenyataannya, dispepsia adalah gangguan pencernaan yang terdiri atas kumpulan gejala dan keluhan yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Penderita dispepsia sering gejala merasakan mual, kembung, nyeri perut yang diikuti sensasi terbakar, dan juga perut begah atau sebah.

Secara garis besar, dispepsia dibagi menjadi dua tipe, yaitu dispepsia organik dan fungsional. Dispepsia organik adalah gangguan pencernaan yang dipicu oleh faktor tertentu yang telah diketahui secara jelas, seperti penyakit tukak lambung, gastroesophageal reflux disease maupun kanker. Sementara itu, dispepsia fungsional adalah gangguan pencernaan yang mana pemicunya tidak diketahui secara jelas, namun penderita masih tetap merasakan rasa pada perutnya.

Salah satu faktor yang memicu terjadinya dispepsia fungsional, yaitu akibat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Beberapa makanan yang berisiko memicu dispepsia, yaitu makanan yang mengandung asam, berminyak, berlemak, dan juga yang memiliki rasa pedas. Di samping itu, seseorang yang terlalu sering mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, alkohol, maupun bersoda, cenderung rentan mengalami rasa tidak nyaman akibat timbulnya dispepsia.

Tidak hanya makanan atau minuman tertentu, namun dispepsia juga dapat disebabkan oleh kebiasaan atau pola makan, seperti kebiasaan menghabiskan makan secara terburu-buru, porsi makanan yang terlalu banyak, hingga telat jadwal makan.

Keluhan atau gejala dispepsia untuk kasus yang ringan dapat reda setelah dua minggu perubahan pola hidup menjadi lebih sehat, antara lain menghindari makanan dan minuman yang telah disebutkan di atas. Sebagai alternatif, Anda direkomendasikan untuk mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan. Kacang-kacangan dan makanan berserat juga turut membantu memulihkan kondisi Anda.

Dalam kasus tertentu, dispepsia dapat berujung pada penyakit serius, seperti kanker usus. Jika gejala tidak kunjung mereda dalam dua minggu, maka Anda perlu untuk berkonsultasi dengan dokter, sehingga dapat dilakukan penanganan lebih awal. Terutama bagi kelompok usia lanjut di atas 50 tahun, jika mengalami gejala dispepsia yang diikuti dengan penurunan berat badan, kesulitan ketika menelan, muntah-muntah, hingga tinja berwarna hitam, segera konsultasi dengan dokter. Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan, seperti pemeriksaan laboratorium, endoskopi, X-ray, maupun CT scan.

Intip Menu Makanan Rekomendasi untuk Diet Mediterania

Pernahkah Anda mendengar tentang diet Mediterania? Program diet ini menggunakan jenis-jenis makanan tradisional yang dikonsumsi oleh masyarakat di Italia dan Yunani pada tahun 1960-an. Dikatakan bahwa manfaat diet Mediterania dapat menurunkan risiko terkena penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, diet Mediterania dapat menjadi program diet yang ideal.

Walaupun begitu, tidak ada cara yang paling benar dalam mengikuti program diet Mediterania. Hal ini disebabkan karena perbedaan sumber daya makanan yang digunakan. Namun, Anda tetap dapat merasakan manfaat dari program diet ini dengan menerapkan pola dasar makanan yang dianjurkan dari berbagai penelitian.

Menu makanan rekomendasi untuk diet Mediterania

  • Menu sarapan: yogurt, omelet, buah-buahan
  • Menu makan siang: sandwich sayur
  • Menu makan malam: salad tuna, daging, ayam atau salmon panggang

Beberapa jenis makanan dasar yang diperbolehkan untuk dikonsumsi ketika menerapkan diet Mediterania, yaitu sayuran, buah-buahan, kacang, kentang, roti, gandum, makanan laut, dan minyak zaitun.

Sebagai penambah variasi makanan, Anda diperbolehkan untuk mengonsumsi telur, yogurt, susu, dan daging merah. Ada pun jenis sayuran yang Anda dapat konsumsi, yaitu tomat, brokoli, bayam, wortel, dan timun. Jenis buah-buahan yang direkomendasikan untuk diet Mediterania, antara lain apel, pisang, jeruk, pir, stroberi, anggur, melon, dan peach.

Anda dapat mengolah hidangan diet Mediterania dari makanan laut, seperti salmon, tuna, udang, dan kepiting. Sebagai penambah cita rasa, Anda dapat menggunakan bawang putih, daun mint, daun rosemary, merica, dan rempah-rempah lain.

Makanan pantangan untuk diet Mediterania, antara lain makanan atau minuman yang mengandung kadar gula tinggi, seperti es krim, soda, dan permen. Selain itu, Anda juga harus menghindari konsumsi makanan daging olahan, seperti sosis dan hotdog. Makanan dengan label low fat atau diet, juga perlu Anda hindari.

Sebagai pelengkap mineral dalam tubuh, Anda diharuskan untuk mengonsumsi air mineral dalam jumlah yang cukup. Anda tetap diperbolehkan untuk mengonsumsi teh atau kopi, namun perlu untuk memerhatikan kadar gula ketika mengonsumsinya.

Cara Mengatasi Diare pada Bayi dengan LINTAS Diare

Jika bayi mengalami buang air besar cair atau mencret lebih dari 3 kali dalam sehari, maka bayi tersebut sedang mengalami diare. Diare pada bayi juga perlu ditangani dengan cepat. Salah satu metodenya dengan menggunakan lima langkah tuntaskan diare atau bisa disebut dengan LINTAS Diare. Berikut cara mengatasi diare pada bayi:

  • Oralit

Oralit adalah obat diare yang terbuat dari garam-garam yang dibutuhkan dalam tubuh untuk menjaga keseimbangan garam dalam darah yang disebut dengan elektrolit. Diare pada bayi seringkali terjadi ketidakseimbangan elektrolit akibat cairan yang masuk tidak memiliki kadar garam yang cukup untuk menggantikan kadar garam yang terbuang akibat diare.

  • Obat Zinc

Zinc diketahui dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan yang bermasalah saat diare. Terutama pada sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Pemberian obat zinc juga bergantung pada usia bayi dan biasanya diberikan untuk 10 hari. Obat zinc yang diberikan dokter bisa berupa tablet larut dalam air atau dalam bentuk sirup sehingga lebih mudah untuk diberikan pada bayi.

  • Pemberian ASI/ Makanan

Pemberian ASI pada bayi yang sedang diare harus tetap dilanjutkan untuk memberi nutrisi dan energi dalam menghadapi diare. Pemberian susu formula atau makanan pendamping ASI juga harus tetap dilanjutkan untuk jaga kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi. Jika menggunakan susu formula, pastikan bahwa penyebab diare bukan dari susu formula tersebut. Alergi susu formula atau susu sapi dapat membuat diare yang biasanya muncul setelah pemberian susu formula dari pertama kali.

  • Pemberian Antibiotik hanya atas indikasi

Anda perlu menghindari pemberian antibiotik pada bayi tanpa saran dari dokter. Penggunaan antibiotik tanpa indikasi dapat menyebabkan kekebalan atau resisten terhadap antibiotik. Biasanya pemberian antibiotik berdasarkan pada pemeriksaan feses atau kotoran di laboratorium untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri, jamur atau parasit. Pemeriksaan perlu dilakukan saat kotoran bayi berbau sangat menyengat. Disertai lender, atau disertai darah.

  • Pemberian nasehat

Biasanya dokter akan memberikan nasehat pada orangtua bayi agar memperhatikan kondisi berikut dan menyarankan untuk dibawa ke dokter jika terjadi

  • Diare yang lebih sering
  • Muntah berulang
  • Terlihat sangat haus
  • Makan atau minum sedikit
  • Demam
  • Tinja berdarah
  • Tidak membaik dalam 3 hari

Sudah Pernah Terkena Cacar Air? Hati-Hati Terinfeksi Cacar Api di Kemudian Hari

Salah satu penyakit yang umumnya menginfeksi anak kecil, yaitu cacar air. Jika Anda pernah terinfeksi cacar air, ada baiknya Anda tetap berhati-hati jika terinfeksi cacar di kemudian hari. Perlu diperhatikan, cacar yang mungkin akan timbul adalah cacar api atau yang dikenal sebagai herpes zoster.

Ketika seseorang dinyatakan telah bersih dari cacar air, virus penyebab cacar, varicella zoster, tidak semata-mata hilang dari dalam tubuh. Melainkan, ia berdiam dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif. Namun, virus tersebut dapat kembali menginfeksi ketika tubuh sedang tidak dalam kondisi terbaik. Lalu, apa yang menjadi gejala cacar api dan bagaimana mencegahnya?

Seperti apa gejala cacar api?

Baik itu cacar air, maupun cacar api, kedua penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama, namun dengan gejala yang berbeda antara satu dengan lainnya. Gejala yang disebabkan oleh cacar air dapat berupa bintil-bintil yang berisikan air yang timbul pada seluruh tubuh dan disertai rasa gatal. Sementara itu, gejala cacar api berupa bintil atau ruam yang hanya muncul pada area kulit tertentu yang biasanya diikuti dengan rasa gatal dan nyeri seperti terbakar. Rasa nyeri tersebut dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan setelah bintil atau ruam telah hilang dari kulit.

Infeksi dari virus varicella menginfeksi tubuh yang mengalami penurunan kekebalan tubuh. Umumnya, kondisi tubuh yang tidak prima disebabkan kelelahan akibat bekerja atau beraktivitas yang tidak diseimbangi dengan pola makan sehat. Faktor lain, seperti kurang berolahraga dan stres juga dapat memicu penurunan kekebalan tubuh. Seseorang yang mengalami penyakit autoimun, seperti HIV/AIDS, memiliki risiko terinfeksi cacar api yang lebih besar. Di samping itu, cacar air juga banyak diderita oleh kelompok lansia, yang mana kekebalan tubuhnya sudah tidak seprima ketika mereka masih muda.

Menjaga daya tahan tubuh dan vaksinasi adalah kunci terbebas dari infeksi cacar. Pencegahan dengan melakukan vaksin maupun anti virus juga perlu dilakukan agar mengurangi peluang terinfeksi cacar. Penting untuk dicatat, bahwa pola hidup sehat dan menjaga kebugaran serta daya tahan tubuh, merupakan faktor terpenting untuk terbebas dari infeksi penyakit ini.